Sampai dengan detik ini saya tidak pernah menggunakan hak pilih saya untuk pemilihan presiden, gubernur atau walikota. Kecuali untuk pemilihan RT atau RW :-)
Saya tidak tertarik masuk partai meskipun saya sempat aktif di ICMI dan HMI. Namun, jadi Ring 1 Cikeas tentu pilihan lebih baik dibandinh jadi "ring 1 penjara" meskipun toh akhirnya tetep ajah jadi tersangka juga :-) Saat anas melawan, sayah senyam senyum sendiri ketika petinggi partai yang baru saja mengadakan pertemuan di cikeas menyatakan "Berdasarkan pertemuan kami, maka dengan ini kami menyatakan bahwa kami tidak perlu mengomentari pernyataan AU " -- bayangken -- untuk tidak mengomentari sebuah pernyataan sajah itu mosti sibuk rapat sampai malem dengan hasil "tidak perlu mengomentari" ... Kenapa nddak diem ajah atuh sekalian ya ? Ngapain grasak grusuk kumplul, bahkan dipercepat dari jadwal yang tadinya minggu jadi saptu malem. Dan hasilnya apanan " Komentar kami adalah tidak ada komentar." Kita yang rakyat jelata apanan jadi kesel ati. Mentang - mentang rakyat jelata, jadi kayaknya mereka memandang kita ini bego melulu. Lha ... kalau di internal aja kayak begitu ... terus orang - orang yang sering mewakili di layar kaca juga begitu ... ( Yang satu, temennya uplik, kalau ngomong apan kayak gatot kaca, yang satu lagi, si raja minyak, kalau ngomong apan tereak treak mlulu ... sok, contoh tauladan nya di mana coba ? ) Tapi, sudahlah ... Yang bikin mual itu juga ... eh ... masih banyak manusia yang menganjurkan "itu" hanya karena setiap tahun diundang menjadi tamu ke istana untuk mengikuti upacara doang. Murah mana kang Sur ... AU yang loncat dari KPU ke PD Atau ... Temen kang Sur yang dengan bangga menulis di proletar dan CC ke berbagai milis hanya untuk bilang " Beliau baik, saya suka diundang ke istana untuk upacara, jadi ... pilihlah partai Bu tong pai ! " Hadah.. --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote: > > Sebenarnya bila aktif di partai minimal bisa tahu gerakan AU ketika di KPU, > dari situ minimal bisa memahami bagaimana seorang AU mencari aman dengan > masuk ke ring 1, sedang seorang Mulyana dijebak dan masuk ring penjara. > > Pemilu di Indonesia terlalu kotor dan kasar permainannya. > > Seorang Hasyim Muzadi pernah bicara di Lawyer Club, bagaimana ditawari oleh > negara adidaya bahwa bisa menjadi pemenang dengan syarat 1 propinsi mendapat > perlakuan khusus ( mengikuti Aceh ) karena pasangannya mBak Mega, jelas > ditolak. > > Dan kita tinggal lihat kelanjutan 1 propinsi lagi, apakah masih bisa > bertahan sampai 2014. > > AU dibenak ku terlalu murah harga jualnya. > ----- Original Message ----- > From: "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> > > > > Tidak mudah untuk menjadi ketum partai yang berkuasa. Apalagi ini masih > > muda. > > > > > > > > --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@> wrote: > >> > >> Huss kunjungan M dan HT sepertinya bukan semata utk memberi simpati dan > >> dukung mendukung, aku koq kepikiran agar AU membuka semua tindakannya > >> terutama ketika masih di KPU dan bagaimana membuat PD menang mutlak. > >> Tentunya juga menyelesaikan nyanyian Nazar > >> > >> AU menurutku bukan orang pintar dan smart, melainkan typikal pencari aman > >> doang. > >> > >> ----- Original Message ----- > >> From: "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
