--- "rezameutia" <rezameutia@...> wrote: > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > Gita lumayan mikir di bidangnya (ekonomi & perdagangan) tapi > > langkahnya kadang kelewat lempeng. Sekedar contoh, dia gigih > > membeking kebangkitan boys & girls band karena menghitung devisa > > yang diperoleh Korsel dari genre musik ini. > > > > Secara hitung dagang boleh jadi dia menghitung dengan benar. > > Apalagi sudah ada bukti keberhasilannya yaitu, Korsel. Padahal, > > menjual kesenian itu kan menjual budaya. Sedangkan genre bgb > > di sini cuma kembangan dari blantika musik, dan bukan seni yang > > tumbuh dari geliat budaya masyarakat di sini. Beda dengan bgb > > Korsel yang sepertinya lahir dari budaya pop mereka. > > > > Pendeknya, dalam perdagangan, ini ibarat orang jualan film > > (gambar hidup) Batman dan kita ikut jualan gambar tempelnya...:) > > > > > hahaha.... > > kok bisa sama banget sih, betmen contohnya? > > emang pas banget sih contohnya betmen karena betemen ikon produk > amerika lambang kapitalis, tapi kita jangan mengkesampingkan bahwa > dia itu lulusan harvard. artinya, dia akan bisa (sekali lagi BISA) > menjadi big player dalam kebijakan indonesia dengan negara besar.
Kenapa contohnya bisa pas ya itu ada elmunya, hehe.. Enggaklah, nggak ada yang mengenyampingkan faktor 'H' ini. Malah itu terlalu penting untuk menghitung baik-buruknya bersikap kontra seperti yang dia tunjukkan dengan nyemprot dubes AS (sampe ngatain, "orang Amerika lebih percaya UFO daripada fair trade" :) > > gw tidak bermaksud menyanjung harvard... > > tapi, alumni harvard sangat dekat dan sangat respek satu sama > lain. > > dan gita sangat berpengaruh di alumni harvard, hal ini sudah > dibuktikan dengan membawa agus harymurti ke harvard dan sby pidato > di harvard. > > jadi gw ngebayangin, obama akan respek dengan sesama alumni harvard > dan tentu saja itu akan sangat mempengaruhi kebijakan kemajuan > indonesia dalam dunia global. > kalo amerika sudah respek ke indonesia, tentu saja negara lainnya > akan mengikuti policy amerika seperti bebek2 di sawah. Obama boleh membawa Amerika respek lewat kesamaan almamater. Tapi politik adalah politik. Maksudnya, Bush idiot juga berhasil membawa Republikan respek pada SBY, tapi penggantinya dari partai "keledai nyepak" (Demokrat) toh meninggalkan SBY begitu saja walau dengan cara yang teramat halus. Artinya, respek AS tidak bisa dibangun hanya berdasarkan kesamaan-kesamaan. Baik itu kesamaan almamater maupun kesamaan idiot. Respek keturunan bangsa koboi itu harus digedor dengan rasa takut. Hanya bahasa ketakutanlah yang bikin Amerika ngerti untuk menghargai orang lain. Ini bicara tentang politik ya, bukan tentang masyarakat Amerika. Gita punya modal untuk bikin AS respek terhadap Indonesia. Tapi ya itu, secara politis semprotan ke duta besar AS sangat tidak strategis untuk menempuh perjalanan menuju RI-1. Diblacklist mah enggak, tapi ada catatan untuk dia. Dan gua harus kasihan sama yang menyangka semprotan Gita itu hanya bisa terjadi di era ini. Seolah Gita berani nyemprot berkat kepemimpinan Bush.. eh, SBY. Gita itu orang lurus. Dia memberesi banyak masalah investasi ketika menjabat Kepala BKPM. Memang, akibatnya investasi asing mengalami hambatan. Tapi lebih baik terhambat daripada lancar investasi tapi lancar juga pengerukan kekayaan alam kita. Yang pasti, pembenahan ini justru menunjukkan siapa sebenarnya yang selama ini senang main kotor dalam berinvestasi di Indonesia. Siapa yang sebenarnya tidak senang Indonesia menjadi bersih, dan siapa yang tolol mencopot Gita dari posisi "palang pintu" bagi investor spekulan & sepikulan. Nah, ketololan inilah yang cuma terjadi di era SBY, hehe.. > > balik lagi ke betmen, > > karena betmen adalah produk amerika, dan pemimpin amerika dan > pemiimpin indonesia adalah satu alumni, maka bisa aja betmen > shooting film disini, aktor indonesia ikut bermain di betmen, dan > manfaat besar lainnya dari betmen yang lebih besar dari sekedar > penjual stiker betmen. Kalau bisa bikin Amerika ketakutan, bukan mustahil merekalah yang berebut jualan gambar tempel si unyil :) > > anyway, gw demen dari gita adalah ketika dia menjelaskan bahwa > seorang pemimpin in the future harus mementingkan pendidikan bagi > masyrakat sebagai sdm untuk menghadapi persaingan global yang > semakin ketat, dengan mengambil contoh cina dan india. Ya dia kan tokoh pendidikan. Makanya nggak heran sikapnya lempeng-lurus-bersih, nggak cem-macem. Mau ikut nyapres juga sangat oke. Tapi ya itu, nyapres itu kan pemilu; pemilu itu kan parpol; dan pol itu kudu disikapi, ditangani, secara luwes. Apalagi perpolitikan Indonesia sekarang bukan cuma harus dibersihkan tapi banyak yang harus dilempengin. Semakin banyak orang lurus masuk perpolitikan Indonesia tentu semakin sehatlah Indonesia. Semakin sehat & kuat Indonesia, tentu tambah ketakutanlah US, UK, & friends. Dan sialnya, itu yang mereka kagak mau, haha... > > > Perlu kerja keras & modal lebih besar untuk bisa menjual boys & > > girls band van Indonesia. Menjual budaya replika yang tidak > > lebih istimewa dari aslinya seperti itu belum bisa bicara balik > > modal. Boro-boro lagi ngumpulin devisa. > > > > Di bidang politik pun, Gita masih lurus-lurus saja. Itu > > kelihatan waktu tiba-tiba dia nyemprot dubes AS yang > > terang-terangan mendukung Indonesia untuk impor segala macam > > kebutuhan. > > > > Senang juga sih ada menteri kabinet SBY yang berani ngelawan > > majikan bossnya.. Tapi secara politik, semprotan itu kan tidak > > taktis dan tidak strategis. Kelewat emosional. > > > > Jangan salah paham. Bukan berarti nggak boleh lurus & lempeng. > > Tapi perlu jugalah langkah taktis dan strategis untuk > > mempertahankan prinsip itu di tengah gelora politiking yang > > ganas. Perlu luwes untuk tidak patah dihantam gelombang > > politiking. > > > > Kalau birokrasi kita diisi orang-orang lurus, sangat mungkin > > kita punya pemerintahan yang bersih. Tapi untuk kerja bersih- > > bersih di pemerintahan, si lurus harus luwes meniti gelombang. > > Perlu taktis untuk melancarkan strategi lurus-lempeng. > > > > Soal keluwesan taktik dan ketegasan strategi di pemerintahan, > > Gita boleh belajar (bukan niru) dari jokowi-ahok. Tapi ini cerita > > lain, karena ada perkembangan menarik dari calon satunya itu. > > > > Pilihan untuk Bowo sekarang jadi lain ceritanya setelah kemarin > > sore gedung Setneg kebakaran hanya beberapa jam setelah SBY > > setuju menggelar pengadilan HAM tahun ini... > > > > Well, rasanya gua masih betah dengan pendapat: permainan politik > > orang kita memang yahud. Tapi idih, karena cuma dipake ke dalam. > > Cuma buat sikut-sikutan sendiri, dan bukan dipake buat gandengan > > trus nonjokin nekolim, hehe.. > > > > > > --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > > > tadi malam nonton acara 'mata najwa' tentang gita wirjawan, > > > yang disebut2 anak emas presiden sby, dan digadang sby dan > > > partai demorat untuk menjadi presiden ri. > > > > > > untuk masyarakat yang merindukan seorang pemimpin sipil, > > > kayaknya menurut gw sosok gita ini pilihan yang lebih baik dari > > > kandidat sipil lainnya yang beredar seperti dahlan iskan, > > > mahfud md, megawati, dan abu rizal. > > > > > > untuk masyarakat yang menginginkan pemimpin yang tegas, no > > > nonsens, memang sebaiknya pilihlah prabowo dari militer. > > > > > > > > > http://www.metrotvnews.com/videoprogram/detail/2013/03/21/16641/308/Menimbang-Gita/Mata_Najwa > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
