http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/07/Utama/ut06.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Memelihara Jalan dengan Gaya Belanda 

IBARAT lagu Sepanjang Jalan Kenangan, demikian pula halnya ruas jalan Bangko, 
Kabupaten Merangin - Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci, sepanjang sekitar 240 
kilometer. Namun, kali ini bukan karena siapa pun yang melintas di ruas itu 
akan mendapatkan kenangan manis, justru sebaliknya. 

Ruas itu selama ini menjadi sumber keluhan pengemudi kendaraan penumpang umum, 
pengemudi angkutan barang, pengendara mobil pribadi. Ruas jalan yang buruk. 
Bukan hanya aspal jalan yang terkelupas di sana-sini, namun juga badan dan 
tebing jalan di ruas itu sering ambles. 

Keadaan itu diperburuk dengan kayu tumbang melintang di tengah jalan pada 
beberapa bagian ruas jalan, yang mengancam keselamatan. Demikian pula 
semak-belukar menutupi jalan yang penuh tanjakan, tikungan, jurang, dan bukit 
terjal itu, menyulitkan pengemudi melihat jalan di depan mereka. 

Tak mengherankan ruas jalan tersebut rawan kecelakaan lalu lintas. 

Sulitnya membersihkan ruas jalan Bangko - Sungaipenuh dari semak-belukar dan 
kayu-kayu yang menutupi jalan disebabkan ketiadaan pemeliharaan jalan secara 
rutin. Pemeliharaan jalan di wilayah itu selama ini lebih bersifat 
terpisah-pisah atau sepotong-sepotong. 


Separuh-separuh 

Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Jambi Drs H Afrizal Said 
MM kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/12), mengakui, biasanya 
pemeliharaan jalan di daerah itu dilakukan separuh-separuh. Pemeliharaan jalan, 
apalagi perbaikan, baru dilakukan jika ada proyek. Itu pun biasanya hanya enam 
bulan, sesuai umur proyek. 

Ruas jalan yang tidak masuk proyek dalam satu tahun anggaran, benar-benar akan 
terabaikan. Tidak ada pemeliharaan. Masalah itulah yang terjadi pada sekitar 
120 km ruas jalan batas Bangko - Kerinci hingga daerah Sanggaran Agung, 
Kabupaten Kerinci. 

Menghadapi kenyataan seperti itu, bukan berarti pengelola berpangku tangan. 



Kalaupun tak ada proyek, harus dicari cara lain. Guna mengurangi keluhan 
pengemudi kendaraan dan mencegah kecelakaan lalu lintas akibat semak-belukar 
dan kayu-kayu melintang pada ruas jalan Bangko - Sungaipenuh itu, Dinas 
Kimpraswil Provinsi Jambi mencanangkan pemeliharaan jalan rutin dengan gaya 
Belanda, sistem mandor. Cara itu diterapkan sejak 2005. 

Afrizal Said menambahkan, sistem mandor tersebut pada dasarnya pembentukan 
kelompok kerja, dengan memberdayakan masyarakat setempat, melalui camat. 
Kelompok kerja itu membersihkan ruas jalan rutin sepanjang tahun. 

Saat ini, ada empat kelompok yang menangani pemeliharaan kebersihan ruas jalan 
Bangko - Sungaipenuh. Mereka membersihkan jalan (kecuali pengaspalan) sekitar 
20 kilometer per kelompok. Setiap kelompok kerja diberi fasilitas kerja berupa 
satu unit sepeda motor dan satu unit mesin gergaji kayu untuk menunjang 
kelancaran pekerjaan. Fasilitas lain, yakni pemotong rumput, parang, cangkul, 
sepatu bot, dan topi, satu unit per orang. Mandor mendapat upah Rp 750.000 per 
bulan, dan pekerja Rp 450.000 per bulan. 

"Setelah setahun bergulir, program tersebut berhasil menangani pemeliharaan 
ringan ruas jalan Bangko - Sungaipenuh. 

Keberhasilan itu disambut baik pengemudi angkutan umum, pengemudi angkutan 
barang, dan kendaraan pribadi, karena lebih nyaman," ujarnya. 

Ia berterus terang mengadopsi sistem mandor tersebut dari sistem pemeliharaan 
jalan pada zaman Belanda. Selama ini sistem tersebut terabaikan karena adanya 
sistem proyek yang diterapkan dalam pemeliharaan jalan. 

Afrizal mengatakan, semula kalangan DPRD Provinsi Jambi menolak program sistem 
mandor tersebut karena dananya dimasukkan dalam APBD 2005. Ketika Pemprov Jambi 
mengajukan dana program itu Rp 350 juta dalam APBD 2005, dewan menguranginya Rp 
100 juta. "Pengurangan dana tersebut tidak kami terima. Kalau dana yang kami 
ajukan tidak diterima dewan, kami memutuskan membatalkannya. Namun setelah 
dewan melihat pentingnya pemeliharaan jalan Bangko - Sungaipenuh, akhirnya dana 
yang kami ajukan disetujui," ujarnya. 

Sistem itu, juga akan diterapkan Afrizal pada tahun anggaran 2006. Bukan hanya 
di ruas yang disebut di atas, namun juga direncanakan dilaksanakan untuk ruas 
jalan batas Kota Jambi atau Simpang Kumpeh hingga Suak Kandis, Kabupaten 
Muarojambi sekitar 100 kilometer. Kemudian ruas jalan Simpang Tuan - Kota 
Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat, ruas jalan Tempino - Panerokan - 
Muarabulian, Kabupaten Batanghari dan ruas jalan Sungaipenuh - Tapan, Kabupaten 
Kerinci. 

Pemeliharaan ruas jalan menggunakan sistem mandor yang didanai melalui APBD 
Provinsi Jambi itu hanya untuk jalan provinsi. Namun, jika ada dana dari APBN, 
program yang sama juga dapat dilakukan untuk jalan nasional. 

Kenyataannya, penerapan sistem mandor dalam pemeliharaan rutin ruas-ruas jalan 
provinsi yang menjadi urat nadi perekonomian daerah itu, kata Afrizal, mendapat 
sambutan positif juga dari Departemen Pekerjaan Umum. Bahkan Departemen 
Pekerjaan Umum kini sedang mengkaji kemungkinan pelaksanaan sistem itu. Para 
pejabat di Departemen Pekerjaan Umum dalam suatu rapat di Jakarta baru-baru ini 
menilai sistem mandor tersebut cukup efektif dan efisien. "Bahkan mereka 
berseloroh, ketika Departemen Pekerjaan Umum masih mengkaji sistem tersebut, 
ternyata Jambi sudah berhasil melaksanakannya. Ini kebanggaan bagi Jambi yang 
berhasil melakukan terobosan mengatasi kesulitan dana dan tenaga dalam 
pemeliharaan jalan," ujarnya. 


Pembaruan/Radesman Saragih 


Last modified: 7/12/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke