Karena itu sadarkan diri sendiri, orang-orang terdekat, 
orang-orang di sekitar, bahwa menyatakan golput sebagai 
'suara rusak' atau 'tidak sah' adalah kejahatan terhadap 
kemanusiaan. Sebab, sama saja itu menyatakan golput 
tidak eksis, bukan manusia. 

Faktanya, tanpa iming-iming apa pun, Golput terus bergerak 
dan jumlahnya membengkak dari tahun ke tahun. Suka atau tidak, 
inilah fenomena yang menyilaukan para antek nekolim. 

Lalu, kenapa kita ikut kesilauan? 

Bukankah kita si silau, dan antek nekolim sialan... 


--- "dimaswur" <dimaswur@...> wrote:

> Kalau Pemilu masih jalan; dan masih diatas 50% maka mereka tetap 
> tidak malu2 mengatakan baahwa tuh rakyat masih meendukung 
> pemerintahaan ! Buktinya masih tetap memilih ! Jadi akhirnya 
> keberhasilaan Pemilu Identik dengan LEGALISASI Korupsi dan 
> permafiaan !
> Ini  permasalahannya karena Urat Malu Bangsa Indonesia sudah 
> mengikuti urat Malu Bukan Pedanda !
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> 
> > Jumlah golput punya kecenderungan meningkat dari tahun 
> > ke tahun. Kemenangannya pun terus bertebaran di berbagai 
> > pilkada. 
> > 
> > Ambil contoh 2 pilgub terakhir. Di Jabar angka golput 
> > mencapai 35%, mengalahkan Aher-Dedi (33%). Sementara di 
> > Sumut, golput menang telak (63%). 
> > 
> > Menurunnya angka Golput baru terjadi di Pilgub DKI 2013, 
> > dari 37% menjadi 32% di putaran kedua. Kalah dari jokowi-ahok 
> > yang didukung 53% suara. 
> > 
> > Persoalannya, kemenangan golput tidak pernah dianggap karena 
> > keberadaan golput tidak diakui dalam sistem pemilu. Dan 
> > sesungguhnya itu pengingkaran terhadap keberadaan sekian juta 
> > rakyat / manusia Indonesia. 
> > 
> > Menetapkan suara abstain / golput sebagai 'suara rusak' atau 
> > 'tidak sah' adalah perbuatan biadab. Kejahatan terhadap 
> > kemanusiaan karena pelecehan terhadap suara pemilih. Mereka 
> > dianggap tidak ada. Padahal, pemilih abstain / golput adalah 
> > rakyat Indonesia juga, manusia juga, yang sama-sama punya hak 
> > untuk menyuarakan pendapatnya. 
> > 
> > Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa pemilu yang hanya mengakui 
> > suara pemilih yang mendukung kandidat sebagai 'suara sah', 
> > sebagai rakyat, sebagai manusia, adalah pemilu yang 
> > mengeksploitasi manusia. 
> > 
> > Ayo hentikan eksploitasi manusia oleh para bedebah itu. 
> > 
> > 
> > --- "dimaswur" <dimaswur@> wrote:
> > 
> > > Kayanya untuk GOLPUT menang tahun ini tetap masih susah. Mereka 
> > > paling2 mengambil suara2 ex Partai Gurem dan Partai2 berbasis 
> > > Islam.
> > > PDIP dan GOLKAR masih punya basis2 pemilih setia, dibeberapa 
> > > daerah.
> > > 
> > > Bukti nyataa PILKADA ! Rakyat masih antusias memilih kepala 
> > > daerahnyaa. Artinya malah menjadi kesenangan daan hiburan 
> > > tersendiri buat mereka !
> > > 
> > > PD punya kemungkinan menurun sampai kira2 30% suara; masuk ke 
> > > Golkar.
> > > Hannura mungkin saja malah terlempar sama sekali. Begitu pulaa 
> > > Gerindra. Dua Partai ini belum punya Kader pendukung yang bisa 
> > > diandalkan ! Mereka palingan adalah Paartai Oportunis; yaang 
> > > ingin meningkatkan Income pribadi.
> > > 
> > > Semua Partai Islam makin menurun, daan maakin berkurang 
> > > simpaatisannya; akibat kekecewaan terhadap para pemimpinnya.
> > > Mendirikan Partai Islam Baru saat ini adalah suatu kebodohan.
> > > 
> > > PDIP masih punya pendukung dan Kaader2 yang kuaat di beberapa 
> > > daerah; umpamanya Jateng, Bali; Sumut dan daerah Timur lainnya !
> > > 
> > > Sementara GOLKOR pendukung dan Kadernyaa cukup maantap disemua 
> > > daerah pemilihan.
> > > 
> > > Makaa kemungkinan Pembagian suaara kira2 akan begini :
> > > 
> > > 1. Golkar 25%  2. PDIP 25%  3. PD 17%  4. Golput 17 %
> > > 5. Partai Islam 12%   Sisanya Partaai GUREM
> > > 
> > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> > > 
> > > > Kalau golput menang, segera selenggarakan pemilihan ulang 
> > > > dengan calon berbeda / lapis berikutnya untuk menggantikan 
> > > > calon yang gagal mengumpulkan 50% suara dukungan. 
> > > > 
> > > > Pemilihan ulang dengan calon berbeda akan lebih bergairah 
> > > > dibanding sistem 2 putaran dengan calon yang itu-itu juga. 
> > > > Memilih calon yang sudah keok di putaran pertama jelas 
> > > > pemborosan yang sia-sia. 
> > > > 
> > > > Selain menjadi barometer dukungan rakyat terhadap pemimpin, 
> > > > golput juga memberi tekanan kepada partai untuk serius 
> > > > berbenah. Sekurangnya dalam mempersiapkan jagonya. 
> > > > 
> > > > Mosok partai cuma punya satu calon, atau malah cuma nebeng 
> > > > calonnya partai lain.
> > > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke