Sebuah komite yang terdiri dari perwakilan dari kementerian dalam negeri,
kehakiman dan kesehatan Arab Saudi dibentuk untuk mengatasi keterbatasan
jumlah algojo pemenggal kepala terhukum mati.

Pemerintah kerajaan Arab Saudi akan mengganti algojo berpedang dengan
pasukan penembak mati, tulis harian Al-Youm, Minggu (10/2). Komite ini
berargumen bahwa langkah seperti ini, jika benar diterapkan, tak akan
bertentangan dengan Hukum Syariah di negara yang punya 13 pemerintahan
regional itu untuk memulai metode baru jika benar-benar diperlukan.

“Solusi ini sepertinya praktis, khususnya karena terbatasnya jumlah algojo
berpedang atau karena mereka datang terlambat di lokasi, tujuannya demi
menghindari situasi pembatalan eksekusi,” ujar komite dalam sebuah
pernyataan.

Kerjaan Teluk yang kolot ini sudah memenggal kepala 76 orang sepanjang
2012, menurut hitungan AFP. Sedangkan Human Rights Watch (HRW) mengungkap
setidaknya 69 orang yang kepalanya dipenggal.

Perkosaan, pembunuhan, perilaku murtad, perampokan bersenjata dan
penyeludupan obat-obatan terlarang terancam hukuman mati di bawah Hukum
Syariah Arab Saudi. Masalah pemenggalan kepala senantiasa menimbulkan
ketegangan antara Arab Saudi dan masyarakat internasional.

Bulan lalu, Arab Saudi tertampar reaksi internasional saat memenggal kepala
seorang pembantu Sri Lanka yang dituduh membunuh bayi majikannya. Kasus ini
memicu cercaan international, termasuk dari kelompok-kelompok pembela
hak-hak asasi yang mengatakan pembantu Sri Lanka itu baru berusia 17 tahun
ketika dituduh membunuh bayi pada 2005.

Kasus ini membuat hubungan diplomatik kerajaan Sunni kolot itu dengan Sri
Lanka berubah menjadi masam, sehingga Sri Lanka menarik pulang duta
besarnya sebagai protes.

Badan hak-hak asasi manusia PBB pada Jumat pekan lalu menyatakan
penyesalannya atas hukuman penggal kepala itu, sementara Uni Eropa meminta
Arab Saudi menghentikan hukuman mati. Namun Riyadh ngotot tak menggubris
dan menilai bahwa pikah asing mencampuri urusan dalam negeri kerajaan Al
Saud ini.
__________________________________________________________________________________
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas
diperadaban dunia modern.

Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena
nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa
iba dan kasihan kepada Muslim.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke