Lah lu ga tau beh si reza dah murtad? http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/373034
http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/373448 --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote: > lu boleh dateng ke vegas, asal bersedia dibaptis > gue ogah masuk mesjid di sini, > gue ngga betah liat jemaat dari pakistan dan timteng > kalau gue masih islam, gue mendingan sholat dalam gereja > > > > > ________________________________ > From: rezameutia <rezameutia@...> > To: [email protected] > Sent: Thursday, March 14, 2013 8:59 AM > Subject: [proletar] Boston... > > >  > Brrr...., gila dingin banget! > > Gw mendarat di Boston udah langsung disambut dengan salju dan extreme weather > di Boston. Memang sebelumnya udah diprediksi bahwa di Northeastern bakalan > dihantam badai salju, jadi gw udah prepared for the worst untuk badai > tersebut. > > Gw pergi ke Boston untuk nonton anak gw yang mewakili universitasnya berdebat > atas undangan dari Harvard University. Banyak juga mahasiswa yang mewakili > Indonesia di forum debat tersebut, ada dari ITB, UI, Unpad, Unsri, Unhas, dan > bahkan ada juga delegasi rombongan dari Djarum Foundation. > > Ada sekitar 1000-an mahasiswa dari seluruh dunia yang ikut berpartisipasi > dalam acara forum debat undangan dari Harvard University ini. > > Sehari - dua hari masih oke juga nonton mereka berdebat. Disamping itu, gw > memang malas juga keluar karena sedang snowing dan suhu nya bener2 dingin > banget. > > Tapi setelah lewat 2 hari itu gw bosen juga, apalagi anak gw setiap gw ajak > lunch atau dinner, anak gw selalu nggak punya waktu karena harus berdiskusi > dengan tim nya untuk menyiapkan makalah, menyiapkan tulisan untuk besok, > macem2 lah kegiatannya dan dia sangat sibuk dan acaranya berakhir jam 11 > malam setiap hari. > > So, praktis hari ketiga setelah sarapan gw jalan2 sendirian menikmati kota > Boston yang dilapisi oleh salju. Seluruh kota Boston ditutupi oleh salju > karena hampir setiap malam snowing mulu. Putih dimana-mana dan cantik sekali. > > Lalu, gw berkunjung ke Boston Museum of Fine Arts dengan membeli tiket masuk > 25 dolar.  Museum ini besar sekali dan udah pasti nggak akan selesai untuk > dilihat koleksinya dalam 1 hari.  > > Pada saat itu gw udah skip bagian Europe Arts dengan harapan bisa selesai > melihat seluruh koleksinya, tapi masih nggak bisa selesai juga melihat > seluruh koleksinya dalam 1 hari. > > Gw skipped Europe Arts karena menurut gw, museum Louvre, Pompidou, d'Orsay, > atau museum di Florence masih lebih bagus dan lebih rancak koleksi lukisan > dan patungnya dibandingkan dengan BMFA, jadi gw melihat bagian koleksi > Amerika, Asia, Mesir, dan lainnya. > > Gw sangat terkagum-kagum dengan lukisan Andy Wharhol seperti Jackie O, > Marilyn Monroe, dan tentu saja.... Mick Jagger.  Gw kaget juga ada lukisan > Mick Jagger di BMFA yang bergengsi itu. > > http://www.mfa.org/collections/object/mick-jagger-35594 > > Besoknya gw udah merencanakan untuk makan siang di Barking Crab restaurant, > soale gw udah diwanti wanti sama temen gw dari Jkt hukumnya 'wajib, kudu, dan > harus', makan di Barking Crab restaurant. > > Ya gitu deh..., sesuai dengan wanti2 temen gw, gw makan disana sendirian, > pesan crab dan lobster beserta sampingannya, lalu minum air putih, bill nya > setelah ditambah tax dan tip 15%, gw keluarin duit sekitar 40 dolar.  Very > expensive... > > Crab dan lobster nya sih memang enak banget, fresh dan langsung dari Alaska. >  Jadi..., ya gitu deh, walaupun gw udah tau bakalan mahal tapi kalo udah ke > Boston kita musti makan crab dan lobster di Barking Crab restaurant. > > Keesokan harinya, hari Jumat, gw cari mesjid di Boston untuk sholat Jumatan. >  Ada beberapa mesjid disekitar Boston, tapi gw pilih mesjid paling besar di > sekitar Boston, sekitar 20 menit pake subway dari Boston. > > Kapasitas mesjid ini cukup besar, kurang lebih sebesar mesjid Sunda Kelapa di > Menteng yang terdiri dari dua lantai.  Ada hal yang rada unik menurut gw, > karena pada waktu sholat Jumat, perempuan juga ikutan sholat di mesjid itu.  > Suatu hal yang tidak pernah terjadi di Indonesia karena perempuan tidak > diwajibkan untuk sholat Jumat. > > Gw sangat beruntung karena pada waktu 3 hari terakhir itu tidak ada salju > turun dan ada matahari walaupun tetep dingin sekali karena temperatur > dikitaran 20 - 27 F, alias tetep dibawah nol C.  Maghrib setelah gw sampe di > hotel barulah turun salju lagi sehingga gw cuma mendekam di kamar hotel aja. > > Besoknya, hari Sabtu, gw instruksikan sama anak gw harus lunch bareng karena > hari Minggu acaranya udah selesai dan gw udah cabut dari Boston, so nggak ada > kesempatan makan bareng lagi.  Soale, praktis gw nggak pernah barengan sama > dia.  > > So, kita lunch di Cheers 'where everybody knows your name', karena masalah > nostalgia film seri tivi dan menurut gw Cheers cafe established 1895 > merupakan salah satu ikon kota Boston juga. >  > Kita makan bertiga, ketiganya pesen burger, fries, dan minum air putih, > habisnya lebih dari 50 dolar termasuk tip. Segala macam memang serba mahal > di Boston ini. > > Setelah lunch lalu kita berpisah dan gw melanjutkan perjalanan mengunjungi > kampus MIT dan Harvard pake subway. MIT kampusnya sangat besar dan menyatu > dengan kota, mirip kampus UC Berkeley. > > Ada satu gedung sumbangan dari Bill Gates sebesar 20 juta dolar yang > berbentuk sangat unik dan sangat modern sekali. > > http://www.flickr.com/photos/nancylynnfree/3900587973/ > > Gw masuk ke kampusnya lalu keluar-masuk gedung setelah itu gw istirahat > duduk2 sambil ngopi sambil mengagumi kampus MIT. Memang bukan nama kosong > kalo MIT dikatakan sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. > > Setelah puas menikmati kampus MIT, lalu gw pergi mengunjungi Harvard > University yang tidak terlalu jauh jaraknya dari MIT. > > Harvard University kampusnya terlihat sangat tua dan 'angker'. > Sangat berwibawa. > > Kampus Harvard gedung2nya terlihat kuno dan sangat berbeda dengan MIT yang > terlihat modern. Secara kasat mata, gw lebih suka melihat kampus MIT, tapi > secara batiniah gw lebih suka kampus Harvard. > > Kayaknya spiritualitas kampus Harvard lebih 'dalem' dan begitu gw masuk ke > kampusnya seperti udah ada 'tekanan'. Mungkin karena tampilan semua > gedungnya yang tua dan berwarna merah bata sehingga terlihat angker dan > berwibawa. > > Klo di kampus MIT gw masih bisa relax menikmati suasana kampus sambil duduk2 > sembari ngopi, tapi di kampus Harvard ini rasanya seperti nggak betah dan > pengen cepat2 cabut aja. > > Mungkin karena wibawa dari kampus Harvard ini yang bikin gw nggak betah > berlama-lama disini. Setelah mengunjungi bookstore untuk membeli oleh2, gw > langsung keluar kampus dan selesai mengunjungi Harvard karena sudah sore hari. > > Gw langsung balik ke hotel untuk packing karena besok pagi setelah sarapan gw > udah pergi meninggalkan Boston menuju Medford, Oregon. > > --- > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
