tulisan yg bagus... sekarang ini jarang orang cerdas dan mau menganalisa peristiwa disekitarnya. entah apa sebabnya. kebanyakan tolol seperti juspig dan gerombolannya, yg melahap apapun tanpa pemikiran. asal hangat. karena itu rkayasa amrik pun terlalu sering dipaksakan. boston ini salah satu yg lucu utk bisa dipercaya.
mari kita tunggu bersama2, sejauh mana amrik mampu merangkai rekayasa yg cakep.. --- On Wed, 4/24/13, emabdalah <[email protected]> wrote: > From: emabdalah <[email protected]> > Subject: [proletar] Angry Americans: The Conspiracy > To: "[email protected]" <[email protected]> > Date: Wednesday, April 24, 2013, 5:14 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Angry Americans: The Conspiracy > > Beberapa hari ini dunia dihebohkan oleh berita tentang dua > unit panci > > yang meledak di kerumunan orang yang sedang menyaksikan > lomba maraton tahunan > > di Boston, Amerika Serikat. Panci yang meleduk itu bukan > panci yang lagi > > digunakan memasak bakso, tapi panci itu adalah jenis panci > tekan (pressure cooker) > > yang sudah diisi bubuk mesiu dan dicampur dengan paku dan > gotri. Akibatnya 3 > > orang tewas, ratusan luka-luka. Amerika > > pun spontan kaget. Mereka tidak percaya, negara yang > dipercaya sebagai tempat > > yang adem ayem, aman-tentram, karto raharjo, gemah-ripah > serta loh jinawi itu ternyata > > terkoyak juga oleh aksi teror. Bagaimana tidak? Sejak > kejadian 11 September 2001, screening > > yang dilakukan aparat AS terhadap segala individu yang > “kira-kira” punya > > potensi menjadi bahan peledak, amat-amat sangat ketat > sekali. Sehingga bisa > > dijamin sang individu dengan ciri-ciri tersebut tidak akan > bisa melewati > > imigrasi USA. > > > > Hanya beberapa saat setelah pengeboman itu, media Amerika > lantas > > melansir berbagai spekulasi, siapa pelaku ledakan tsb. Ada > yang berspekulasi > > bahwa pelakunya adalah teroris kawakan, ada juga yang > mengatakan pelakunya > > adalah organisasi sayap kanan Amerika. Tentu saja, Al Qaeda > tak luput dari > > tuduhan. Tapi para analis meragukan kalau tindakan itu > adalah hasil karya Al > > Qaeda, mengingat pola serangannya berbeda. Al Qaeda punya > ciri khas melakukan > > teror dengan teknik bunuh diri atau bom bunuh diri. Dalam > buku panduan Al > > Qaeda, entah itu targetnya satu orang atau dua ribu orang, > metode pengeboman > > yang digunakan adalah pelakunya harus ikut gugur dalam > tugas. Sementara di > > kejadian di Boston, tidak ada serpihan tubuh manusia akibat > bom bunuh diri. > > > > Bagaimana dengan Taliban? Taliban termasuk kelompok yang > paling pertama > > menyangkal keterlibatannya dalam serangan itu. Mungkin > mereka sudah trauma, > > gara-gara WTC runtuh tahun 2001 lalu, lantas Taliban > dijadikan pelampiasan > > kemarahan Amerika. “Wah, jangan sampai Amerika ngamuk lagi > di Afghanistan, > > hanya gara-gara panci meletus”. Begitu mungkin para > pentolan Taliban > > bermusyawarah. > > > > Sebelum spekulasi berkembang lebih jauh, aparat berwenang > Amerika, > > dalam hal ini FBI, cepat-cepat bertindak. Gampang saja. > Seluruh kamera yang > > secara sengaja atau tidak sengaja merekam acara maraton itu > diminta untuk > > dianalisa FBI. Hasilnya pun dengan cepat diperoleh. > Pelakunya adalah dua orang > > pemuda bertopi hitam dan satunya bertopi putih. Gambar kedua > orang itupun > > lantas disebar ke berbagai media dan masyarakat dihimbau > bantuannya. > > > > Tidak sampai 2 jam, indentitas pelaku akhirnya diketahui > berkat laporan > > dari masyarakat. Ternyata pelaku adalah dua kakak beradik > Tamerlan Tsarnayev > > dan Dzokhar Tsarnayev. Pencarian besar-besaran pun segera > dilakukan. Pada saat > > yang bersamaan di Massacuchet Institute Technology (MIT), di > mana keduanya > > bersembunyi, ada seorang satpam, Sean Collier, yang > mengetahui keberadaan kedua > > tersangka di area kampus. Instink security Sean muncul > begitu melihat kedua > > kakak beradik tsb. Seperti di film-film Holywood, kedua > tersangka pun melakukan > > perlawanan dan berakhir dengan tertembaknya si satpam, yang > akhirnya tewas di > > tempat. > > > > Kemudian kedua tersangka merampas sebuah mobil yang sedang > berhenti dan > > masih ada pengemudinya. Mereka membajak mobil SUV tersebut > dan mengajak sang > > pengemudi berkeliling kota. 30 menit kemudian si sopir > disuruh keluar dan > > mereka pun kabur. Begitu bebas, sopir yang sekaligus pemilik > mobil itu langsung > > mengontak polisi. Kejar-kerjaran pun terjadi sampai masuk > wilayah Watertown. > > Kedua Tsarnayev melawan habis-habisan menembaki polisi > sambil melemparkan > > panci-panci yang sudah dirakit menjadi bom. Tapi anehnya > panci-panci itu tidak meledak. Klotang... klontang... > > begitu bunyinya. Sama seperti di Indonesia, klontang.... > klontang juga bunyi > > panci jatuh. > > > > OK. Kita lanjut. Karena terpojok dan kehabisan peluru, > keduanya lantas > > kabur meninggalkan mobil dan berlari dalam kegelapan malam. > Polisi-polisi pun > > dengan semangat terus mengejar keduanya. Apalagi mereka > sudah terkena tembakan > > dan tak mungkin lari jauh. Beda dengan polisi Indonesia yang > lebih suka > > langsung menembak tersangka terorisme yang sudah terluka, > polisi amerika lebih > > suka balapan lari dulu dengan para pelaku kejahatan yang > melarikan diri. Karena > > kalah jumlah, Tamerlan yang sehari-hari berprofesi sebagai > petinju, terpojok di > > suatu tempat. Menurut SOP polisi amrik, buronan yang > sudah > > terpojok harus ditabrak bodinya sampai jatuh telungkup di > atas tanah. Maka para > > polisi itupun berebut menabrak Tamerlan yang bertampang > ganteng itu sampai > > terjerembab di atas rerumputan halaman rumah orang. > Kasihan. > > > > Ketika para polisi berusaha memborgol Tamerlan, tiba-tiba > dari > > kegelapan sebuah mobil menderu, mengebut, melaju ke arah > mereka. Ternyata mobil > > itu adalah mobil SUV yang dibajak tadi dan ternyata adik > Tamerlan, Dzokhar ada > > di dalamnya mengemudikan mobil tsb. Dengan kecepatan penuh > mobil tersebut > > melaju ke arah para polisi yang sedang sibuk hendak > memborgol Tamerlan. > > “Cekidot!” Eh, salah, “Watch out!” teriak salah > seorang polisi. > > > > Hanya beberapa inci lagi sebelum mobil itu menabrak, kita > “cut” dulu > > laga aksi dari kisah pengebom Boston. Sekarang mari kita > analisa lebih detil > > lagi dari beberapa perspektif yang berbeda, kenapa bom > boston terjadi. Ada > > beberapa aspek yang perlu dicurigai kenapa bom Boston > terjadi. Mengapa kedua > > kakak beradik, Tamerlan dan Dzokhar melakukan aksi tersebut. > > > > > Kecurigaan yang paling kental adalah adanya konspirasi > (fitnah) dibalik > > itu semua. Mengapa? Menengok latar belakang keduanya, adalah > amat sangat > > mustahil kedua kakak beradik yang berasal dari Rusia itu > berani melakukan hal > > tsb. Tamerlan dan Dzokhar bermigrasi ke Amerika Serikat > lewat jalur udara > > (kalau lewat jalur darat, kelamaan) sekitar 10 tahun yang > lalu. Keduanya > > mempunyai kehidupan sosial yang layaknya orang amerika pada > umumnya. Walaupun > > keduanya muslim, mereka bersosialisasi layaknya masyarakat > lainnya. Tamerlan yang > > mempunyai badan atletis, lengan berotot dan good looking > alias tampan, menjadi > > idola di sekolahan dan lingkungannya. Malah dia sedang giat > berlatih tinju > > untuk bisa menjadi wakil AS di olimpiade mendatang. > > > > Kehidupan akademisnya pun cemerlang. Tidak nampak dari > catatan > > akademisnya bahwa dia termasuk siswa yang ber IQ jongkok. > Apalagi Tamerlan > > belum genap 3 tahun menikah dan dikaruniai seorang anak. > Aliran Islamnya pun > > boleh dibilang moderat. Buktinya, dia hanya pergi ke masjid > sesekali saja dalam > > rangka mengikuti pengajian hari minggu pagi. Jarang sholat 5 > waktu dan sholat > > Jum’at. Bukti lainnya, dia tidak memelihara jenggot, > seperti kebanyakan > > penganut Islam di Indonesia. Singkatnya dia adalah The True > American alias > > Amerika tulen yang sudah mendapatkan american dream. > Bagaimana dengan adiknya, > > Dzokhar Tsarnayev? > > > > Apalagi adiknya, dia adalah remaja 19 tahun yang sedang > gaul-gaulnya, > > baik di kehidupannya sehari-hari maupun di media sosial. Dia > aktif main voli, > > pergi ke pesta, main game, menikmati hidup seperti > kebanyakan remaja amerika. Tidak > > ada alasan kuat yang bisa mendorong remaja tersebut > melakukan tindakan > > kekerasan. > > > > Dugaan konspirasi ini semakin menguat manakala berita-berita > tentang > > pengeboman di Boston sejak meledaknya dua unit panci tanggal > 15 April 2013 lalu > > itu, hanya bisa diperoleh dari FBI atau polisi. Media-media > elektronik seperti > > CNN, FOX, CNBC dll, tidak berhasil mendapatkan langsung dari > tempat kejadian > > perkara. Terutama kejadian menegangkan ketika terjadi > kejar-kejaran dan > > pertempuran sengit antara dua bersaudara Tsarnayev dan para > polisi. Padahal > > media-media Amerika terkenal punya alat-alat yang canggih > kalau hanya untuk > > sekedar meliput kejadian seperti itu. Berapa banyak kejadian > kejar-kejaran dan > > tembak-menembak antara polisi dan penjahat berhasil direkam > kamera melalui > > helikopter dan disiarkan ke publik, tapi kenapa tidak untuk > yang satu ini? > > > > Kejanggalan lainnya adalah bahwa ketika terjadi > kejar-kejaran antara > > kakak-beradik Tsarnayev dan polisi, diberitakan bahwa > kakak-beradik itu sempat > > melemparkan beberapa panci ke arah polisi tapi tidak > meledak. Kenapa tidak > > meledak, sedangkan yang di acara maraton meledak? > > Bayangkan juga tas yang mereka bawa kalau benar itu terjadi. > Masak mau > > kabur saja masih sempat-sempatnya bawa beberapa panci? > Dikabarkan juga mereka > > sempat melempari polisi dengan granat. Kok sampai sekarang > gak ada narasumber > > atau saksi yang mendengar ledakan granat? Padahal > kejadiannya di lingkungan > > yang padat penduduk? Terus, Kalau bisa beli granat, kenapa > gak beli AK 47? Idelanya > > orang bisa beli granat pasti bisa kalo Cuma beli AK47 atau > sejenisnya. > > > > Mereka dikabarkan membunuh satpam MIT, tapi kenapa > membiarkan lolos > > pemilik mobil yang mereka rampas? Bukankah mereka > digambarkan sebagai kejam dan > > sadis oleh FBI dan siap membunuh siapa saja yang mereka mau? > > > > > Diceritakan juga oleh FBI atau polisi bahwa Tamerlan dan > Dzokhar > > kehabisan peluru dan sang abang sempat dibekuk. Tapi ketika > Dzokhar ketahuan > > bersembunyi di perahu yang sedang parkir di halaman orang, > dikabarkan Dzokhar > > melawan dengan beberapa tembakan. Bukankah dirilis > sebelumnya mereka sudah > > kehabisan peluru? Dan sekali lagi, yang memergoki Dzokhar > adalah pemilik > > perahu. Kenapa pula Dzokhar membiarkan dirinya dipergoki si > pemilik perahu, > > tanpa menembaknya? Bukankah Dzokhar digambarkan sebagai > orang yang siap > > membunuh siapa saja yang berusaha menghalanginya? > > > > Diperparah lagi dengan dengan luka-luka yang diderita > Dzokhar di bagian > > tenggorokan (sehingga dia tidak bisa bicara) yang > mengundang kecurigaan bahwa luka tsb disengaja > > dilakukan oleh aparat, supaya Dzokhar tidak buka suara dan > menceritakan bahwa > > dia adalah korban konspirasi. > > > > Ngomong-ngomong, kenapa ada fihak-fihak yang mau repot-repot > berkomplot > > melakukan pengeboman itu? Well.... karena mereka merasa > sangat khawatir dengan > > perkembangan Islam yang sangat pesat di Amerika Serikat. > Sejak peristiwa 9/11 > > (nine one-one) atau serangan terhadap WTC tanggal 11 > September 2001, jumlah > > pemeluk Islam di AS bukannya anjlog, tapi malah meningkat > berkali-kali lipat. Bukalah Google dan ketikkan: The > fastest > > growing religion in america. Maka akan bermunculan > situs-situs, baik resmi > > maupun tidak resmi yang menyatakan bahwa Islam mendominasi > Amerika dari segi > > perkembangan agama. > > > > Para pelaku konspirasi (fitnah) itu berusaha untuk > menyudutkan umat > > Islam bahwa Islam adalah agama teror, dengan memanfaatkan > Tsarnayev bersaudara > > yang sedang marah berat dan membom sana-sini. Dengan > demikian diharapkan minat > > orang-orang Amerika terhadap Islam akan bekurang. Kalau > konspirasi 9/11 malah mendongkrak > > bilangan penganut Islam, akankah konspirasi kali ini > berhasil menekan > > perkembangan Islam, khususnya di Amerika? Kita lihat saja > nanti. > > > > Baik, sebelum kita tutup analisa intelegen pribadi saya ini, > kita > > lanjutkan kisah laga yang terpotong ketika Dzohar hendak > menabrak para polisi > > yang sedang berusaha memborgol kakaknya, Tamerlan. Berhubung > semua cerita di > > atas sumbernya adalah hasil editan FBI dan polisi dan > bukannya oleh wartawan, > > maka ceritanya gak perlu dilanjutkan. Sebab bisa dipastikan, > isinya lebih > > banyak akal-akalannya daripada benarnya. > > > > Wassalam > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
