Yup, SP sebenarnya orang smart dan bila pidato sangat pintar sekali.
Pernah sekali waktu PDI-P mengadakan Rakernas, dan mengundang 2 narasumber, 
yg satu SP dan yg satu lagi Bagir Manan, dan ketika SP pidato semua kader 
duduk serius mendengar dan kadang bertepuk tangan, ketika gantian Bagir 
Manan pidato.......................kader pada keluar ruangan, pada ngobrol 
diluar.

SP bila masih bergabung dengan HT bisa mendapatkan banyak pemilih pemula, 
dan di prediksi pemilih pemula akan lebih memilih Nasdem dengan motto anak 
muda nya.
Sayangnya SP ingin menjadi ketum, akibatnya HT tidak mendapat posisi 
penting, sedang SP memilih menjadi ketum dengan perkiraan bisa memiliki daya 
tawar dengan partai pemenang pemilu dengan imbalan kekuasaan ( bisa cawapres 
bisa juga mentri ) dan HT pun sebagai anak muda ( dalam politik ) tidak 
menduga SP mau menjadi ketum, dengan posisi demikian maka dikhawatirkan 
motto anak muda nya menjadi hilang.

Perkiraanku perolehan suara Nasdem akan amburadul, terutama kekurangan modal 
utk kampanye Legislatif nya, biarpun memiliki media massa tidak akan 
membantu banyak karena pemilih potensial bukan berasal dari kota besar 
melainkan kota kecil dan kampung kampung.

Gerindra di pileg lalu melakukan kampanye terus menerus dan perolehan suara 
pun tidak sesuai dengan target, padahal dana kampanye tidak main main, maka 
Nasdem akan kedodoran karena kekurangan modal ( entah bila penerus Cang Ato 
mau ikut nimbrung ).

----- Original Message ----- 
From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]>


> di dalam masyarakat yang rentang pendidikannya sangat beragam kayak gini, 
> dimana  SES C, D, E menduduki peringkat mayoritas dengan budaya feodalism 
> yang masih kental ... maka peran media memang sangat signifikan.
>
> orang orang kelas ini cenderung meniru dan relatif mudah untuk "dibakar" 
> ...
>
> hanya saja, ... kesalahan strategy surya paloh -- terutama -- , karena 
> membidik pangsa pasar yang "A". ini kesalahan fatal. karena SES "A"  ( 
> contoh kalau di kampung petar yang masuk kategori ini : Habe, Johny, 
> Teddy, kang Sur ... ) adalah kelompok yang sulit untuk di pengaruhi.
>
> kalau saya mau terjun ke politik dan menggunakan media televisi, saya akan 
> rubah dulu konsep siarannya ke ses C, banyakin dangdut, dan membidik kaum 
> proletar ... dan saya mestinya bisa jadi president :-)
>
> hehehehe :-)
>
> --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote:
>>
>> Dulu PDI-P ingin beli Lativi, langsung di bayar kelompok lain, ketakutan
>> punya media massa, lucu juga pola pikirnya.
>> Bila keseringan menayangkan kelemahan lawan politik, maka yg untung malah 
>> yg
>> tidak memiliki media tayang.
>> Kebingungan media tayangnya mau nembak pelornya gak tahu arahnya kemana.
>>
>> ----- Original Message ----- 
>> From: "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...>
>>
>> yang lucu kalau pakai "Top TV", di daerah saya TVRI nasionalnya malah
>> kadangkala nddak ada :-)
>>
>> but ... sepertinya sedang ada perubahan cukup lumayan di TVRI ... 
>> lumayanlah
>> untuk ngimbangi berita2 nya metro tv yang sibuk surya paloh mlulu dan TV 
>> One
>> yang golkarnya kentel banget.
>>
>> mostinya pemimpin partai atawa pulitik itu nddak punya stasiun tv. 
>> jadinya
>> apan beginong. Heu heu ...
>>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke