Sebagai tuanrumah, tim nasional mana pun berhak memakai kostum utamanya. Timnas Indonesia berhak main di Senayan dengan kostum utama Merah-Putih.
Promotor pertandingan Indonesia vs Belanda sami mawon dengan uplik yang lebih baik menjual harga dirinya daripada nggak dapet 3 butir kentang. Dan komentar si ambon ini jelas komentar orang buta yang kocak karena menolak disembuhkan Yesus. --- "Sunny" <ambon@...> wrote: > Hijau mempunyai arti, jadi tidak perlu diragukan maksudnya. > > From: Batara Hutagalung > > > Bangsa Yang Kehilangan Martabat > > > > Oleh Batara R. Hutagalung > > Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) > > > > Pada 7 Juni 2013, di Stadion utama di Senayan, Jakarta, > > diselenggarakan pertandingan sepakbola antara tim nasional > > Republik Indonesia melawan tim nasional Belanda. Tim nasional > > Indonesia mengenakan kostum berwarna Putih-Hijau,dan tim nasional > > Belanda mengenakan kostum nasionalnya berwarna oranye. Menteri > > Pemuda dan Olahraga RI Roy Suryo juga hadir, dan turun ke > > lapangan untuk menyalami seluruh pemain. Hasil akhir: Tim > > nasional Indonesia kalah 0 â" 3. Fakta di lapangan! > > Pecinta sepakbola di seluruh dunia mengetahui peraturan > > internasional, bahwa tuan rumah berhak menentukan warna kostum > > yang akan dikenakan oleh timnya, baik itu sebagai klab atau tim > > nasionalnya. Dan tentunya untuk satu bangsa, sebagai tuan rumah, > > adalah suatu kebanggaan untuk mengenakan kostum nasional, yang > > warnanya biasanya sesuai dengan bendera nasional atau ciri-ciri > > bangsanya. > > Rakyat Indonesia mengetahui, bahwa warna kostum tim nasional > > Indonesia adalah Merah-Putih, dan pecinta sepakbola di seluruh > > dunia mengetahui, bahwa warna kostum tim nasional Belanda adalah > > oranye, sesuai dengan ciri-ciri kerajaan Belanda, yaitu wangsa > > oranye (oranien). > > Promotor yang mengatur pertandingan adalah perusahaan yang > > bernama Nine Sports. CEO Nine Sports mengakui, bahwa dia membuat > > kesepakatan dengan Federasi Sepakbola Belanda (KNVB), di mana dia > > menyetujui tim nasional Belanda menggunakan kostum dengan warna > > tim nasionalnya, yaitu oranye. Alasannya semata-mata untuk tujuan > > komersial, yaitu mencari uang. Dia menyatakan, bahwa tindakannya > > ini telah dikonsultasikan dengan pegurus PSSI. > > Oleh karena itu, melihat fakta di lapangan sepakbola, secara > > kasat mata terlihat oleh pecinta sepakbola, bahwa Belanda adalah > > tuan rumah di Stadion di Jakarta. Baik komentator maupun > > pendukung timnas Indonesia tidak dapat menyebutkan kalimat yang > > selalu diucapkan apabila timnas Indonesia berlaga, yaitu > > mendukung TIM MERAH-PUTIH! > > Kelihatannya ini adalah hal yang sepele, hanya suatu pertandingan > > sepakbola antara dua negara. Namun apabila ditinjau lebih dalam, > > ini adalah masalah yang sangat mendasar, ini adalah masalah > > martabat bangsa. Kemudian, apabila diteliti lebih dalam lagi > > masalah yang ada antara Republik Indonesia dengan Kerajaan > > Belanda, ini adalah masalah politik yang tidak diselesaikan > > selama lebih dari 62 tahun, sejak 17 Agustus 1950, yaitu sejak > > diyatakan berdirinya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia. > > Masalahnya: Hingga detik ini, 2013, pemerintah Belanda tetap > > tidak mau mengakui de jure kemerdekaan Republik Indonesia adalah > > 17.8.1945. Untuk pemerintah Belanda, de jure kemerdekaan RI > > adalah 27 Desember 1949, yaitu ketika dilakukan penyerahan > > kewenangan (soevereniteitsoverdracht) dari pemerintah Belanda > > kepada pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS), yang > > dipandang sebagai kelanjutan dari pemeritah Nederlands Indië > > (India Belanda). > > Pengakuan CEO Nine Sports, promotor yang mengatakan alasannya > > menyetujui Belanda menggunakan kostum dengan warna yang sesuai > > dengan identitas bangsanya hayalah untuk mencari uang bukan > > hanya sangat mengejutkan, melainkan sangat mengerikan untuk > > bangsa Indonesia: > > Uang lebih penting dari MARTABAT BANGSA! > > Merah-Putih adalah warna bendera nasional Republik Indonesia, dan > > juga warna kostum tim nasional sepakbola. Kelihatannya, Belanda > > bukan hanya tidak mau melihat bendera Merah-Putih, bahkan di > > lapangan sepakbolapun Belanda tidak mau melihat warna Merah- > > Putih. Dengan menggunakan kostum nasionalnya, secara simbolis > > Belanda menunjukkan, bahwa Belanda masih menjadi tuan rumah di > > Indonesia. Oleh karena itu, kekalahan tim nasional RI 0 â" 3 > > dari tim nasional Belanda, juga berarti kekalahan bangsa > > Indonesia 0 â" 3 terhadap Belanda: > > Kekalahan di lapangan sepakbola, > > Kekalahan politis, > > KEHILANGAN MARTABAT BANGSA!. > > > > Sikap yang ditunjukkan oleh CEO Nine Sports ini adalah cerminan > > dari sikap banyak orang Indonesia pada saat ini, yaitu tidak lagi > > peduli terhadap martabat bangsa. Sikap masyarakat seperti ini > > memaparkan dengan gamblang kegagalan selama ini dalam upaya > > membangun bangsa (nation building) dan membangun jatidiri bangsa > > (character building), sebagaimana yang dicita-citakan oleh para > > pendiri bangsa dan para pendiri negara. > > Yang lebih memalukan lagi adalah, yang terlihat di lapangan > > sepakbola â"untuk mereka yang mengetahui peraturan internasional > > untuk sepakbola- bahwa bangsa ini tidak mempunyai martabat, demi > > memperoleh uang! > > Belanda, tanpa perlu mengucapkan atau menulis apapun, berhasil > > menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa: âAku Tuan Rumah > > di Sini!â Belanda menunjukkan kepada dunia internasional, > > bahwa Belanda tetap âberkuasaâ di Bumi Nusantara. > > Sampai detik ini, pemerintah Belanda tetap tidak mau mengakui de > > jure kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Semua > > lembaga tinggi/anggota lembaga tinggi di Republik Indonesia > > mengetahui hal ini: Pemerintah Republik Indonesia, MPR RI, DPR RI, > > DPD RI, Mahkamah Konstitusi RI, LEMHANNAS RI, demikian juga > > Legiun Veteran RI serta sejumlah Angkatan â45, namun semua > > membiarkan sikap Belanda, dan tidak satupun yang mempertanyakan > > hal ini. > > Pada 16.8.2005 Menlu Belanda Ben Bot di Jakarta mengatakan, bahwa > > kini (2005) pemerintah Belanda menerima de facto proklamasi > > 17.8.1945. Artinya, sampai 16.8.2005, untuk pemerintah Belanda, > > NKRI tidak eksis samasekali. Tidak satupun yang menanggapi > > penghinaan besar terhadap martabat bangsa! > > (pernyataan dan wawancara menlu Ben Bot, lihat: > > http://batarahutagalung.blogspot.com/2013/02/menlu-belanda-kemerdekaan-republik.html) > > Sangat aneh, apabila ada dua negara yang menyatakan mempunyai > > hubungan diplomatik, namun negara yang satu tidak mengakui de > > jure negara yang lain. Pengakuan de jure adalah masalah martabat > > bangsa. > > Pers nasional? Mungkin hampir semua juga mengetahui hal ini, > > tetapi hanya media cetak yang memberitakan, namun tidak satupun > > media TV dan Radio yang mau membuat tema ini menjadi tema untuk > > diskusi atau perdebatan. Kelihatannya untuk media Tv dan Radio, > > martabat bangsa bukan tema yang menarik atau seksi untuk > > dibicarakan! > > > > Apakah bangsa ini telah > > kehilangan martabat? > > > > Apakah akan kita wariskan > > kepada anak-cucu kita satu bangsa yang tidak bermartabat? > > > > ******** > > ================================================ > > > > Beberapa berita Pers > > mengenai pertandingan sepakbola RI vs Belanda > > > > ------------------------------------------- > > > > Sumber: > > http://bola.viva.co.id/news/read/418977-promotor--indonesia-pakai-kostum-tandang-demi-uang > > > > Promotor: > > Indonesia Pakai Kostum Tandang Demi Uang > > "Kami juga mencari uang," kata CEO Nine Sport. > > > > Jum'at, > > 7 Juni 2013, 15:01 WIB > > Marco Tampubolon, Rejdo Prahananda > > > > VIVAbola > > - CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksana selaku promotor > > pertandingan Indonesia vs Belanda akhirnya angkat bicara terkait > > keputusan managers meeting yang meminta skuad Garuda mengenakan > > kostum tandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), > > Senayan, malam ini. Menurutnya, hal itu murni demi kepentingan > > komersial. > > "Ini memang ada sisi komersilnya. Kalau tidak ada, kasihan kami > > juga sebagai promotor. Kami juga mencari uang," kata Arif saat > > ditemui para wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat, 7 Juni > > 2013. Arif menjelaskan, bahwa sejak awal pihaknya memang telah > > menjalin kesepakatan dengan KNVB agar timnas Belanda menggunakan > > kostum kandang saat tampil di SUGBK. Itu sebabnya, saat managers > > meeting digelar jelang pertandingan, Belanda ngotot pakai kostum > > Oranje. > > "Kami juga mencari uang. Sepakbola tidak sekadar olahraga tetapi > > ada unsur entertainment (hiburan) di mana terdapat sisi nilai > > jualnya." > > Arif juga menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah > > membicarakan hal ini dengan pihak PSSI. Namun, dia berdalih, > > pergantian kepengurusan yang terjadi di organisasi sepak bola > > tanah air itu telah membuat mereka kesulitan untuk berkoordinasi > > lebih lanjut. > > "Semua serba last-minute. Sementara Belanda sudah bawa kostum > > utama ke Indonesia. Ini sudah sesuai dengan komitmen dari awal. > > Ini karena komunikasi dengan PSSI tidak maksimal lantaran mereka > > ganti pengurus," beber pria berkepala plontos itu. > > > > "Kalau di manager meeting kemarin terus memaksakan Indonesia > > pakai kostum Merah Putih, tentu Belanda keberatan karena mereka > > hanya bawa satu kostum kandang dan tidak bawa kostum lain. Lantas > > siapa yang bayar logistik untuk bawa kostum tandang Belanda?" > > kata Arif. > > Arif juga menilai bahwa laga Indonesia vs Belanda hanya berstatus > > laga persahabatan. > > Karena itu, tidak ada aturan yang mewajibkan tuan rumah > > menggunakan kostum utama. "Berdasarkan aturan FIFA tak ada > > keharusan (Indonesia harus mengenakan kostum utama). Tapi dalam > > masalah ini, kami tidak menyalahkan siapaun," ujar Arif. (sj) > > > > > > ============================= > > > > Sumber: > > Bisnis Indonesia > > http://www.bisnis.com/laga-indonesia-belanda-alasan-komersial-garuda-tanggalkan-merah-putih > > > > > > LAGA INDONESIA- BELANDA: > > > > Alasan Komersial, > > Garuda Tanggalkan Merah Putih > > > > Martin Sihombing - Jumat, 07 Juni 2013, 18:00 WIB > > > > BISNIS.COM, > > JAKARTA--Presiden Federasi Sepakbola Belanda (KNVB), Michael van > > Praag, meminta maaf kepada Indonesia karena Tim Garuda tidak bisa > > menggunakan kostum (jersey) utama saat berlaga melawan Timnas > > Belanda di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jumat malam ini > > (7/6/2013). > > "Kami mohon maaf kepada Indonesia karena tidak bisa menggunakan > > jersey utamanya," kata van Praag di kantor PSSI Senayan, Jakarta, > > Jumat (7/6/2013). > > Van Praag datang secara khusus menemui Ketua Umum PSSI Djohar > > Arifin untuk menyampaikan permohonan maafnya sekaligus membahas > > konsep kerjasama yang akan dijalan PSSI dengan KNVB. > > Ia mengatakan tidak ada maksud menghina Indonesia terkait > > kesepakatan Timnas Indonesia yang harus mengalah menggunakan > > kostum tandang. > > "Bukan maksud kami menghina Indonesia. Tetapi promotor telah > > melakukan kesepakatan dan kami hanya menyetujui," ujarnya yang > > dikutip Antara. > > Dari kesepakatan tersebut, lanjut dia, timnas "De Oranje" hanya > > membawa satu jenis kostum saja ketika datang ke Jakarta. > > Ia mengatakan hal ini murni kesalahan komunikasi dari promotor > > pertandingan (Nine Sport) yang tidak berkoordinasi dengan pihak > > PSSI sebagai federasi sepakbola nasional yang menaungi Timnas > > Garuda. > > "Kami hanya menjalankan kesepakatan yang telah disampaikan > > promotor untuk mengenakan jersey oranye," tambahnya. > > Sementara itu pihak dari promotor, Ceo Nine Sport, Arif Putra > > Wicaksana, menjelaskan kesepakatan soal kostum ini dilihat > > dari segi komersilnya. > > Ia menjelaskan Timnas Belanda identik dengan kostum warna oranye > > maka disepakati bahwa mereka tetap menggunakan kostum tersebut > > sedangkan Timnas Indonesia mengenakan kostum putih hijau karena > > kostum utama Timnas Indonesia yang berwarna merah hijau dinilai > > hampir mirip warnanya. > > "Saya melihat dari segi komersilnya. Kita di sini mau jualan > > kalau promotor tidak ada sisi komersilnya kan kasihan, kita > > butuh cari uang. Sepakbola ini kan menurut saya bukan sekedar > > sport tetapi ada entertainmentnya juga," jelas Arif. > > Menurut Arif soal kesepakatan ini sudah disepakati sejak tahun > > lalu. > > "Kalau memang kemarin warnanya mau diubah, siapa yang mau provide > > jersey-nya. Belanda bawa bajunya sesuai dengan komitmen," ujarnya. > > Ia menambahkan, "Ini kesepakatan diawal. > > Tahu sendiri PSSI serba berubah-ubah. Saya deal sejak Desember > > tahun lalu dan sekarang sekjen-nya sudah ganti tiga kali jadi > > komunikasinya tidak maksimal antara sekjen pertama kedua dan > > ketiga.". > > > > Editor > > : Martin Sihombing > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
