Tiga hal juga. 

Pertama, masalah kostum ini (kalau memang jadi masalah) 
sebenarnya sudah selesai sejak peluit kick-off timnas Belanda 
vs timnas Indonesia berbunyi. Publik Senayan sangat sportif 
mendukung permainan cantik. Harus diakui, sepanjang 45 menit 
pertama tim Indonesia bermain bagus. Sangat bagus. Bisa 
dipastikan ini tampilan terbaik timnas dalam 10 tahun terakhir. 
Wajar 45 menit pertama tempik-sorak diberikan kepada timnas 
Indonesia. 

Sebaliknya, di kubu timnas Belanda, nyaris semua pemain bintang Belanda 
terlihat frustasi dan kelelahan. Beruntung (ini bisa 
dibilang keberuntungan Belanda), di puncak kelelahan mereka, 
wasit meniup peluit tanda "water break", semacam time-out pada 
basket yang mulai diperkenalkan dalam sepakbola. Tanpa water-break 
ini bisa jadi kefrustasian pemain belakang Belanda bisa membuat 
kengawuran mereka nendang bola (bbrpkali salah ngumpan), berlanjut. 
Babak pertama berakhir imbang, 0-0. Kurnia Meiga si penjaga gawang 
layak dapat bintang. Ada 4-5 kali dia menggagalkan "gol" van Persie, 
2 kali di antaranya dengan merebut bola langsung dari sepatu Persie.

Sejak gol pertama Belanda di menit 60an, tempik-sorak penonton 
praktis beralih ke timnas Belanda. Bukan karena Belanda bermain 
lebih baik, tapi lantaran barisan belakang Indonesia mulai bermain 
jelek. Dan akhirnya sorak-sorai menggelegar menyambut gol Arjen Robben di menit 
terakhir, 3-0 untuk timnas Belanda. Publik Senayan 
layak dapat bintang karena sportivitas dan dukungannya terhadap 
permainan cantik. 

Itu fakta pertandingan yang tidak lagi mempersoalkan masalah warna 
kostum.

Memang, peraturan FIFA cuma menyebut masalah prinsip perlengkapan 
pemain. Dalam hal ini, warna kostum kedua tim pada prinsipnya harus 
berbeda. Sedangkan teknisnya diserahkan masing-masing tim dan pihak 
penyelenggara pertandingan. 

Tapi setiap pecinta sepakbola pasti tau bahwa dalam budaya 
sepakbola ada tradisi-tradisi yang menyerupai etika atau malah 
hukum tak tertulis. Untuk warna kostum misalnya, sudah menjadi 
tradisi bahwa tim tamu memakai warna kostum yang berbeda dari 
warna kostum utama tim tuan rumah. Atau biasa disebut, tim tamu 
mengenakan change kit. 

Tim Belanda sudah barang pasti paham masalah ini. Tapi faktanya, 
tim sebesar itu lebih suka berpola pikir kekanak-kanakan seolah 
mereka tidak tahu warna kostum utama tim Indonesia. 

Fakta di luar pertandingan ini menjadi persoalan ketika pihak promotor tidak 
minta ma'af kepada pecinta Merah-Putih dan malah 
sesumbar kesepakatan soal kostum ini demi alasan komersil - 
jualan merchandise Oranye. 

Padahal, fakta lapangan membuktikan, kakilima di seantero Senayan 
saat itu cuma menjual kostum Merah-Putih berikut change kit-nya. 
Tidak ada yang jualan kaos oranye, bahkan oranyenya Persija 
sekalipun. So, publik Senayan mah persetan dengan promotor sontoloyo. 
Yang penting nonton pertandingan menarik. 

Hal kedua. Fakta sontoloyo inilah rupanya yang mengusik nasionalisme 
Batara Hutagalung hingga merasa harus menulis tentang hilangnya 
martabat sebuah bangsa - dalam pola pikir gua tentu saja yang hilang 
adalah martabatnya bangsa sepakbola yang paham tradisi tapi bersikap 
kekanak-kanakan :) 

Nah, hal ketiga. 

Prol kelihatan menyedihkan selagi ada yang terusik nasionalismenya 
eh si ambon jeplak yang tendensius anti terhadap lapangan hijau.. 
penghijauan.. go green.. green & peace maupun green green green 
ada speda... seolah dia begitu anti terhadap green green grass of 
home. 

Kenapa mbon?? 

Mbok cerita-cerita di sini kalo lagi kebelet sama green grass 
di rumah sebelah mah. 

Ya kan duke? 


--- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote:

> kalo soal (sepak) bola, alarmku biasanya bunyi ;o)
> tapi tulisan ini bukan hal sepak bola, melainkan "pola pikir".
> 
> terkait topik ini yg ternyata sanggup melebar hingga ke luar
> lapangan bola, emang dituntut pemahaman yg ekstra komprehensif.
> sekaligus dinamika wawasan nan lentur bak messi sekaligus gak
> lantas kaku hanya perkara bola, tapi juga keteguhan bak puyol.
> 
> pemahaman komprehensif terkait dress-code lapangan atau umumnya
> disebut "jersey", memang diatur oleh otorita tertinggi melalui
> fifa - laws of the game, khususnya psl 4: perlengkapan pemain.
> namun gk mengatur secara teknis maupun rinci soal "home jersey"
> maupun "away", begitupun pada penjelasannya (interpretation).
> 
> masih soal aturan resmi dimana fifa juga mengakomodir eksistensi
> afc (federasi sepak bola asia) selanjutnya mengatur keanggotaan
> termasuk pssi, sudah semestinya meratifikasi "laws of the game"
> untuk kemudian dilegitimasi bersama pemerintah (menpora didukung
> koni), lalu disosialisasikan dan dijadikan aturan baku nasional
> bagi seluruh kepentingan yakni manajemen dan kepengurusan, klub
> amatir (bond) maupun pro, termasuk event organizer, talent scout,
> sponsor dan segala kepentingan perkara sepak bola di indonesia.
> 
> pertanyaan, apakah sudah ada aturan demikian di indonesia?
> 
> kalau dijawab ada, memang rasanya pernah dipakai terutama oleh
> nurdin saat berjuang melegitimasi statusnya yg masih memiliki
> hak menjabat walau memelintir pasal (terjemahan) "mantan napi".
> 
> tidak ada? rasanya dugaan ini paling jitu, terbukti sulitnya
> mencari pembenaran aturan tentang kisruh penggunaan jersey pssi.
> sehingga timbul interpretasi berikut "kembang sentimentil" yg
> cenderung melebar bahkan terjebak offside jadi isu kedaulatan.
> 
> itu hal pertama, sekaligus secara subjektif selalu membuatku
> malas untuk bicara sepak bola indonesia, antara ada dan tiada.
> masih lebih mendebarkan sekaligus apresiatif bagi timnas tahiti,
> yg sebelum dihajar 0-10 oleh spanyol namun sudah berulang kali
> jadi "lecehan" para komentator bola yg tentu ada di indonesia.
> 
> perihal kedua, tentang keberadaan jersey itu sendiri. sejatinya
> memang gak diatur oleh fifa terkait home and/or away. karena
> secara teknis lebih dianggap ranah perogeratif bersangkutan
> entah klub maupun saat mewakili negara. termasuk kebebasan bagi
> sebuah badan atau organisasi penyelenggara, berbentuk kompetisi
> panjang (liga) atau pendek (persahabatan), juga eksebisi tunggal
> seperti contoh barusan belanda (knvb) vs indonesia (pssi), atau
> besok liverpool fc (club) vs indonesia (jelas bukan klub bola).
> 
> maka dalam konteks demikian, gk bisa disalahkan jika pihak event
> organizir dapat/ telah mengkondisikan agar timnas belanda boleh
> menggunakan atribut andalan yg identik dgn home-jersey, lebih
> kepada kepentingan bisnis dan merchandise melebihi unsur lain.
> adapun kenapa pssi selaku tuan rumah dan pihak berwenang telah
> gagal (kata halus daripada "bersedia") menetapkan home-jersey
> selaku tuan rumah? selain memang gk ada aturan baku (hal kesatu)
> maupun boleh ditenggarai "telah menyelesaikan proses negosiasi".
> 
> nyatanya pada lawatan knvb berikutnya ke china, van persie yg
> konon punya nenek kelahiran semarang, menggunakan away-jersey
> yakni putih-putih berikut tulisan namanya pake huruf mandarin
> untuk menghadapi tim merah-merah (rrc) sbg kostum tuan rumah.
> 
> akhirnya ketiga .. emang masih ada sepak bola (di) indonesia?
> 
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> 
> > Sebagai tuanrumah, tim nasional mana pun berhak 
> > memakai kostum utamanya. Timnas Indonesia berhak 
> > main di Senayan dengan kostum utama Merah-Putih. 
> > 
> > Promotor pertandingan Indonesia vs Belanda sami 
> > mawon dengan uplik yang lebih baik menjual harga 
> > dirinya daripada nggak dapet 3 butir kentang. 
> > 
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke