Psikopat berat ayub yahya tukang fitnah itu juga dungu kayak anjing: beda antara conspiracy dan theories aja dia nggak tahu.
--- In [email protected], ayub <ayubyahya@...> wrote: > > > > conspriracy dikomentari conspriracy... > polos mikirnya... > > > > ________________________________ > From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...> > > > Tulisan yang sungguh Islami: artinya sekedar conspriracy theory.. > > --- In [email protected], emabdalah <emabdalah@> wrote: > > > > Angry Americans: The Conspiracy > > Beberapa hari ini dunia dihebohkan oleh berita tentang dua unit panci > > yang meledak di kerumunan orang yang sedang menyaksikan lomba maraton > > tahunan > > di Boston, Amerika Serikat. Panci yang meleduk itu bukan panci yang lagi > > digunakan memasak bakso, tapi panci itu adalah jenis panci tekan (pressure > > cooker) > > yang sudah diisi bubuk mesiu dan dicampur dengan paku dan gotri. Akibatnya 3 > > orang tewas,àratusan luka-luka. Amerika > > pun spontan kaget. Mereka tidak percaya, negara yang dipercaya sebagai > > tempat > > yang adem ayem, aman-tentram, karto raharjo, gemah-ripah serta loh jinawi > > itu ternyata > > terkoyak juga oleh aksi teror. Bagaimana tidak? àSejak kejadian 11 > > September 2001, screening > > yang dilakukan aparat AS terhadap segala individu yang > > ââ¬Å"kira-kiraâ⬠punya > > potensi menjadi bahan peledak, amat-amat sangat ketat sekali. Sehingga bisa > > dijamin sang individu dengan ciri-ciri tersebut tidak akan bisa melewati > > imigrasi USA. > > à> > Hanya beberapa saat setelah pengeboman itu, media Amerika lantas > > melansir berbagai spekulasi, siapa pelaku ledakan tsb. Ada yang berspekulasi > > bahwa pelakunya adalah teroris kawakan, ada juga yang mengatakan pelakunya > > adalah organisasi sayap kanan Amerika. Tentu saja, Al Qaeda tak luput dari > > tuduhan. Tapi para analis meragukan kalau tindakan itu adalah hasil karya Al > > Qaeda, mengingat pola serangannya berbeda. Al Qaeda punya ciri khas > > melakukan > > teror dengan teknik bunuh diri atau bom bunuh diri. Dalam buku panduan Al > > Qaeda, entah itu targetnya satu orang atau dua ribu orang, metode pengeboman > > yang digunakan adalah pelakunya harus ikut gugur dalam tugas. Sementara di > > kejadian di Boston, tidak ada serpihan tubuh manusia akibat bom bunuh diri. > > à> > Bagaimana dengan Taliban? Taliban termasuk kelompok yang paling pertama > > menyangkal keterlibatannya dalam serangan itu. Mungkin mereka sudah trauma, > > gara-gara WTC runtuh tahun 2001 lalu, lantas Taliban dijadikan pelampiasan > > kemarahan Amerika. ââ¬Å"Wah, jangan sampai Amerika ngamuk lagi di > > Afghanistan, > > hanya gara-gara panci meletusââ¬. Begitu mungkin para pentolan Taliban > > bermusyawarah. > > à> > Sebelum spekulasi berkembang lebih jauh, aparat berwenang Amerika, > > dalam hal ini FBI, cepat-cepat bertindak. Gampang saja. Seluruh kamera yang > > secara sengaja atau tidak sengaja merekam acara maraton itu diminta untuk > > dianalisa FBI. Hasilnya pun dengan cepat diperoleh. Pelakunya adalah dua > > orang > > pemuda bertopi hitam dan satunya bertopi putih. Gambar kedua orang itupun > > lantas disebar ke berbagai media dan masyarakat dihimbau bantuannya. > > à> > Tidak sampai 2 jam, indentitas pelaku akhirnya diketahui berkat laporan > > dari masyarakat. Ternyata pelaku adalah dua kakak beradik Tamerlan Tsarnayev > > dan Dzokhar Tsarnayev. Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan. Pada > > saat > > yang bersamaan di Massacuchet Institute Technology (MIT), di mana keduanya > > bersembunyi, ada seorang satpam, Sean Collier, yang mengetahui keberadaan > > kedua > > tersangka di area kampus. Instink security Sean muncul begitu melihat kedua > > kakak beradik tsb. Seperti di film-film Holywood, kedua tersangka pun > > melakukan > > perlawanan dan berakhir dengan tertembaknya si satpam, yang akhirnya tewas > > di > > tempat. > > à> > Kemudian kedua tersangka merampas sebuah mobil yang sedang berhenti dan > > masih ada pengemudinya. Mereka membajak mobil SUV tersebut dan mengajak sang > > pengemudi berkeliling kota. 30 menit kemudian si sopir disuruh keluar dan > > mereka pun kabur. Begitu bebas, sopir yang sekaligus pemilik mobil itu > > langsung > > mengontak polisi. Kejar-kerjaran pun terjadi sampai masuk wilayah Watertown. > > Kedua Tsarnayev melawan habis-habisan menembaki polisi sambil melemparkan > > panci-panci yang sudah dirakit menjadi bom.àTapi anehnya panci-panci > > itu tidak meledak. Klotang... klontang... > > begitu bunyinya. Sama seperti di Indonesia, klontang.... klontang juga bunyi > > panci jatuh. > > à> > OK. Kita lanjut. Karena terpojok dan kehabisan peluru, keduanya lantas > > kabur meninggalkan mobil dan berlari dalam kegelapan malam. Polisi-polisi > > pun > > dengan semangat terus mengejar keduanya. Apalagi mereka sudah terkena > > tembakan > > dan tak mungkin lari jauh. Beda dengan polisi Indonesia yang lebih suka > > langsung menembak tersangka terorisme yang sudah terluka, polisi amerika > > lebih > > suka balapan lari dulu dengan para pelaku kejahatan yang melarikan diri. > > Karena > > kalah jumlah, Tamerlan yang sehari-hari berprofesi sebagai petinju, > > terpojok di > > suatu tempat. ààMenurut SOP polisi amrik, buronan yang sudah > > terpojok harus ditabrak bodinya sampai jatuh telungkup di atas tanah. Maka > > para > > polisi itupun berebut menabrak Tamerlan yang bertampang ganteng itu sampai > > terjerembab di atas rerumputan halaman rumah orang. Kasihan. > > à> > Ketika para polisi berusaha memborgol Tamerlan, tiba-tiba dari > > kegelapan sebuah mobil menderu, mengebut, melaju ke arah mereka. Ternyata > > mobil > > itu adalah mobil SUV yang dibajak tadi dan ternyata adik Tamerlan, Dzokhar > > ada > > di dalamnya mengemudikan mobil tsb. Dengan kecepatan penuh mobil tersebut > > melaju ke arah para polisi yang sedang sibuk hendak memborgol Tamerlan. > > ââ¬Å"Cekidot!â⬠Eh, salah, ââ¬Å"Watch out!â⬠teriak salah seorang > > polisi. > > à> > Hanya beberapa inci lagi sebelum mobil itu menabrak, kita ââ¬Å"cutâ⬠> > dulu > > laga aksi dari kisah pengebom Boston. Sekarang mari kita analisa lebih detil > > lagi dari beberapa perspektif yang berbeda, kenapa bom boston terjadi. Ada > > beberapa aspek yang perlu dicurigai kenapa bom Boston terjadi. Mengapa kedua > > kakak beradik, Tamerlan dan Dzokhar melakukan aksi tersebut. > > à> > Kecurigaan yang paling kental adalah adanya konspirasi (fitnah) dibalik > > itu semua. Mengapa? Menengok latar belakang keduanya, adalah amat sangat > > mustahil kedua kakak beradik yang berasal dari Rusia itu berani melakukan > > hal > > tsb. Tamerlan dan Dzokhar bermigrasi ke Amerika Serikat lewat jalur udara > > (kalau lewat jalur darat, kelamaan) sekitar 10 tahun yang lalu. Keduanya > > mempunyai kehidupan sosial yang layaknya orang amerika pada umumnya. > > Walaupun > > keduanya muslim, mereka bersosialisasi layaknya masyarakat lainnya. > > Tamerlan yang > > mempunyai badan atletis, lengan berotot dan good looking alias tampan, > > menjadi > > idola di sekolahan dan lingkungannya. Malah dia sedang giat berlatih tinju > > untuk bisa menjadi wakil AS di olimpiade mendatang. > > à> > Kehidupan akademisnya pun cemerlang. Tidak nampak dari catatan > > akademisnya bahwa dia termasuk siswa yang ber IQ jongkok. Apalagi Tamerlan > > belum genap 3 tahun menikah dan dikaruniai seorang anak. Aliran Islamnya pun > > boleh dibilang moderat. Buktinya, dia hanya pergi ke masjid sesekali saja > > dalam > > rangka mengikuti pengajian hari minggu pagi. Jarang sholat 5 waktu dan > > sholat > > Jumââ¬â¢at. Bukti lainnya, dia tidak memelihara jenggot, seperti > > kebanyakan > > penganut Islam di Indonesia. Singkatnya dia adalah The True American alias > > Amerika tulen yang sudah mendapatkan american dream. Bagaimana dengan > > adiknya, > > Dzokhar Tsarnayev? > > à> > Apalagi adiknya, dia adalah remaja 19 tahun yang sedang gaul-gaulnya, > > baik di kehidupannya sehari-hari maupun di media sosial. Dia aktif main > > voli, > > pergi ke pesta, main game, menikmati hidup seperti kebanyakan remaja > > amerika. Tidak > > ada alasan kuat yang bisa mendorong remaja tersebut melakukan tindakan > > kekerasan. > > à> > Dugaan konspirasi ini semakin menguat manakala berita-berita tentang > > pengeboman di Boston sejak meledaknya dua unit panci tanggal 15 April 2013 > > lalu > > itu, hanya bisa diperoleh dari FBI atau polisi. Media-media elektronik > > seperti > > CNN, FOX, CNBC dll, tidak berhasil mendapatkan langsung dari tempat kejadian > > perkara. Terutama kejadian menegangkan ketika terjadi kejar-kejaran dan > > pertempuran sengit antara dua bersaudara Tsarnayev dan para polisi. Padahal > > media-media Amerika terkenal punya alat-alat yang canggih kalau hanya untuk > > sekedar meliput kejadian seperti itu. Berapa banyak kejadian kejar-kejaran > > dan > > tembak-menembak antara polisi dan penjahat berhasil direkam kamera melalui > > helikopter dan disiarkan ke publik, tapi kenapa tidak untuk yang satu ini? > > à> > Kejanggalan lainnya adalah bahwa ketika terjadi kejar-kejaran antara > > kakak-beradik Tsarnayev dan polisi, diberitakan bahwa kakak-beradik itu > > sempat > > melemparkan beberapa panci ke arah polisi tapi tidak meledak. Kenapa tidak > > meledak, sedangkan yang di acara maraton meledak? > > Bayangkan juga tas yang mereka bawa kalau benar itu terjadi. Masak mau > > kabur saja masih sempat-sempatnya bawa beberapa panci? Dikabarkan juga > > mereka > > sempat melempari polisi dengan granat. Kok sampai sekarang gak ada > > narasumber > > atau saksi yang mendengar ledakan granat? Padahal kejadiannya di lingkungan > > yang padat penduduk? Terus, Kalau bisa beli granat, kenapa gak beli AK 47? > > Idelanya > > orang bisa beli granat pasti bisa kalo Cuma beli AK47 atau sejenisnya. > > à> > Mereka dikabarkan membunuh satpam MIT, tapi kenapa membiarkan lolos > > pemilik mobil yang mereka rampas? Bukankah mereka digambarkan sebagai kejam > > dan > > sadis oleh FBI dan siap membunuh siapa saja yang mereka mau? > > à> > Diceritakan juga oleh FBI atau polisi bahwa Tamerlan dan Dzokhar > > kehabisan peluru dan sang abang sempat dibekuk. Tapi ketika Dzokhar ketahuan > > bersembunyi di perahu yang sedang parkir di halaman orang, dikabarkan > > Dzokhar > > melawan dengan beberapa tembakan. Bukankah dirilis sebelumnya mereka sudah > > kehabisan peluru? Dan sekali lagi, yang memergoki Dzokhar adalah pemilik > > perahu. Kenapa pula Dzokhar membiarkan dirinya dipergoki si pemilik perahu, > > tanpa menembaknya? Bukankah Dzokhar digambarkan sebagai orang yang siap > > membunuh siapa saja yang berusaha menghalanginya? > > à> > Diperparah lagi dengan dengan luka-luka yang diderita Dzokhar di bagian > > tenggorokan (sehingga dia tidak bisa bicara) yang àmengundang kecurigaan > > bahwa luka tsb disengaja > > dilakukan oleh aparat, supaya Dzokhar tidak buka suara dan menceritakan > > bahwa > > dia adalah korban konspirasi. > > à> > Ngomong-ngomong, kenapa ada fihak-fihak yang mau repot-repot berkomplot > > melakukan pengeboman itu? Well.... karena mereka merasa sangat khawatir > > dengan > > perkembangan Islam yang sangat pesat di Amerika Serikat. Sejak peristiwa > > 9/11 > > (nine one-one) atau serangan terhadap WTC tanggal 11 September 2001, jumlah > > pemeluk Islam di AS bukannya anjlog, tapi malah meningkat berkali-kali > > lipat. àBukalah Google dan ketikkan: The fastest > > growing religion in america. Maka akan bermunculan situs-situs, baik resmi > > maupun tidak resmi yang menyatakan bahwa Islam mendominasi Amerika dari segi > > perkembangan agama. > > à> > Para pelaku konspirasi (fitnah) itu berusaha untuk menyudutkan umat > > Islam bahwa Islam adalah agama teror, dengan memanfaatkan Tsarnayev > > bersaudara > > yang sedang marah berat dan membom sana-sini. Dengan demikian diharapkan > > minat > > orang-orang Amerika terhadap Islam akan bekurang. àKalau konspirasi 9/11 > > malah mendongkrak > > bilangan penganut Islam, akankah konspirasi kali ini berhasil menekan > > perkembangan Islam, khususnya di Amerika? Kita lihat saja nanti. à> > à> > Baik, sebelum kita tutup analisa intelegen pribadi saya ini, kita > > lanjutkan kisah laga yang terpotong ketika Dzohar hendak menabrak para > > polisi > > yang sedang berusaha memborgol kakaknya, Tamerlan. Berhubung semua cerita di > > atas sumbernya adalah hasil editan FBI dan polisi dan bukannya oleh > > wartawan, > > maka ceritanya gak perlu dilanjutkan. Sebab bisa dipastikan, isinya lebih > > banyak akal-akalannya daripada benarnya. > > à> > Wassalam > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
