Nama organisasinya sih ok, Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia. Tapi 
ujung2nya sih sama kutap kutip tulisan orang dengan bau fundamentalis yg kental 
banget.

Entah kenapa saya memandang muslim yg fundamental itu gak mungkin intelektual, 
karena seseorang yang intelektual harusnya bisa lepas dari doktrin. Sementara 
lepas dari doktrin itu, udah pasti gak fundamental. (Ini rumus gue yg terkenal 
itu lho...)

Gak ada masalah dengan demokrasi di Indonesia yang gak bisa dibetulkan, tapi 
jelas akan banyak masalah dengan agama yg mau ikut campur urusan negara. Banyak 
tokoh muslim Indonesia yg ngomong bullshit "thinking out of the box" lah, tapi 
masih tinggal di dalem mobil box.

Indonesia itu negri majemuk for heaven sake. Alquran versi manapun gak ada yg 
bisa dijadikan referensi, kecuali syariah ISlam. Dan syariah Islam hanya betul 
dalam pandangan orang ISlam. Mana out of the boxnya kalo disuruh mandangnya 
cuma dari Alquran?

Apalagi dengan kata2 "Ini yg benar kok"....

So much for intelektual.. mungkin ada baiknya si Bachtiar ini baca2 tulisan di 
proletar yg membahas apa arti "BENAR"

PS: Bilangin si jcmk, partai di amerika banyak...





--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Sila Kerakyatan adalah landasan 'demokrasi hikmat / 
> kebijaksanaan / kearifan dalam permusyawaratan' yang 
> digali dari jiwa bangsa-bangsa di Kepulauan Nusantara. 
> 
> 
> --- jcmk <justcallme@> wrote: 
> 
> > Yg di indonesia itu bukan demokrasi. Tapi kebablasan. Ngawur.
> > 
> > Amerika pun, demokrasinya partainya gak sebanyak ini. 
> > 
> > Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@> wrote: 
> > 
> > > Indonesia Terjajah dengan Demokrasi
> > > 
> > > Jakarta- Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), 
> > > Bachtiar Nasir mengatakan apa yang disebut demokrasi dan 
> > > liberalisme merupakan sebuah penjajahan.
> > > Ia mengutip ucapan seorang pengamat asal Singapura yang bertutur 
> > > bahwa Indonesia telah terperangkap dengan demokrasi.
> > > "Anda orang Indonesia sudah terperangkap oleh demokrasi yang 
> > > membuat anda tidak bisa lagi bebas berfikir,"kutip Direktur 
> > > Ar-Rahman Foundation ini, saat talkshow Islamic Book Fair (IBF), 
> > > Ahad (10/3) Istora Senayan, Jakarta.
> > > Ia menuturkan partai Islam dan tokoh Islam dilihat dari 
> > > prilakunya adalah pendusta agama. Sebab, apa yang terlihat dengan 
> > > kehidupan kesantrian dengan apa yang mereka jalankan berbanding 
> > > terbalik. "Pragmatisme, hedonisme hingga kapitalisme membuat 
> > > mereka terperosok sangat jauh," imbuhnya.
> > > Ia berpesan pada para pemuda, agar thingking out the box dan 
> > > tetap berfikir dari sudut pandang al-Quran. "Kita bangun generasi 
> > > qurani dan tetap kokoh pada al-Quran, ini yang benar kok," 
> > > tegasnya.
> > > Ia pun berpendapat untuk tidak berharap pada demokrasi yang hanya 
> > > menjadi penjajah di Indonesia. Tegas Bachtiar bahwa menjadi 
> > > pemimpin tidak harus melalui pemilu."Indonesia merdeka tidak 
> > > dengan pemilu, lengsernya Soekarno ke Soeharto tidak pakai 
> > > pemilu, begitu pun Soeharto ke Habibie nggak pakai pemilu," 
> > > pungkasnya.[] (Mediaumat.com 10/3/2013) 
> >
> > --
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke