http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/13/opini/2281031.htm
Kelaparan, Membaca Peringatan Tuhan Benny Susetyo Tuhan mungkin sudah terlalu sering memberikan peringatan berupa masalah pada negeri ini agar elite bangsa ini bisa menangkap apa makna yang tersembunyi di baliknya. Sayangnya, sesering itu pulalah makna hakiki dari sebuah pertanda gagal ditangkap. Kasus kelaparan di bumi Papua, Kabupaten Yahukimo, semakin memperburuk daftar panjang kasus kemiskinan di negeri ini. Sayangnya kita belum bisa membaca peringatan itu dengan baik bahwa ada polaritas yang amat tajam dalam antara elite yang kaya dan rakyat yang jelata. Kasus kelaparan di Papua ini sangat menyentuh rasa kemanusiaan dan keadilan. Kasus ini seharusnya bisa memberikan penyadaran, di tengah gegap- gempita perebutan jabatan dan uang di Jakarta oleh para elite, ada amat banyak warga negeri kita yang menghadapi hidup dengan amat mengenaskan. Ini memerlukan solidaritas sosial seperti diajarkan iman agama apa pun. Apa yang terjadi di sebagian besar masyarakat kita, di pinggiran kota maupun di pedalaman, sebenarnya adalah cermin keseluruhan bangsa ini, yaitu wajah kemiskinan dan kebodohan. Selama ini masyarakat Papua hanyalah menjadi penonton dari pertandingan perebutan aset milik mereka sendiri. Dan begitu memi(a)lukannya di bumi sekaya Papua, ada puluhan orang meninggal karena kelaparan. Peristiwa kelaparan, gizi buruk hingga busung lapar ternyata masih menjadi masalah kronis pada bangsa yang sudah merdeka lebih dari setengah abad ini. Ini mencerminkan kelalaian negara (state neglect) dalam menyejahterakan kehidupan rakyat. Padahal, pemerintah dan DPR sudah meratifikasi Kovenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (Ecosoc). Negara sibuk dengan persoalannya sendiri yang sering jauh dari apa yang dihadapi masyarakat. Negara menjadi entitas lain yang seolah tak berkait dengan masyarakat. Masyarakat lalu menjadi entitas lain yang seolah tidak memerlukan uluran bantuan negara. Keduanya dipisahkan kepentingan politik-ekonomi penguasa yang abai terhadap kepentingan rakyat. Ada persoalan besar ketika fenomena orang kekenyangan dan kelaparan hidup berbarengan tanpa ada rasa bersalah. Kita menghadapi persoalan cukup banyak warga masyarakat Indonesia hidup kurang layak atau di bawah garis kemiskinan, sementara sebagian kecil masyarakat kita yang lain hidup mewah berkelimpahan. Hutan kita habis digunduli orang bermodal yang berakses pada kekuasaan dan preman. Negara berkonstitusi melindungi fakir miskin, tetapi kenyataannya justru sering menggusur, mengusir dan mengabaikannya. Banyak persoalan yang membuat rakyat Indonesia kelaparan di tengah lumbung makanan. Lumbung makanan di sekitar mereka itu bukan milik mereka sendiri. Memihak pemodal Masyarakat kita tengah sakit dan hampir tak berdaya menghadapi persoalan yang sedikit banyak diakibatkan pengelolaan negara yang tidak benar, yang lebih memihak pada orang kenyang daripada orang lapar. Yang lebih memihak kaum pemodal daripada masyarakat marjinal. Masyarakat membutuhkan pertolongan segera. Anak-anak membutuhkan gizi cukup. Orang tuanya perlu mendapatkan pekerjaan layak agar bisa memberikan penghidupan layak. Jika ini tidak disikapi dengan serius, jumlah warga yang masuk dalam himpunan generasi hilang (the lost generation) akan terus bertambah. Perlu ditanamkan bahwa kemiskinan bukan merupakan takdir, tetapi penjelmaan dari konstruksi sosial. Kemiskinan bukannya tidak dapat diubah. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari diri sendiri, usulan masyarakat sendiri untuk mengidentifikasi masalah yang ada dalam dirinya sendiri. Pemerintah memfasilitasinya melalui pendidikan dan pelatihan serta menghilangkan akar ketakberdayaan masyarakat bila berhadapan dengan struktur sosial politik di mana orang miskin tinggal. Kelaparan di Papua sejatinya merupakan kesempatan baik bagi Menko Kesra yang baru saja dilantik, Aburizal Bakrie, untuk berempati kepada rakyat jelata yang selama ini jauh dari realitas kehidupan kesehariannya. BENNY SUSETYO Budayawan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
