Congkaknya kepolisian sangat melukai hati rakyat & mahasiswa 
yang 15 tahun lalu membebaskan mereka dari cengkeraman militer / 
ABRI. 

Ditambah kerepotan Susilo Bambang Yudhoyono menjaga citranya 
sebagai "presiden demokratis" di mata tuan-tuan Barat yang 
menuntut syarat demiliterisasi, maka dengan bodohnya dia 
menelantarkan TNI sambil memanja POLRI di pangkuan. Ini membuat 
POLRI merasa kelebihan harga diri untuk sejajar dengan TNI. 

Paling menyolok adalah mempersenjatai POLRI sehebat mungkin 
untuk memerangi terorisme tanpa melibatkan TNI yang (padahal) 
sudah jauh hari dilengkapi unit-unit anti-teror. 

Wajar kalau jenderal-jenderal TNI yang waras bekerut dahi 
melihat egoisme Jendral Yudhoyono yang takut kursinya disita 
tuan-tuan Barat. 

Jelas dan gamblang, bentrok TNI vs POLRI yang ke-26 kalinya 
sejak tahun 2005 (siapa presidennya?) membuktikan 
ketidakbecusan SBY mengendalikan dirinya dari puji-sanjung 
tuan majikan. 

Sesepele itu. 


5 bentrok terdahsyat: 

http://www.merdeka.com/peristiwa/5-bentrok-dahsyat-tni-versus-polri.html



- 

Bentrok TNI-Polri, Irman Gusman: Ada Kesalahan Pembinaan Prajurit
Jumat, 08 Maret 2013, 01:51 WIB 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman 
Gusman menilai, ada yang salah dengan pembinaan disiplin dan mental 
prajurit sehingga sampai terjadi penyerangan oknum anggota TNI 
terhadap markas Kepolisian Resor Ogan KOmering Ulu (OKU) Sumsel.

"Konflik anggota TNI-Polri telah melanggar tujuan dari reformasi 
TNI-Polri. Apalagi kejadian seperti ini bukan baru pertama kali 
terjadi, tetapi sudah berulang kali," katanya di Jakarta, Kamis (7/3).

Pasti ada yang salah dengan pembinaan prajurit dari sisi mental, 
disiplin, dan kepatuhan terhadap visi-misi TNI-Polri, kata Ketua DPD 
RI Irman Gusman menanggapi kejadian penyerangan oknum anggota TNI ke 
Mapolres OKU Sumsel.

Irman konflik anggota TNI-Polri telah melanggar tujuan dari reformasi 
TNI-Polri. Apalagi tambahnya kejadian seperti ini bukan baru pertama 
kali terjadi, tetapi sudah berulang kali.

Irman menegaskan, TNI-Polri harus tegas memberikan sanksi kepada 
anggota yang terlibat penyerangan dan konflik agar kejadian seperti 
ini ke depan tidak terulang lagi.

"Kemudian harus diikuti dengan pembinaan mental yang intensif agar 
anggota TNI-Polri tetap memegang teguh amanat reformasi TNI-Polri," 
kata Irman,

Menurut Irman penyerangan oknum anggota TNI ke Polres OKU, Sumatera 
Selatan, merupakan kejadian yang sangat disesalkan. Kejadian tersebut 
tambahnya seharusnya tidak terjadi karena bagaimanapun tugas TNI dan 
Polri adalah memberi rasa aman kepada masyarakat.

"Konflik tersebut justru akan menjauhkan fokus TNI sebagai alat 
pertahanan negara dan Polri sebagai alat keamanan masyarakat," 
katanya.

Irman menjelaskan sebenarnya setelah reformasi TNI-Polri, masyarakat 
berharap kedua institusi tersebut makin profesional dalam menjalankan 
tugas. TNI tambah Irman menjadi institusi yang netral, tidak terlibat 
politik praktis, dan fokus pada pertahanan negara.

"Tugas TNI adalah menjaga keutuhan wilayah NKRI dari gangguan dan 
serangan pihak-pihak yang menghancurkan keutuhan NKRI," kata Irman.

Demikian juga sebaliknya, tugas Polri adalah menjadi alat penegak 
hukum, ketertiban, dan pengayom masyarakat yang profesional.

Redaktur : Djibril Muhammad     
Sumber : Antara






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke