Jadi teringat persiapan ke Harbin saat musim dingin pada beberapa tahun yang 
lalu.

Agar tidak kedinginan kita perlu pakaian khusus yang berlapis-lapis. Lapisan 
pertama adalah 'thermal wear' yang berupa baju tangan panjang dan celana 
panjang dari bahan khusus. Ini diperlukan sebelum mengenakan kemeja dan celana 
panjang yang tentunya dari bahan yang tahan dingin juga. Diluar kemeja kita 
perlu jaket khusus yang tahan dingin (fleece). Diluar ini kita perlu lagi jaket 
dari bahan GORE-TEX yang ringan, tahan angin dan tahan air.

Kepala dilapisi dengan 'balaclava' seperti yang biasa dipakai para perampok 
bank, leher dilindungi dengan 'neck gaiter' dan diatas 'balaclava' sebagai 
penutup kepala kita pakai lagi sebuah 'fleece beanie'.

Kedua tangan juga dilapisi dengan beberapa lapis sarung tangan yang juga 
terbuat dari bahan-bahan khusus.

Semuanya ini saya pakai saat menjajal pendakian Tembok Cina dari gerbang Mu 
Tian Yu. Gerbang ini saya pilih setelah sebelumnya berkomunikasi dengan sang 
petualang Agustinus Wibowo yang terkenal lewat petualangan-petualangannya. 
http://media.kompasiana.com/buku/2011/12/24/selimut-debu-karya-agustinus-wibowo-sebuah-resensi-424964.html

Pandakian lewat gerbang ini jauh lebih sukar daripada pendakian Tembok Cina 
lewat gerbang Ba Da Ling yang demikian komersial, walaupun ada gerbang yang 
lebih sukar lagi dan menurut Hongming ini cocoknya untuk para pendaki gunung 
terlatih.

Saat saya sedang mendaki ada tiupan angin cukup kencang yang membawa 
butiran-butiran salju ke muka dan ini adalah tantangan yang terberat bagi saya 
karena jadinya sangat sukar bernafas. Untung dalam hal ini ada sang 'neck 
gaiter' yang bisa ditarik keatas untuk menutupi hidung. 

Selama mendaki saya tidak mengalami rasa dingin sama sekali padahal temperatur 
jelas-jelas cukup jauh dibawah 0 derajat Celsius. Sebagai perbandingan saat itu 
temperatur di Beijing hanya -5 derajat Celsius dan tanpa memakai semua 
perlengkapan saja sudah tidak terasa dingin sama sekali. 

Setelah bersusah payah akhirnya saya bisa juga mendaki titik tertinggi Tembok 
Cina lewat gerbang Mu Tian Yu tersebut. Jelaslah tanpa tahunan kebugaran fisik 
terlatih di gym, saya pasti tidak akan mampu melakukannya.

Setelah turun kembali untuk pulang dan sementara kami menunggu sang sopir yang 
entah menghilang kemana, barulah saya merasakan rasa dingin yang teramat luar 
biasa dan ini terutama pada kedua tangan. Seakan-akan semua perlengkapan yang 
dikenakan tidak ada artinya untuk menahan hawa dingin yang luar biasa tersebut. 
Untunglah akhirnya sang sopir nongol juga hingga kami bisa cepat masuk kedalam 
mobil yang ada pemanasnya dan kembali dengan cepat ke Beijing.


--- In [email protected], "kim" <kimhook@...> wrote:
>
> Harr pada cengeng luh !
> 
> Kenapa musti ber beran sagala. Kalo musim dingin yang pake
> pakean yang sewajarnya untuk musim dingin. Pake kaus tangan,
> sepatu bot, pake syal dileher dan mantel yang tebal.
> 
> Musim dingin mudah ditanggulangi, dengan syarat punya mental
> yang dikitan perkasa, jangan cengeng dikarenakan dingin dan
> susah dapet nasi.
> 
> Bukan itu saja, musim dingin banyak faedah buat manusia agar 
> awet muda dan berkulit tidak cepat pheot dini dikarenakan kulit
> terbakar matahari.
> 
> Dibuktikan tempo hari sewaktu mudik. Punakawan yang sebaya
> terheran-heran melihat si Kim tetap gagah dan perkasa, awet
> muda dibandingkan mereka raut muka udah pada pheoot. Pada hal
> baru 40 an.
> 
> Choba ajah kamhu berkacha dichermin...udhah padha pheoot khan ?
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@> wrote:
> ...
> > jadi kalo pas ngerasain suhu sub zero begitu, langsung deh 
> > inget bahwa kampung sendiri itu emang sorga.
> > 
> > tinggal di negara dengan dua musim, memang ngga ada duanya.
> > 
> > nice story, by the way.
> > 
> > --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> > >
> > > Brrr...., gila dingin banget!
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke