Polri mengusut tuntas kasus Aiptu Labora, Apakah Aiptu Labora merasa bahwa pengusutan yang dilakukan Polri ada penghinaan terhadap keyakinan Aiptu Labora.
Hal ini juga terjadi dengan Ormas Islam PKS, tetapi ormas Islam merasa pengusutan PKS oleh KPK adalah pelecehan terhadap Islam. Tida bisa diterima akal sehat manusia ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) <http://solusinews.blogspot.com/> Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38)<http://solusinews.blogspot.com/> Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum<http://solusinews.blogspot.com/> "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).(QS.3:45) <http://solusinews.blogspot.com/> *YESAYA 28:16* 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! <http://solusinews.blogspot.com/> ---------- Forwarded message ---------- From: Chan CT <[email protected]> Date: 2013/5/21 Subject: [Indonesia-Rising] Bongkar Rekening Gendut Aiptu Labora hingga Tuntas! To: GELORA_In <[email protected]> ** *Bongkar Rekening Gendut Aiptu Labora hingga Tuntas!* Penulis : Sabrina Asril | Selasa, 21 Mei 2013 | 06:19 WIB [image: Bongkar Rekening Gendut Aiptu Labora hingga Tuntas!]KOMPAS/HENDRA A SETYAWANEva Kusuma Sundari. 1<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/06195954/Bongkar.Rekening.Gendut.Aiptu.Labora.hingga.Tuntas.#> *TERKAIT:* - Ini yang Diadukan Aiptu Labora pada Kompolnas<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/04571864/Ini.yang.Diadukan.Aiptu.Labora.pada.Kompolnas> - Labora Jadi Pintu Masuk <http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/02192338/Labora.Jadi.Pintu.Masuk.> - Kompolnas: Lapor ke Kompolnas Bisa Dianggap Tak Bermanfaat<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/20/1931335/Kompolnas.Lapor.ke.Kompolnas.Bisa.Dianggap.Tak.Bermanfaat> - Labora Ditangkap di Kompolnas, Djoko Suyanto Biasa Aja <http://nasional.kompas.com/read/2013/05/20/18591710/Labora.Ditangkap.di.Kompolnas.Djoko.Suyanto.Biasa.Aja.> - Kompolnas Duga Ada Aliran Dana dari Aiptu Labora ke Polisi<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/20/15341518/Kompolnas.Duga.Ada.Aliran.Dana.dari.Aiptu.Labora.ke.Polisi> *JAKARTA, KOMPAS.com* Kasus rekening gendut yang dimiliki Aiptu Labora Sitorus harus diusut sampai tuntas. Dukungan dari para petinggi Polri diperlukan untuk menelusuri sejauh mana aliran dana ilegal mengalir ke personel Polri. Jika tidak, kasus rekening gendut ini akan lenyap begitu saja. "Kalau pengembangan kasus ternyata ada unsur konspirasi korps bahkan hingga mengalir jauh ke atasan lalu mandek, kan aneh. Sehingga dukungan Mabes, terutama *tone of the top* amat penting di sini. Tanpa itu bisa prematur atau hanyut seperti yang lalu," ujar Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari di Kompleks Parlemen, Senin (20/5/2013). Jika sudah mendapat dukungan dari petinggi Polri, maka prosesnya pun harus dijaga sehingga bisa seterbuka mungkin. Polri, kata Eva, juga harus membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan monitoring mengingat timbulnya potensi konflik kepentingan. Eva pun menduga kuat adanya keterlibatan dari atasan Aiptu Labora Sitorus. "Apa mungkin tidak sepengetahuan *immediate commander*? Kontrolnya *gimana*?" kata politisi PDI Perjuangan ini. Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika juga menduga hal yang sama. Pasek menilai Aiptu Labora tak mungkin bermain sendiri. Oleh karena itu, Polri diminta mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya rekening Aiptu Labora, Pasek juga mendorong dibongkarnya rekening gendut para perwira tinggi. "Lebih baik dikompletkan pembersihan maksimal dari bintara sampai jenderal. Kalau sedikit-sedikit nanti perlakuannya berbeda," ungkap Pasek. Diberitakan sebelumnya, Polda Papua telah menetapkan anggota Polres Raja Empat, Aiptu Labora Sitorus, sebagai tersangka kasus penimbunan BBM di Sorong menggunakan nama perusahaan PT Seno Adi Wijaya dan penyelundupan kayu dengan perusahaan PT Rotua. Dalam perkembangan penyidikan, Labora juga diduga melakukan pencucian uang terkait kedua perusahaan yang dikelola istrinya itu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Labora dan pengacaranya terbang ke Jakarta. Dia disebut meninggalkan tugas sebagai anggota Polres Raja Ampat tanpa izin dari pimpinan. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan temuannya, yakni Aiptu Labora melakukan transaksi keuangan mencurigakan selama lima tahun terakhir dengan nominal mencapai Rp 1,5 triliun. *Editor :* Palupi Annisa Auliani [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
