Kalau pertanyaannya "siapa", jawabannya ya "siapa saja". Dalam arti, semua orang, bersama-sama. Terutama orang-orang yang sadar bahwa butir-butir sila itu adalah rumusan dari falsafah hidup orang senusantara.
Falsafah itu sendiri kan memang ada, hidup di masyarakat. Dan, rumusan Pancasila membantu orang mengenali cara hidupnya. Mengenali jatidirinya. Tidak persis betul, tapi ini ibarat rumus fisika yang digali dari alam untuk mempermudah kita mengenali sifat-sifat alam itu sendiri. Karena itu jadi lucu kalau untuk berdemokrasi kita harus meniru atau memakai falsafah bangsa lain yang hidup dengan budaya dan iklim politik yang berbeda dari kita. Biar saja orang Singapur di bawah itu bicara semaunya, toh negaranya memang tidak mengenal demokrasi. Pendeknya, jangan lepas burung di tangan untuk mengejar burung di pekarangan tetangga. Mendorong demokrasi haruslah bersama-sama. Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Kalau mendorong sendirian, itu laksana kenek metromini yang busnya mogok di tengah jalan.. --- jcmk <justcallme@...> wrote: > siapa, Jeg, yang kira-kira bisa mendorong bangsa ini kembali ke > hakikat sila ke-4 > > masak gini terus dibiarkan ? > > capek kita ... > > ajeg <ajegilelu@...> : > > > Sila Kerakyatan adalah landasan 'demokrasi hikmat / > > kebijaksanaan / kearifan dalam permusyawaratan' yang > > digali dari jiwa bangsa-bangsa di Kepulauan Nusantara. > > > > > > --- jcmk <justcallme@...> wrote: > > > > > Yg di indonesia itu bukan demokrasi. Tapi kebablasan. Ngawur. > > > > > > Amerika pun, demokrasinya partainya gak sebanyak ini. > > > > > > Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...> wrote: > > > > > > > Indonesia Terjajah dengan Demokrasi > > > > > > > > Jakarta- Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia > > > > (MIUMI), Bachtiar Nasir mengatakan apa yang disebut demokrasi > > > > dan liberalisme merupakan sebuah penjajahan. > > > > Ia mengutip ucapan seorang pengamat asal Singapura yang > > > > bertutur bahwa Indonesia telah terperangkap dengan demokrasi. > > > > "Anda orang Indonesia sudah terperangkap oleh demokrasi yang > > > > membuat anda tidak bisa lagi bebas berfikir," kutip Direktur > > > > Ar-Rahman Foundation ini, saat talkshow Islamic Book Fair > > > > (IBF), Ahad (10/3) Istora Senayan, Jakarta. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
