Gita lumayan mikir di bidangnya (ekonomi & perdagangan) tapi 
langkahnya kadang kelewat lempeng. Sekedar contoh, dia gigih 
membeking kebangkitan boys & girls band karena menghitung devisa 
yang diperoleh Korsel dari genre musik ini. 

Secara hitung dagang boleh jadi dia menghitung dengan benar. 
Apalagi sudah ada bukti keberhasilannya yaitu, Korsel. Padahal, 
menjual kesenian itu kan menjual budaya. Sedangkan genre bgb 
di sini cuma kembangan dari blantika musik, dan bukan seni yang 
tumbuh dari geliat budaya masyarakat di sini. Beda dengan bgb 
Korsel yang sepertinya lahir dari budaya pop mereka. 

Pendeknya, dalam perdagangan, ini ibarat orang jualan film 
(gambar hidup) Batman dan kita ikut jualan gambar tempelnya...:) 

Perlu kerja keras & modal lebih besar untuk bisa menjual boys & 
girls band van Indonesia. Menjual budaya replika yang tidak 
lebih istimewa dari aslinya seperti itu belum bisa bicara balik 
modal. Boro-boro lagi ngumpulin devisa. 

Di bidang politik pun, Gita masih lurus-lurus saja. Itu 
kelihatan waktu tiba-tiba dia nyemprot dubes AS yang 
terang-terangan mendukung Indonesia untuk impor segala macam 
kebutuhan. 

Senang juga sih ada menteri kabinet SBY yang berani ngelawan 
majikan bossnya.. Tapi secara politik, semprotan itu kan tidak 
taktis dan tidak strategis. Kelewat emosional. 

Jangan salah paham. Bukan berarti nggak boleh lurus & lempeng. 
Tapi perlu jugalah langkah taktis dan strategis untuk mempertahankan 
prinsip itu di tengah gelora politiking yang ganas. Perlu luwes 
untuk tidak patah dihantam gelombang politiking. 

Kalau birokrasi kita diisi orang-orang lurus, sangat mungkin 
kita punya pemerintahan yang bersih. Tapi untuk kerja bersih-bersih 
di pemerintahan, si lurus harus luwes meniti gelombang. Perlu 
taktis untuk melancarkan strategi lurus-lempeng. 

Soal keluwesan taktik dan ketegasan strategi di pemerintahan, 
Gita boleh belajar (bukan niru) dari jokowi-ahok. Tapi ini cerita 
lain, karena ada perkembangan menarik dari calon satunya itu. 

Pilihan untuk Bowo sekarang jadi lain ceritanya setelah kemarin 
sore gedung Setneg kebakaran hanya beberapa jam setelah SBY setuju 
menggelar pengadilan HAM tahun ini... 

Well, rasanya gua masih betah dengan pendapat: permainan politik 
orang kita memang yahud. Tapi idih, karena cuma dipake ke dalam. 
Cuma buat sikut-sikutan sendiri, dan bukan dipake buat gandengan 
trus nonjokin nekolim, hehe.. 


--- "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:

> tadi malam nonton acara 'mata najwa' tentang gita wirjawan, yang 
> disebut2 anak emas presiden sby, dan digadang sby dan partai 
> demorat untuk menjadi presiden ri.
> 
> untuk masyarakat yang merindukan seorang pemimpin sipil, kayaknya 
> menurut gw sosok gita ini pilihan yang lebih baik dari kandidat 
> sipil lainnya yang beredar seperti dahlan iskan, mahfud md, 
> megawati, dan abu rizal.
> 
> untuk masyarakat yang menginginkan pemimpin yang tegas, no nonsens, 
> memang sebaiknya pilihlah prabowo dari militer.  
> 
> 
> http://www.metrotvnews.com/videoprogram/detail/2013/03/21/16641/308/Menimbang-Gita/Mata_Najwa
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke