PKS itu partai kontol sapi.....asal tahu saja
kalau maen politik jangan bawa2 agama

seperti kebiasaan kalian Goyim2 tolol
bubarkan PKS itu.


________________________________
 From: Tawangalun <[email protected]>
To: [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
Ballast Yo <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; hendrikus sukiman <[email protected]>;
 "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Priatna <[email protected]> 
Sent: Monday, May 20, 2013 11:12 PM
Subject: [proletar] Fwd: [Indonesia-Rising] Bongkar Rekening Gendut Aiptu 
Labora hingga Tuntas!
 

Polri mengusut tuntas kasus Aiptu Labora,
Apakah Aiptu Labora merasa bahwa pengusutan yang dilakukan Polri ada
penghinaan terhadap keyakinan Aiptu Labora.

Hal ini juga terjadi dengan Ormas Islam PKS, tetapi ormas Islam merasa
pengusutan PKS oleh KPK adalah pelecehan terhadap Islam.

Tida bisa diterima akal sehat manusia
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)  <http://solusinews.blogspot.com/>
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh
10:34-38)<http://solusinews.blogspot.com/>
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu
oknum<http://solusinews.blogspot.com/>

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45) <http://solusinews.blogspot.com/>

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
<http://solusinews.blogspot.com/>


---------- Forwarded message ----------
From: Chan CT <[email protected]>
Date: 2013/5/21
Subject: [Indonesia-Rising] Bongkar Rekening Gendut Aiptu Labora hingga
Tuntas!
To: GELORA_In <[email protected]>


**


*Bongkar Rekening Gendut Aiptu Labora hingga Tuntas!*
  Penulis : Sabrina Asril | Selasa, 21 Mei 2013 | 06:19 WIB

   [image: Bongkar Rekening Gendut Aiptu Labora hingga Tuntas!]KOMPAS/HENDRA
A SETYAWANEva Kusuma Sundari.
1<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/06195954/Bongkar.Rekening.Gendut.Aiptu.Labora.hingga.Tuntas.#>

*TERKAIT:*

   - Ini yang Diadukan Aiptu Labora pada
Kompolnas<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/04571864/Ini.yang.Diadukan.Aiptu.Labora.pada.Kompolnas>
   - Labora Jadi Pintu Masuk
   
<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/21/02192338/Labora.Jadi.Pintu.Masuk.>
   - Kompolnas: Lapor ke Kompolnas Bisa Dianggap Tak
Bermanfaat<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/20/1931335/Kompolnas.Lapor.ke.Kompolnas.Bisa.Dianggap.Tak.Bermanfaat>
   - Labora Ditangkap di Kompolnas, Djoko Suyanto Biasa Aja
   
<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/20/18591710/Labora.Ditangkap.di.Kompolnas.Djoko.Suyanto.Biasa.Aja.>
   - Kompolnas Duga Ada Aliran Dana dari Aiptu Labora ke
Polisi<http://nasional.kompas.com/read/2013/05/20/15341518/Kompolnas.Duga.Ada.Aliran.Dana.dari.Aiptu.Labora.ke.Polisi>

*JAKARTA, KOMPAS.com* — Kasus rekening gendut yang dimiliki Aiptu Labora
Sitorus harus diusut sampai tuntas. Dukungan dari para petinggi Polri
diperlukan untuk menelusuri sejauh mana aliran dana ilegal mengalir ke
personel Polri. Jika tidak, kasus rekening gendut ini akan lenyap begitu
saja.

"Kalau pengembangan kasus ternyata ada unsur konspirasi korps bahkan hingga
mengalir jauh ke atasan lalu mandek, kan aneh. Sehingga dukungan Mabes,
terutama *tone of the top* amat penting di sini. Tanpa itu bisa prematur
atau hanyut seperti yang lalu," ujar Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari
di Kompleks Parlemen, Senin (20/5/2013). Jika sudah mendapat dukungan dari
petinggi Polri, maka prosesnya pun harus dijaga sehingga bisa seterbuka
mungkin.

Polri, kata Eva, juga harus membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) untuk melakukan monitoring mengingat timbulnya potensi konflik
kepentingan. Eva pun menduga kuat adanya keterlibatan dari atasan Aiptu
Labora Sitorus. "Apa mungkin tidak sepengetahuan *immediate commander*?
Kontrolnya *gimana*?" kata politisi PDI Perjuangan ini.

Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika juga menduga hal yang sama. Pasek
menilai Aiptu Labora tak mungkin bermain sendiri. Oleh karena itu, Polri
diminta mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya rekening Aiptu Labora, Pasek
juga mendorong dibongkarnya rekening gendut para perwira tinggi. "Lebih
baik dikompletkan pembersihan maksimal dari bintara sampai jenderal. Kalau
sedikit-sedikit nanti perlakuannya berbeda," ungkap Pasek.

Diberitakan sebelumnya, Polda Papua telah menetapkan anggota Polres Raja
Empat, Aiptu Labora Sitorus, sebagai tersangka kasus penimbunan BBM di
Sorong menggunakan nama perusahaan PT Seno Adi Wijaya dan penyelundupan
kayu dengan perusahaan PT Rotua. Dalam perkembangan penyidikan, Labora juga
diduga melakukan pencucian uang terkait kedua perusahaan yang dikelola
istrinya itu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Labora dan pengacaranya terbang ke
Jakarta. Dia disebut meninggalkan tugas sebagai anggota Polres Raja Ampat
tanpa izin dari pimpinan. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan temuannya,
yakni Aiptu Labora melakukan transaksi keuangan mencurigakan selama lima
tahun terakhir dengan nominal mencapai Rp 1,5 triliun.
  *Editor :*
Palupi Annisa Auliani




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke