Kardinal juga kalau lihat Bottom bocah lanang buru2 kemecer mau ngentup.Padahal mereka kalau kotbah katanya siapa saja yg telah menerima Kristus gak akan berbuat dosa.
Paulus Anak Wedus. --- In [email protected], Tawangalun <tawangalun@...> wrote: > > Kalimat yang sangat lucu "Hafal Quran, Jenggotan tapi kok lihat perempuan > enggak tahan?" > Bagaimana dengan sapi apakah sapi perlu memakai busana muslim ? > > Mohammad SAW a Pedophile > Mohammad SAW anak wedus > ______________________________________________________________________________________________________________________ > ______________________________________________________________________________________________________________________ > > > Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) > Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) > Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum > > "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat > daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di > dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada > Allah)".(QS.3:45) > > *YESAYA 28:16* > 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan > sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru > yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! > > > 2013/6/24 Bruno Mars <brunomars890@...> > > > ** > > > > > > PKS lagi-lagi disindir NU. > > PKS memang sudah mempermalukan Islam di mata dunia. > > > > Said Aqil: Hafal Quran, Jenggotan tapi kok lihat perempuan enggak tahan? > > > > Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Sirdj sempat > > melontarkan cibiran tidak langsung kepada Partai Keadilan Sejahtera, karena > > mantan pimpinan partai itu terlibat kasus suap pengurusan kuota impor > > daging sapi. Meski tidak secara langsung menyebut nama, dia beberapa kali > > menyebut kasus suap impor daging dalam pidatonya. > > > > "Masa enggak ingat. Itu lho katanya mereka itu hafal Quran, salat malam > > rajin, jenggotan, eh lihat daging sapi enggak tahan," kata KH. Said Aqil > > sembari tertawa, dalam pidatonya di acara peluncuran Program Gaya Hidup > > Sehat untuk Remaja Indonesia kerjasama LKNU dan SESRIC, Turki, di Kantor > > Pusat PBNU, Jakarta, Jumat (21/6). > > > > Pernyataan itu pun disambut gelak tawa oleh para hadirin dalam ruangan. > > Kemudian, dia tetap melanjutkan pidatonya. > > > > Menurut Said Aqil, Nabi Muhammad SAW, sudah memprediksi bakal ada golongan > > kaum muslim yang ekstrim, radikal, dan menjadi cikal bakal teroris. Menurut > > dia, hal itu berkaca dari peristiwa pembunuhan salah satu sahabat Nabi > > Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib R.A., oleh seorang penghafal Quran saat > > hendak menunaikan salat Subuh. > > > > "Persis sama mereka yang sering teriak Allahu Akbar. Beda sama mereka yang > > katanya tarbiyah, jenggotan, salat malam rajin, hafal Alquran, eh begitu > > lihat perempuan enggak tahan. Ingat kan yang 45 perempuan itu," ujar Said > > Aqil. > > > > Mendengar pernyataan itu, lagi-lagi tamu yang hadir tertawa. > > > > "Kalau orang NU jarang ada yang hafal Alquran. Sekjen saja enggak hafal, > > bendahara juga. Tapi Insya Allah ini orang baik semua," sambung KH. Said > > Aqil. > > > > Said Aqil lantas melanjutkan pidatonya. Menurut dia, sikap PKS yang > > seperti itu menurut dia tidak tepat. Karena menurut dia malah bertentangan > > dengan prinsip Islam. > > > > "Baru ikut tarbiyah dua minggu, mentang-mentang jenggotan, sudah berani > > mengkafirkan kyai yang tahunan memegang pesantren. Kalau enggak kafir, > > minimal disebut ahli bid'ah lah," lanjut Said Aqil. > > [did] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
