maklum, buat para homo mah kata2 "jilat" dan "pantat" itu diusahakan 
untuk selalu ada di setiap kesempatan.

--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Payah, tapi kocak. 
> 
> Semua di mata lu terlihat sebagai jilatan ke pantat. 
> 
> Udah gitu keliatan soaknya mental lu karena lebih senang 
> orang sipil dibunuh orang bersenjata daripada sesama orang 
> bersenjata saling bunuh. 
> 
> Moral kerdil bajingan tengik. 
> 
> 
> --- itemabu2 <itemabu2@> wrote:
> 
> > Hehehe... ini sih ngejilat pantat polisi dan tentara.
> > 
> > Polisi dan tentara sampe saling bunuh2an, lalu apanya yg mau 
> > dibanggakan?
> > 
> > 
> > 
> > On 3/8/13, ajeg <ajegilelu@> wrote:
> > 
> > > Kisah sigapnya Polda Jabar dan Kodam Siliwangi redam bentrok
> > >
> > > Reporter : Alwan Ridha Ramdani
> > > Jumat, 8 Maret 2013 07:29:43
> > >
> > > Medio Oktober 2009, kesatuan Kala Hitam TNI Batalyon 312 Kala 
> > > Hitam Subang berduka. Praka Asep Ridwan (29) meninggal dunia 
> > > setelah berkelahi dengan Bripka RN anggota Polresta Bandung 
> > > Barat, karena hal yang sepele di jalan raya.
> > >
> > > Tak berlangsung lama, kabar kematian anggota Kala Hitam itu 
> > > menyebar. Tersiar kabar aksi balasan dari prajurit TNI menyeruak 
> > > di Bandung dan Kota Cimahi, apalagi wilayah Kota Bandung dan 
> > > Cimahi merupakan markas berbagai kesatuan tentara.
> > >
> > > Saat itu, hampir tidak ada polisi di jalanan. Semuanya di tarik ke
> > > markas. Tetapi, setelah kejadian akhirnya ada pengrusakan Pos 
> > > Polisi di perempatan jalan Cibeureum, Cimahi, walaupun tidak 
> > > diketahui siapa pelakunya.
> > >
> > > Kala itu, petinggi Kepolisian dan TNI bertindak cepat. TNI
> > > mengumumkan anggotanya untuk masuk barak. Dandim 0609 Kabupaten
> > > Bandung Letkol Kav Yanuar Adil saat itu langsung datang ke rumah
> > > sakit Dustira, Cimahi untuk memastikan jenazah dan mengamankan
> > > situasi di tengah kabar dan isu penyerangan kembali.
> > >
> > > Bukan hanya itu, Wakapolda Jawa Barat Brigadir Jenderal Momon 
> > > Rusmana langsung mengunjungi keluarga korban tidak berselang lama 
> > > setelah jenazah sampai ke rumah duka. Polisi juga menyerahkan 
> > > bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 150 juta untuk keluarga 
> > > korban. Bantuan tersebut terdiri dari Rp100 juta untuk istri dan 
> > > biaya pendidikan anak korban bernama Nabila serta Rp 50 juta 
> > > untuk adik korban, Kiki Sudrajat yang kala dirawat di RSUD 
> > > Cibabat. Selain itu, pelaku kekerasan langsung ditahan polisi.
> > >
> > > Tak berapa lama, pertemuan juga diadakan di Markas Kala Hitam 
> > > Subang Jawa Barat untuk menenangkan prajurit agar tidak melakukan 
> > > gerakan. Bahkan Pangdam Siliwangi kala itu, melakukan pengecekan 
> > > rutin terhadap prajurit TNI di setiap satuan di wilayah Bandung 
> > > dan Cimahi.
> > >
> > > "Kalaupun dalam pengecekan ada prajurit yang keluar tanpa izin, 
> > > maka komandan satuan akan diminta segera untuk mengecek keberadaan
> > > prajurit tersebut," kata Panglima Daerah III Siliwangi, Mayjen 
> > > Rasyid Qurnuen Aquary kala itu.
> > >
> > > Dua pekan setelah itu, Pangdam dan Kapolda Jawa Barat Timur 
> > > Pradopo melakukan Apel bersama di Brigif, Cimahi untuk 
> > > mengendalikan situasi. Bahkan, Timur Pradopo saat itu menjanjikan 
> > > pelimpahan kasus tersebut ke pengadilan dalam waktu tempo 40 hari.
> > >
> > > Setelah pertemuan antara dua petinggi keamanan Jawa Barat, isu 
> > > balas dendam dan pengrusakan pos polisi hilang dengan sendiri. 
> > > Kecepatan pimpinan dalam melakukan tindakan pada korp bayangkara 
> > > dan tentara yang melanggar hukum, bisa meredam konflik tidak 
> > > meluas. Mungkin ini bisa ditiru agar bentrok antara Polisi dan 
> > > Tentara tidak meluas dan masyarakat pun tidak dibuat was-was. 
> > >
> > > [dan]
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke