Harus diakui ini langkah cerdik Cina dalam menghadapi 
gangguan yang merintangi perdagangannya. Bukan rahasia lagi 
bahwa persekutuan "dunia internasional" yang dimandori AS 
sangat bernafsu menutup akses perdagangan Cina dengan Afrika, 
Timur-tengah, dan Eropa Timur. Tanpa malu, persekutuan Barat itu 
berupaya menutup akses tsb dengan menguasai Selat Malaka dan 
3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). 

Cara termudah dan termurah untuk ini tentu saja dengan membuat 
Indonesia terpecah-belah. Sekurangnya, menjadikan negeri ini
kacau-balau. Dimulai dengan memerdekakan Timtim (dirancang 
untuk merembet menjadi Perang Ambon, Poso, terorisme dst) sambil 
menghidupkan kembali GAM, RMS, OPM, NII, dan sudah barang tentu 
termasuk menempatkan bonekanya di istana. 

Syukurlah, kendati sang boneka luarbiasa lugu (kalau tak boleh 
disebut o'on) NKRI tetap eksis sampai hari ini. Selat Malaka 
dan 3 ALKI masih terbuka bebas bagi pelayaran internasional. 
Dengan begitu, kawasan Asia Tenggara ikut memberikan sumbangsih 
bagi perdamaian dunia. 

Kalau menjaga perdamaian Asia Tenggara ini yang mendasari 
niat RRC membuka 'jalur sutra' baru melalui pelabuhan Gwadar, 
maka ini adalah langkah yang bukan saja cerdik bagi kepentingan
RRC sendiri, tapi juga cerdas bagi kemanusiaan. Mencegah 
munculnya kawasan konflik baru, menghindari jatuhnya korban 
yang tidak perlu, menunjukkan perkembangan akal-budi yang 
cemerlang. 

Bayangkan, sengketa di Laut Cina Selatan yang dalam kacamata 
militer "tidak maju-maju" alias tidak kunjung pecah menjadi perang, 
akhirnya membuat Nyonya Clinton kegatelan menggiring 5 negara 
pemegang hak veto PBB (yang kebetulan juga pemilik senjata nuklir) 
untuk menandatangani perjanjian membebaskan Asia Tenggara dari 
senjata nuklir, tahun 2011 lalu. 

Sepintas, perjanjian itu terdengar amat manis. Tetapi di 
sebaliknya jelas itu tabuhan genderang untuk menceburkan Asia 
Tenggara ke dalam kobaran perang. Bunyinya: biarkan sengketa 
wilayah menjadi konflik bersenjata, dan silakan ke-5 negara 
penandatangan ikut serta asal... tidak memakai senjata nuklir! 

Cina, sebagai salahsatu penandatangan yang kebetulan terlibat 
sejumlah sengketa pulau dengan para tetangga di Laut Cina Selatan, 
jelas harus mengutamakan kepentingan nasionalnya terlebih dahulu. 
Dengan membuka jalur sutra baru melalui pelabuhan Gwadar berarti 
kepentingan mereka tetap berjalan sekaligus menghindari konflik 
terbuka dengan para tetangga di Laut Cina Selatan yang bisa 
menjadi "ranjau" dalam menghadapi AS & sekutu. 

Langkah Cina ini juga membuat pemandangan di berbagai wilayah 
sedikit demi sedikit menjadi lebih terang. Menyibak tirai 
yang menyelubungi sikap "dunia internasional" yang membiarkan 
Teluk Aden keruh oleh bajak laut Somalia, dan memperjelas kenapa 
kawasan Asia Barat (Iran, Irak) serta Asia Selatan (Afghanistan, 
Pakistan, India) terus dilumat kekacauan. 

Untuk menghancurkan perdagangan Cina di jalur sutra baru ini, 
persekutuan Barat harus menyiapkan langkah yang lebih besar, 
lebih dahsyat (dan lebih mahal) dari membunuh Benazir Bhutto. 


--- "Teddy S." <teddyr@...> wrote:

> RRC berhasil menguasai pelabuhan laut dalam Gwadar (Baluchistan).
> 
> http://dawn.com/2013/02/19/china-given-contract-to-operate-gwadar-port/
> 
> http://paktribune.com/business/news/China-mulls-Gwadar-Rato-Dero-highway-funding-10972.html
> 
> Ini merupakan suatu langkah yang sangat strategis karena semua 
> kebutuhan minyak dan barang-barang tambang kebutuhan RRC dari 
> Afrika nantinya bisa disalurkan lewat jalan darat dari Gwadar 
> melalui Karakorum ke RRC yang mana jaraknya hanya tinggal 2000 km 
> ketimbang lewat laut yang 4000 km.
> 
> Sebaliknya expor mendatang RRC ke Eropa, Timur Tengah dan Afrika 
> akan semakin murah dengan berkurangnya biaya transport.
> 
> Dari segi militer, pelabuhan laut dalam ini bisa dimanfaatkan oleh 
> armada AL termasuk armada kapal selam RRC, walaupun mereka 
> sebelumnya sudah dapat konsesi untuk memakai pelabuhan yang 
> letaknya dibagian Selatan Sri Lanka yang merupakan bagian "string 
> of pearls".
> 
> Dua fihak yang cuap-cuap keberatan dengan langkah strategis 
> Pakistan ini, yaitu India dan AS.
> 
> http://www.hindustantimes.com/world-news/China/China-s-control-of-Gwadar-will-deter-India-says-report/Article1-1015684.aspx
> 
> http://blogs.tribune.com.pk/story/16196/why-all-this-fuss-over-gwadar/
> 
> http://www.nytimes.com/2013/02/01/world/asia/chinese-firm-will-run-strategic-pakistani-port-at-gwadar.html?_r=1&;
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke