AGAKNYA Ny. Yuniasih, 29, pakar dalam tata niaga selingkuh. Agar aksi mesumnya 
bersama PIL tak dicurigai orang, setiap pergi selalu ngajak 
anak balitanya untuk kamuflase. Tapi pepatah mengatakan, sepandai-pandai tupai 
selingkuh, akhirnya gawal juga. Dan itulah yang terjadi, sedang 
asyik-asyiknya berpacu dalam birahi, eh digerebek warga!
Kata orang, selingkuh itu kepanjangan: selingan indah keluarga utuh. 
Apa iya? Utuh jika benar-benar tak ketahuan. Tapi jika tidak, keluarga 
bisa berantakan. Ibarat kata, nikmatnya sebentar, deritanya 
berkepanjangan. Bagaimana tidak berkepanjangan? Dimusuhi istri, dimusuhi anak. 
Apa lagi jika PNS, bisa kena sanksi pemecatan. Maka jika selagi 
ada iman di dada, mending setia pada bini yang cuma satu-satunya itu. 
Buat apa pakai “ban serep” segala, memangnya jip Willys, apa?
Ny. Yuniasih sebagai praktisi selingkuh, agaknya tahu persis akan 
resiko itu. Maka karena sudah terlanjur basah, dia mencoba mengemasnya 
serapi mungkin. Salah satu program unggulannya adalah, selalu mengajak 
Didit, 4, anaknya. Jadi di kala si balita main mobil-mobilan sendiri di 
kamar, dia bersama gendakanya “main” pula dengan segala improfisasinya.
Yuniasih adalah istri Junus, 35, lelaki sederhana dari Kayu Kapur, 
Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai Provinsi Riau. Dari pagi hingga sore 
dia meninggalkan keluarga demi mencari sesuap nasi. Sampai rumah paling 
cepat pukul 20.00. Sesudah makan malam, salat Isya, lalu tidur 
kelelahan. Dia jadi lupa akan “kewajiban” lain sebagai kepala keluarga.
Yuniasih sangat memaklumi kelelahan suami. Tapi sebagai kepala 
rumahtangga, kan banyak kewajiban lain yang harus ditunaikan, tidak 
melulu mencari sesuap nasi. Mbok seperti Pak SBY itu lho. 
Sesibuk-sibuknya mengurus negara, beliau masih sempat mengurus partai. 
Lha Junus ini apa? Baru ngurus pekerjaan saja sudah loyo begitu. 
Bagaimana kalau harus teken 10 pakta integritas sebagai kepala 
rumahtangga?
Sebulan dua bulan dianggurkan, Yuniasih masih betah. Tapi sekian 
bulan tak ada ajakan menjalankan “sunah rosul”, ya kesepian sekali. 
Masak suami istri tidur satu ranjang kok tak punya agenda yang 
signifikan. Kalau terus terang dia minta, Junus beralasan ngantuk dan 
capek. Dicolek lagi, ee…..malah sudah ngorok dan bikin peta Ilmu Bumi di 
bantal. Di sini Selat Malaka, di situ Pulau Rupat dan Bengkalis…….
Di kala nafsu birahi semakin merindu, Yuniasih berkenalan dengan 
Adrian, 40, duda yang baru ditinggal mati istri 3 bulan lalu. Lelaki 
duda seperti ini kan sedang ganas-ganasnya. Begitu kenal dengan 
perempuan yang lumayan cantik, langsung nyosorrrr saja, tak peduli 
dianya sudah punya suami. Nah, Yuniasih yang sudah lama tak menerima 
sentuhan lelaki, akhirnya jadi terlena. Dari bertekuk lutut, kemudian 
berbuka paha pula!
Sebagaimana praktisi selingkuh, Yuniasih – Adrian berpindah dari satu hotel ke 
hotel lain. Untuk kamuflase dari sorotan tetangga, setiap 
pergi dia selalu mengajak balitanya. Tetapi lama-lama warga curiga juga. Masak 
pergi mengajak anaknya kok sampai malam hari juga? Ini mesti ada 
udang di balik batu. Mereka menganalisa, bahwa Yuniasih pasti punya 
skandal dengan lelaki lain, apa lagi suami pulangnya selalu malam.
Dugaan mereka benar. Beberapa hari lalu pukul 21.00 baru pulang, 
diantar langsung oleh Adrian. Warga pun segera pagar betis, mengepung 
keduanya. Malam itu juga keduanya diinterogasi, dari mana saja selama 
ini. Kenapa istri orang dibawa-bawa. Lewat intimidasi dan ancaman, 
akhirnya Adrian mengaku sudah berulangkali membawa Yuniasih ke berbagai 
hotel dan menyetubuhinya. Kontan Junus yang masih di tempat kerja 
ditelpon, diminta pulang karena ada urusan serius.
Tiba di rumah tentu saja Junus sangat terkejut. Tapi karena ingat 
anak, dia takkan menceraikan istri. Sebagai pelajaran, warga mengenakan 
sanksi, Adrian harus memberi uang “kerokhiman” Rp 15 juta pada Junus. 
Daripada jadi urusan hukum, dia terpaksa menyanggupi. Adapun Yuniasih 
akan dibina sebaik mungkin oleh Junus. Dia memang tetap ibu rumahtangga, tapi 
sejumlah wewenangnya mulai dipreteli.
Suruh teken pakta integritas, dong ah! (Xnews/Gunarso TS)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke