http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/12/utama/2279960.htm

 
Kelaparan di Yahukimo Baru Awal 
Ajari Penduduk Bercocok Tanam



Yahukimo, Kompas - Setelah mengunjungi Desa Koropon, salah satu dari tujuh 
kawasan yang dilaporkan dilanda kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Menteri 
Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie menyatakan belum ada 
peristiwa kelaparan besar di wilayah itu, melainkan hanya gejala awal kelaparan.

Ada satu-dua orang yang kurus kering dan busung lapar, tetapi tidak seperti 
yang digembar-gemborkan selama ini. Meskipun demikian, gejala awal itu perlu 
ditangani segera sehingga jangan sampai terjadi bencana kelaparan, kata 
Aburizal dalam pertemuan dengan para pejabat di Sumohai (Dekai), ibu kota 
Kabupaten Yahukimo, Minggu (11/12).

Meski demikian, Bupati Yahukimo Ones Pahebol tetap mengonfirmasi bahwa ada 55 
warganya yang meninggal akibat kelaparan sepanjang 11 November-7 Desember 2005.

Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Kabupaten Yahukimo, kondisi terparah ada 
di Desa Koropon (15 orang meninggal), disusul Nalca (11), Sela (9), Dagi (6), 
Uam (5), Lolat (4), Duram (3), dan Soba (2). Selain itu, disebutkan pula 112 
orang sakit karena masalah yang sama.

Laporan dengan jelas menyebut peristiwa itu sebagai bencana kelaparan. Namun, 
menurut Pahebol, karena terjadi dalam waktu yang pendek, peristiwa itu belum 
bisa dikategorikan sebagai kejadian luar biasa.

Kepada wartawan Pahebol mengemukakan, masalah kelaparan ini terjadi karena 
keterlambatan warga menanam umbi-umbian karena selama musim hujan mereka 
mengandalkan kelapa hutan yang dianggap sebagai bahan pangan terbaik. 
�Sampai-sampai mereka berpindah ke hutan yang banyak ditemukan kelapa 
hutan,� katanya.

Pemicu lain kegagalan panen umbi-umbian adalah musim hujan yang panjang. 
Menurut Pahebol, pihaknya sejauh ini belum bisa memantau keadaan di 
kampung-kampung di Kecamatan Angguruk karena sulitnya medan untuk mencapai 
wilayah itu.

Wilayah baru

Para penduduk yang ditemui mengatakan, Yahukimo memang merupakan wilayah yang 
baru berkembang, mulai tahun 1980-an, sementara Sumohai sebagai ibu kota 
kabupaten baru berkembang dalam dua tahun terakhir ini. Sebelumnya warga masih 
tinggal di atas pohon.

Hingga kini Sumohai hanya bisa dijangkau dari udara, tetapi pengangkutan barang 
bisa melalui sungai. Di kota itu hanya ada 1.000 penduduk, yang 85 persennya 
masih tinggal di gunung-gunung yang sulit dijangkau.

Makanan sehari-harinya adalah sagu, pisang, umbi-umbian, meski sebagian orang 
kota-nya makan beras. Masih banyak ditemukan gubuk tradisional, dan sebagian 
besar warga Sumohai berpenyakit kulit. Korengan di tangan, punggung, maupun 
kaki adalah pemandangan biasa.

Jalan di kawasan itu cuma 12 kilometer berupa jalan tanah yang diperkeras. 
Lapangan udara juga belum di-hotmix, cuma diperkeras dengan kerikil dan pasir. 
Mata pencarian masyarakat masih berupa pertanian subsisten.

Pola pertanian

Aburizal mengemukakan, masalah yang terjadi di Yahukimo tidak terlepas dari 
cara bercocok tanam warga setempat. Agar masalah serupa tidak terulang, cara 
bercocok tanam yang konvensional sekarang ini perlu diubah menjadi lebih 
modern. Oleh karena itu, kata Aburizal, dalam waktu dekat Departemen Pertanian 
akan mengirim tim yang terdiri dari para ahli pertanian dan kemudian disusul 
para penyuluh pertanian untuk membantu masyarakat.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang menyertai Aburizal mengemukakan, 
sebenarnya daerah itu banyak potensinya. Di daerah pegunungan dengan kemiringan 
tinggi, kata Anton, pertaniannya memang sulit dikembangkan. Akan tetapi, ia 
menjumpai di Koropon ada tanaman jagung dan kubis yang bisa tumbuh baik.

Di lereng-lereng perbukitan, menurut dia, juga bisa dikembangkan tanaman lada 
yang bernilai ekonomi tinggi.

Untuk menambah ketersediaan bahan pangan, lanjut Anton, bisa ditanam sukun yang 
banyak karbohidratnya.

Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, aspek sosial budaya dalam konsumsi 
makanan juga perlu diperbaiki. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, 
menurut Anton, sebaiknya tidak selalu bergantung pada umbi-umbian, melainkan 
juga membiasakan diri dengan bahan pangan lain, seperti jagung, pisang, dan 
tanaman lain yang bisa tumbuh di situ.

Bantuan bahan makanan yang sehari sebelumnya tertahan di Wamena kemarin sudah 
bisa didistribusikan ke Sumohai (200 karton) dan Koropon (400 karton). Bantuan 
itu berupa makanan instan, seperti susu, mi, biskuit, minyak goreng, dan kecap.

Sudah didistribusikan

Menurut Koordinator Satuan Koordinator Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan 
Bencana Kelaparan Yahukimo Letkol Sarjono, sebagian bantuan telah 
didistribusikan ke dua titik rawan kelaparan. Bantuan yang masih tertahan di 
Wamena sekitar 3 ton, lanjutnya, akan didistribusikan ke titik-titik rawan 
bencana sisanya dengan menggunakan helikopter dan pesawat jenis Cessna atau 
Twin Otter.

Jalur distribusi lainnya adalah melalui Timika, pengangkutannya akan 
menggunakan kapal melalui Kabupaten Asmat.

Ones Pahebol menjelaskan, masyarakat di wilayahnya terdiri dari dua kelompok 
yang tinggal di lingkungan dan iklim yang berbeda, yaitu masyarakat yang 
bermukim di kawasan lembah dan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan. 
Sekitar 80 persen warga tinggal di pegunungan sehingga bantuan sulit 
didistribusikan ke daerah itu karena akses yang tidak ada.

Di kawasan pegunungan curah hujan begitu tinggi, yang membuat tanaman tidak 
bisa tumbuh, cepat membusuk, kadang-kadang hujan salju. Di lembah tanahnya 
lebih subur hingga umbi-umbian tumbuh. Hanya saja, umbi-umbian itu sulit 
didistribusikan ke pegunungan.

Dari udara terlihat sejumlah akses jalan dibuka di punggung-punggung bukit yang 
menghubungkan antardistrik. Kemarin ratusan warga Sumohai justru memenuhi 
bandara karena baru kali ini mereka didatangi banyak rombongan dari luar. 
(kor/Wis)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke