Densus 88 Dikecam, Polri: Kami Juga Ingin Masuk Surga

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar diskusi publik bertema
"Memberantas Terorisme Tanpa Teror dan Melanggar Hak Azasi Manusia". Video
kekerasan Densus 88 pun diputar. Apa jawaban Polri?

Acara ini digelar sebagai kelanjutan dari laporan Ketua PP Muhammadiyah,
Din Syamsuddin, ke Mabes Polri atas temuan video berisi kekerasan pada
terduga teroris yang diduga dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88.
Sebelumnya, Komnas HAM sudah memastikan bahwa video tersebut adalah asli.

"Terorisme yang sering disebut 'extraordinary crime against humanity',
tidak ada akarnya dalam Islam. Saya kira ini yang patut dibicarakan. Kita
menentang pemberantasan terorisme dengan cara tidak melakukan teror," ujar
Din dalam diskusi tersebut di kantor pusatnya, di Jalan Menteng Raya No 62,
Jakarta Pusat.

Di sela-sela diskusi, diputar video kekerasan yang diduga dilakukan oleh
Densus 88, salah satunya menampilkan penangkapan Wiwin Kalahe, terduga
teroris Poso yang ditembak setelah menyerah pada 22 Januari 2007 silam.

Meski beroperasi secara luas, Densus 88 belakangan memfokuskan operasi di
Solo dan Poso, yang disebut sebagai markas teroris. Tokoh Islam Poso, Adnan
Arsal, menyebut bahwa kotanya bukan sarang para penebar teror.

"Kenapa tiba-tiba mengarah ke Poso sebagai sarang teroris? Kami tidak
menerima itu. Polisi juga memberantas teroris dengan melakukan teror.
Polisi yang seperi ini harus dibersihkan dari negara ini," kata Adnan.

Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, menyebut pihaknya tengah menyelidiki
video tersebut.

"Kita sedang melanjutkan pemeriksaan atas temuan. Sudah bukan masanya lagi
menanggulangi terorisme dengan cara-cara kekerasan seperti itu," ujarnya
dalam kesempatan yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas
Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pun memberikan jawaban. menegaskan bahwa
Densus 88 bukan menarik pelatuk tanpa alasan.

"Densus 88 tidak bertugas untuk membunuh. Hakekat ancamannya memang layak
digunakan senjata api. Ini merupakan penegakkan hukum," kata Boy.

"Terhadap video itu, itu dinyatakan oleh Pak Kapolri, memang itu adalah
bagian kegiatan kepolisian di sana. Apabila memang ada kekeliruan, kita
juga tidak ingin menutupi kesalahan. Kami ini, polisi, juga ingin masuk
surga," tambah Boy.
_________________________________________________________________________________________________________________________________
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas
diperadaban dunia modern.

Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena
nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa
iba dan kasihan kepada Muslim.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke