Paling mengagumkan adalah ketelatenan RRC dan Pakistan 
dalam membangun kesepahaman di tengah situasi yang sulit. 
Telaten betul pemimpin-pemimpin Cina & Pakistan merajut 
kepercayaan di atas syarat Benazir, "No Mackinder" 
(Halford Mackinder, orang Inggris yang berteori tentang 
pemindahan perang oleh Rusia dari Timur Jauh vs Jepang 
ke Balkan yang akhirnya meletuskan PD I). 

Mengagumkan karena kerjasama yang coba diobrak-abrik 
dengan pembunuhan Benazir itu tetap berlangsung di bawah 
hidung AS. 


--- "Teddy S." <teddyr@...> wrote:

> Wow, salut!!!
> 
> Bung Dipo rupanya sudah bisa melihat "benang merahnya".
> 
> Berita ini sebenarnya dibawa oleh kolega muda saya yang baru pulang 
> dari Karachi beberapa hari yang lalu. Dia bilang langkah ini 
> merupakan salah satu dari dua gebrakan menjelang pemilu Pakistan 
> dalam waktu dekat ini. Gebrakan satunya lagi adalah 
> ditandatanganinya proyek pembangunan pipa gas Iran - Pakistan.
> 
> Persetujuan Gwadar ini ini merupakan persetujuan 'win - win' bagi 
> kedua belah fihak. Dari fihak RRC yang akan membangun jalan raya 
> lewat Karakorum yang selalu bersalju dimusim dingin, proyek ini 
> akan memberikan banyak peluang kerja bagi para warga Uighur hingga 
> mereka bakalan tidak rewel lagi. Bagi fihak Pakistan, proyek ini 
> juga memberikan banyak lapangan kerja bagi rakyatnya disamping 
> nantinya Pakistan juga bisa mengexpor produk-produk mereka lewat 
> infrastruktur yang sudah dibangun.
> 
> Bisa dilihat pada peta yang dimuat NY Times betapa strategisnya 
> letak Gwadar itu.
> 
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: 
> 
> > Harus diakui ini langkah cerdik Cina dalam menghadapi 
> > gangguan yang merintangi perdagangannya. Bukan rahasia lagi 
> > bahwa persekutuan "dunia internasional" yang dimandori AS 
> > sangat bernafsu menutup akses perdagangan Cina dengan Afrika, 
> > Timur-tengah, dan Eropa Timur. Tanpa malu, persekutuan Barat itu 
> > berupaya menutup akses tsb dengan menguasai Selat Malaka dan 
> > 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). 
> > 
> > Cara termudah dan termurah untuk ini tentu saja dengan membuat 
> > Indonesia terpecah-belah. Sekurangnya, menjadikan negeri ini
> > kacau-balau. Dimulai dengan memerdekakan Timtim (dirancang 
> > untuk merembet menjadi Perang Ambon, Poso, terorisme dst) sambil 
> > menghidupkan kembali GAM, RMS, OPM, NII, dan sudah barang tentu 
> > termasuk menempatkan bonekanya di istana. 
> > 
> > Syukurlah, kendati sang boneka luarbiasa lugu (kalau tak boleh 
> > disebut o'on) NKRI tetap eksis sampai hari ini. Selat Malaka 
> > dan 3 ALKI masih terbuka bebas bagi pelayaran internasional. 
> > Dengan begitu, kawasan Asia Tenggara ikut memberikan sumbangsih 
> > bagi perdamaian dunia. 
> > 
> > Kalau menjaga perdamaian Asia Tenggara ini yang mendasari 
> > niat RRC membuka 'jalur sutra' baru melalui pelabuhan Gwadar, 
> > maka ini adalah langkah yang bukan saja cerdik bagi kepentingan
> > RRC sendiri, tapi juga cerdas bagi kemanusiaan. Mencegah 
> > munculnya kawasan konflik baru, menghindari jatuhnya korban 
> > yang tidak perlu, menunjukkan perkembangan akal-budi yang 
> > cemerlang. 
> > 
> > Bayangkan, sengketa di Laut Cina Selatan yang dalam kacamata 
> > militer "tidak maju-maju" alias tidak kunjung pecah menjadi 
> > perang, akhirnya membuat Nyonya Clinton kegatelan menggiring 5 
> > negara pemegang hak veto PBB (yang kebetulan juga pemilik senjata 
> > nuklir) untuk menandatangani perjanjian membebaskan Asia Tenggara 
> > dari senjata nuklir, tahun 2011 lalu. 
> > 
> > Sepintas, perjanjian itu terdengar amat manis. Tetapi di 
> > sebaliknya jelas itu tabuhan genderang untuk menceburkan Asia 
> > Tenggara ke dalam kobaran perang. Bunyinya: biarkan sengketa 
> > wilayah menjadi konflik bersenjata, dan silakan ke-5 negara 
> > penandatangan ikut serta asal... tidak memakai senjata nuklir! 
> > 
> > Cina, sebagai salahsatu penandatangan yang kebetulan terlibat 
> > sejumlah sengketa pulau dengan para tetangga di Laut Cina 
> > Selatan, jelas harus mengutamakan kepentingan nasionalnya 
> > terlebih dahulu. Dengan membuka jalur sutra baru melalui 
> > pelabuhan Gwadar berarti kepentingan mereka tetap berjalan 
> > sekaligus menghindari konflik terbuka dengan para tetangga di 
> > Laut Cina Selatan yang bisa menjadi "ranjau" dalam menghadapi AS 
> > & sekutu. 
> > 
> > Langkah Cina ini juga membuat pemandangan di berbagai wilayah 
> > sedikit demi sedikit menjadi lebih terang. Menyibak tirai 
> > yang menyelubungi sikap "dunia internasional" yang membiarkan 
> > Teluk Aden keruh oleh bajak laut Somalia, dan memperjelas kenapa 
> > kawasan Asia Barat (Iran, Irak) serta Asia Selatan (Afghanistan, 
> > Pakistan, India) terus dilumat kekacauan. 
> > 
> > Untuk menghancurkan perdagangan Cina di jalur sutra baru ini, 
> > persekutuan Barat harus menyiapkan langkah yang lebih besar, 
> > lebih dahsyat (dan lebih mahal) dari membunuh Benazir Bhutto. 
> > 
> > 
> > --- "Teddy S." <teddyr@> wrote:
> > 
> > > RRC berhasil menguasai pelabuhan laut dalam Gwadar 
> > > (Baluchistan).
> > > 
> > > http://dawn.com/2013/02/19/china-given-contract-to-operate-gwadar-port/
> > > 
> > > http://paktribune.com/business/news/China-mulls-Gwadar-Rato-Dero-highway-funding-10972.html
> > > 
> > > Ini merupakan suatu langkah yang sangat strategis karena semua 
> > > kebutuhan minyak dan barang-barang tambang kebutuhan RRC dari 
> > > Afrika nantinya bisa disalurkan lewat jalan darat dari Gwadar 
> > > melalui Karakorum ke RRC yang mana jaraknya hanya tinggal 2000 
> > > km ketimbang lewat laut yang 4000 km.
> > > 
> > > Sebaliknya expor mendatang RRC ke Eropa, Timur Tengah dan 
> > > Afrika akan semakin murah dengan berkurangnya biaya transport.
> > > 
> > > Dari segi militer, pelabuhan laut dalam ini bisa dimanfaatkan 
> > > oleh armada AL termasuk armada kapal selam RRC, walaupun mereka 
> > > sebelumnya sudah dapat konsesi untuk memakai pelabuhan yang 
> > > letaknya dibagian Selatan Sri Lanka yang merupakan bagian 
> > > "string of pearls".
> > > 
> > > Dua fihak yang cuap-cuap keberatan dengan langkah strategis 
> > > Pakistan ini, yaitu India dan AS.
> > > 
> > > http://www.hindustantimes.com/world-news/China/China-s-control-of-Gwadar-will-deter-India-says-report/Article1-1015684.aspx
> > > 
> > > http://blogs.tribune.com.pk/story/16196/why-all-this-fuss-over-gwadar/
> > > 
> > > http://www.nytimes.com/2013/02/01/world/asia/chinese-firm-will-run-strategic-pakistani-port-at-gwadar.html?_r=1&;
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke