Gw berangkat ke Flores persis setelah kejadian Lion Air nyemplung di Denpasar.  
Karena gw sudah beli tiket Lion Air maka terpaksa perginya ke Labuan Bajo pake 
Lion Air dan pulangnya dari Maumere beli tiket Merpati, transit di Makassar dan 
langsung ke Jakarta.

Pesawat Lion Air dari Jakarta ke Denpasar pake Boeing 737 900ER dan Denpasar ke 
Labuan Bajo dengan Wings Air pake ATR  72 500 bikinan Prancis (?).   Sementara 
Merpati dari Maumere ke Makassar pake pesawat buatan China dan dari Makassar ke 
Jakarta pake Boeing 737 juga, cuma pesawat Merpati lebih tua dari Lion Air.

Pada perjalanan kali ini, gw sharing hanya tentang hotel2 yang gw tempati dan 
restoran2 yang gw kunjungi di Flores.  Hal ini disebabkan karena tempat2 wisata 
yang gw kunjungi di Flores tersebut sangat indah dan sangat menakjubkan 
sehingga gw tidak bisa menuliskan dengan kata2 sendiri.  

Gw tentunya menyebutkan tempat2 wisata yang gw kunjungi, tapi gw tidak menulis 
secara spesific kekaguman dan keindahan tempat yang menakjubkan itu.  Sebaiknya 
datang dan lihat sendiri aja ke Flores untuk bisa menikmati dan mengagumi 
keindahan tempat wisata tersebut.

Bandara Labuan Bajo kecil banget, lebih kecil dari Husein Sastranegara di 
Bandung.  Hanya saja, sekarang ini sedang ada pembangunan bandara yang 
keliatannya megah dan diperkirakan akan selesai bulan Oktober tahun ini. 

Labuan Bajo kotanya keliatan akan berkembang sangat cepat.  

Ada beberapa Hotel di Labuan Bajo yang bagus seperti Jayakarta Hotel, Prima 
Hotel, tapi letaknya sekitar 15 menit dari Labuan Bajo.  Di sekitar Labuan Bajo 
ada hotel Golo  Hilltop dan ada juga penginapan di beberapa pulau, seperti di 
pulau Bidadari (Angel island) tersebut ada bungalow2 kepunyaan orang (Scott or 
Welsh?) yang harganya sekitar 1,5 jt per malam.

Ada juga bungalow2 di Pulau Seraya kepunyaan orang Itali, mungkin harga sewanya 
nggak beda jauh dengan bungalow di Angel Island.  Untuk menuju ke Pulau Seraya 
atau Angel Island sekitar 15-20 menit dari Labuan Bajo dan Seraya dan Angel 
Island menyediakan boat untuk ke Labuan Bajo.

Gw menginap di Labuan Bajo 2 malam.  Tiba dari Denpasar di Labuan Bajo sore 
hari, lalu jalan2 di down town dan sekalian liat2 pelabuahan Labuan Bajo. Gw 
terkejut juga menemukan ada 3 restoran Itali disana, dan chef nya semuanya 
Italian.  

Hari pertama gw makan di restoran Itali dengan salad sebagai makanan pembuka 
lalu raw meat Karpacio sebagai menu utama dan ditutup dengan minum kopi 
espresso.  Baru pertama kali ini gw menemukan menu Karpacio yang berbeda dari 
beberapa restoran Itali seperti biasanya.

Pagi harinya berangkat dengan menyewa boat ke P. Rinca, setelah itu snorkling 
di dua pulau dekat P. Rinca, lalu pada saat magrib menyaksikan jutaan kalong 
terbang keluar sarang dari P Kalong mencari makan di pulau2 sekitarnya.  
Fantastic...

Sampe di Labuan Bajo sekitar jam 8, lalu gw dinner di restoran Atlantic dengan 
menu makanan Spanish food.  Gw belum pernah coba Spanish food sebelumnya, jadi 
ini pertama kalinya gw coba Spanish food.  

Sebagai makanan pembuka, pertama keluar sup (gw lupa namanya) yang membuat 
badan terasa segar.  Setelah sup selesai lalu keluar Tapas sebagai appetizer.  
Tapas ini terdiri dari bermacam2 jenis makanan yang disajikan di satu plate 
seperti sajian sushi.  

Untuk main course pesannya Paella seafood dan kita menunggu penyajiannya 
sekitar 40 menit.  Paella sea food disajikan untuk 4-6 pax, semacam nasi kuning 
diatas big plate dengan bermacam sea food diatasnya.   Nasinya lengket seperti 
over cooked, rasanya gurih.  

Chef nya dari Basque sehingga makanannya memang benar2 orsinil makanan Spanish. 
 Jadi tidak heran makanannya sangat memuaskan.  Gw pesan 3 macam makanan 
termasuk makanan pembuka, dan semua makananya sangat memuaskan.

Besok paginya setelah breakfast gw langsung check out dengan tujuan kota 
Ruteng.  Sebelum meninggalkan Labuan Bajo gw terlebih dahulu pijat di Yayasan 
Amal Mandiri, pemijatnya orang2 cacat.  Tempatnya bersih, para staff dan 
pemijatnya sangat ramah, pelayanannya memuaskan.

Pertama bagian kaki yang dipijat dan digosok sambil kita menikmati pemandangan 
Labuan Bajo, setelah itu badan yang cape ini mulai dipijat selama 1 jam.  
Pijatannya sangat nyaman, menurut gw sih lebih asik daripada 'Bersih Sehat' di 
Jakarta.  Segar sekali rasanya dipijat setelah perjalanan seharian naik boat 
kemarin.

Berangkat dari Labuan Bajo sekitar jam 10 dan lamanya perjalanan menuju ke 
Ruteng sekitar 4-5 jam.  Singgah sebentar di tempat wisata Gua Batu Cermin, 
yang katanya ada batu di gua memantulkan cermin.  

Gw makan siang sekitar jam 2 di restoran "Joyo Pangestu".

Restoran ini bentuknya seperti warung kecil di Pantura.  Gw pesan ikan bakar 
kakap merah, ayam goreng, dan cah kangkung.  Ikan bakar rasanya gurih sekali 
dengan sambal kecap, cabe rawit dan bawang putih.  Ayam goreng dan cah 
kangkungnya juga enak.  Ketika masuk ke restoran ini gw nggak menyangka 
makanannya akan enak seperti ini.

Di perjalanan sebelum memasuki kota Ruteng gw mengunjungi lokasi sawah yang 
berbentuk sarang laba2.  Sawah ini berbentuk sarang laba2 karena lokasinya 
dikelilingi oleh gunung, bukit2, dan desa2 sehingga tata ruang sawah memang 
tidak mungkin berbentuk persegi, seperti bentuk sawah pada umumnya.

Kota Ruteng dikenal juga dengan sebutan 'Kota diatas awan' karena kota ini 
sering berkabut sehingga keliatan dari bawah seperti berada di awan.  
Ketinggian kota Ruteng sekitar 1,200 dpl dan berhawa sejuk.  

Ada juga sebutan lain buat kota Ruteng yaitu "Kota seribu gereja" karena hampir 
disetiap sudut kota, disetiap desa pasti ada gereja.  

Gw tinggal di penginapan "Santa Maria Berduka" atau sering disebut juga 
penginapan "Susteran".  Penginapan ini dikelola oleh suster2 Katholik dan 
disamping asrama untuk suster ada juga asrama pelajar putri.  

Kamarnya kecil, bersih, sangat sepi, suasana di hotel resik, dan tata taman 
hotel yang enak dipandang mata.  Ada sekitar 9 kamar yang disewakan dan 
semuanya sudah terisi penuh.

Malam harinya gw dinner di restoran Agape di Ruteng.  Restoran ini menyediakan 
menu "Western", "Chinese", dan "Indonesian" food, dan pada saat gw dateng 
restorannya penuh.

Gw pesan steak ikan dan dihidangkan hot plate dengan barbecue sauce.  Steak 
ikannya enak, a little bit overcooked, dagingnya gurih karena ikan kerapu.  Gw 
harus buru2 makan disini karena pintu gerbang penginapan Susteran ditutup jam 9 
malam.  Maklum lah, nginep di asrama putri sih...

Sarapan pada pagi hari di penginapan Susteran sudah termasuk dengan harga kamar 
dengan menu, 4 helai roti, strawberry jam, butter, nasi goreng, telur mata 
sapi, dan kopi atau teh.  Sarapannya standard banget..




----



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke