Kasihan pan melihat Dipo yang makin sedeng begini?
Omongannnya makin kaco aja. Apa nggk ada peserta mailing list ini yang bisa membawanya ke psikater? Dia sih sudah mau berobat. Tapi kayaknya nggak tahu jalan aja. --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Orangtuanya pasti bangga anaknya dapat beasiswa dari > seluruh rakyat Indonesia melalui Soekarno untuk sekolah > di Eropa. > > Tapi karena dasarnya pecundang tolol, uplik nggak kuat > menghadapi kondisi & budaya yang berbeda dengan kehidupan > di kampungnya yang hangat dengan kekerabatan, maka dia pun > jadi gila sampai sekarang. > > Karena pecundang, dia terlalu takut untuk menyebarkan > kehangatan yang dibawa dari kampung halaman. > Karena tolol, dia malah membiarkan dirinya hanyut > diseret-seret budaya penjajah. Hanya saja posisinya > tetap sebagai anak jajahan. > > Walhasil, frustasilah dia. Mengantongi paspor penjajah > tapi diperlakukan sebagai bocah jajahan. > > Karena pecundang, dia takut melawan tuan penjajah. Beraninya > cuma menyalahkan pihak-pihak yang menyebabkan dia berada > di luarnegeri. > Karena tolol, dia pun tak henti-hentinya mencaci-maki bangsa > yang memberinya kesempatan memperluas cakrawala pikirannya. > > Tapi apa lacur, berkat kepecundangannya yang serba tolol, > boro-boro pemikirannya menjadi berkembang, otaknya pun terus > menciut sampai segede biji tomat dan akhirnya kini lenyap! > > Kalau dia bukan pecundang, mestinya dia berani mempertanggung- > jawabkan beasiswa yang sudah dilahapnya. > Kalau dia bukan si tolol, mestinya dia hidup tenang-tenang, ayem-tentrem, > penuh kegembiraan, di negeri yang katanya > aduhai makmur. > > Tapi seperti kita saksikan selama belasan tahun, nggak ada tanda-tanda itu > pada dirinya. Terlalu bawel untuk ukuran orang > yang tau diuntung. > > Kenapa?? > > Ya karena dia adalah pecundang tolol. > > Itu doang. > > Apa lagi emangnya..? > > :) > > > --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > Kehidupan manusia itu gampang dipengaruhi oleh lingkungan karena > > manusia sering harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. > > > > Tetapi, terpengaruh oleh lingkungan yang tidak benar seperti minum > > alkohol, menghisap ganja hanya karena ingin dikatakan 'modern' > > sehingga sekarang ini menjadi pemalas dan mengakibatkan hidupnya > > sengsara sampai rela menggadaikan dirinya untuk dipiara perempuan > > seperti perilaku Jusfiq. > > > > Jusfiq adalah anak yang tidak tahu diuntung, sebagai laki2 > > pecundang dogol yang tidak bertanggung jawab. > > > > Dengan susah payah orang tua Jusfiq membesarkan dan mendidik > > anaknya, membiayai sekolahnya sampe ke Eropa, tetapi hasilnya yang > > didapat bukannya Jusfiq yang berguna seperti harapan orang tuanya, > > malahan Jusfiq yang pecundang dogol peminum alkohol dan junkie > > pemalas tukang ngibul. > > > > Bagaimana tidak hancur hatinya orang tua punya anak seperti anda, > > Fiq?! > > > > > > --- > > > > Hirup kudu jiga Bangkuang, > > Sanajan aya di jero taneuh kotor, > > Tapi eusina tetep bodas bersih. > > Maksudnya kudu pinter ngajaga diri, > > Ulah kapangaruhan ku lingkungan nu kotor jeung goreng, > > > > --- > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
