Anggap masjid dan gereja itu warung KFC dan warung mBok Berek Be,ya kita gak tahu kenapa warung mBok Berek mati lalu dibeli oleh KFC,padahal konsumennya wong Barat kan kritis2 semua.Pasti si KFC ini bisa diterima ngakal oleh konsumennya.La orang2 Barat yg converse itu justru mayoritas wanita,opo biar mereka dipukuli oleh suaminya?Begitulah kira2 Be.
Paulus Anak Wedus. --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote: > > > > sebenernya bukan jumlah gereja yang berubah jadi mesjid yang perlu dibangga > banggakan orang islam > yang perlu buat orang islam itu membangun ahlak, kalau itu baru boleh bangga > > banyaknya mesjid cuma menunjukan kwantiti tapi bukan kualitas > > > ________________________________ > From: Tawangalun <tawangalun@...> > To: [email protected] > Sent: Monday, June 24, 2013 12:48 AM > Subject: [proletar] Gereja UK yg converse ke masjid > > > >  > > Di saat umat Kristen Inggris "lari" dari gereja, umat Islam > ambil alih tempat mereka untuk dijadikan masjid > > Hidayatullah.comâ"Di Peace Street 20 Bolton, berdiri sebuah gedung > besar berkubah yang amat berwibawa, yang lengkap dengan menara. Tempat > itu ramai dikunjungi warga Bolton, terutama yang memeluk Islam, bahkan > tiap pekannya, ribuan umat Islam hadir di tempat ini, guna melaksanakan > shalat Jumat. Gedung itu tidak lain adalah Masjid Zakariyya. > > Sejarah berdirinya masjid itu, bukanlah kisah yang singkat. Kala itu > antara tahun 1965 hingga 1967 umat Islam Bolton dan Balckburn belum > memiliki tempat permanen untuk melaksanakan shalat. Untuk melakukan > shalat Jumat saja, mereka melaksanakannya di The Aspinal, sebuah > diskotik dan tempat dansa yang digunakan di malam hari, sedang siangnya > di hari Jumat tempat itu dibersihkan para relawan guna dijadikan sebagai > tempat melaksanakan shalat Jumat. > > Karena jumlah jama'ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat > besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa > digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. > > Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas > Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 > pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu > menjadi milik umat Islam. Bangunan itulah yang kini disebut Masjid > Zakariyya itu. > > Tidak hanya Masjid Zakariyya, beberapa masjid Inggris pun memiliki kisah > yang hampir sama dengan kisah masjid kebanggan Muslim Bolton itu, yakni > sama-sama berasal dari gereja yang dijual, baik karena kehilangan > pengikut, atau karena sebab lainnya. > > Berikut ini masjid-masjid yang dulunya merupakan gereja: > > * Masjid Jami' London > > [Masjid Jami' London]Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan > masjid Brick Lane, karena posisinya di Brick Lane 52. Bangunan > berdinding bata merah itu, merupakan masjid terbesar di London, yang > mampu menampung 4000 jama'ah. Walau demikian luas, masjid ini belum > bisa menampung seluruh anggota jama'ah shalat Jumat, hingga sering > kali jama'ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama'ah > merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut > Banglatow. > > Masjid ini memiliki sejarah yang sangat unik dan panjang. Awalnya, > bangunan yang didirikan sejak tahun 1743 ini adalah gereja Protestan. > Dibangun oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari > dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, > karena jama'ahnya menurun, maka gereja ini dijual. > > Di tahun 1809, bangunan ini digunakan masyarakat London untuk > mempromosikan Kristen kepada para pemeluk Yahudi, dengan cara > mengajarkan Kristen dengan akar ajaran Yahudi. Tapi, program ini juga > gagal. Dan bangunan diambil oleh komunitas Metodis pada tahun 1819. > > Komunitas Metodis cukup lama "memegang" gereja ini. Walau > demikian, pada tahun 1897, tempat ini diambil oleh komunitas Ortodok > Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai > dua. > > Tapi tahun 1960-an komunitas Yahudi menyusut, karena mereka pindah ke > wilayah utara London, seperti Golders Green dan Hendon, sehingga > bangunan ditutup sementara, dan hal itu berlanjut hingga tahun 1976. > Setelah itu gedung itu dibuka kembali, dengan nama barunya, Masjid > Jami' London. > > * Masjid Didsbury > > [Masjed Didsbury]Masjid ini terletak di Burton Road, Didsbury Barat, > Manchester. Gedung yang digunakan sebelumnya merupakan bekas gereja > komunitas Metodis, yang bernama Albert Park. Gedung ini tergolong > bangunan kuno, karena telah beroprasi sejak tahun 1883. Akan tetapi, > pada tahun 1962 gereja ditutup, dan beralih menjadi masjid dan islamic > center. Masjid ini, kini mampu menampung 100 jama'ah, dan yang > bertanggung jawab sebagai imam dan khatib hingga kini adalah Syeikh > Salim As Syaikhi. > > * Masjid Brent > > [Masjeed Brent]Terletak di Chichele Road, London NW2, dengan kapasitas > 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Awalnya, bangunan > itu merupakan gereja. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. > Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan > dan puncak menara. > > * Masjid New Peckham > > [new-peckham-mosque]Didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Terletak di > dekat Burgess Park, tepatnya di London Selatan SE5. Kini masjid ini > berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. > Sebelumnya, gedung masjid ini merupakan bekas gereja St Marks Cathedral. > > * Masjid Sentral Wembley > > [central-mosque-wembley]Masjid ini terletak di jantung kota Wembley, > dekat dengan Wembley Park Station. Daerah ini memiliki komunitas Muslim > besar dan banyak toko Muslim yang berada di sekitarnya. Gedung masjid > ini sebelumnya juga merupakan bekas gereja. Walau sudah terpasang kubah > di puncak menaranya, tapi kekhasan bangunan gereja masih nampak jelas. > > Dengan demikian, siapa saja yang melihatnya, akan mengetahui bahwa > bangunan itu dulunya adalah gereja. Selian masjid-masjid di atas, sebuah > gereja bersejarah di Southend juga sudah dibeli oleh Masjid Jami' > Essex dengan harga 850 ribu pound sterling. Gereja dijual, karena > jama'ah berkurang, sehingga kegiatan peribadatan dipusatkan di > Bournemouth Park Road. Konseskwensinya, gereja ini sudah tidak beroprasi > sejak tahun 2006 lalu. > > Rencananya gereja akan dijadikan apartemen, tapi gagasan itu ditolak > oleh Dewan Southend. Akhirnya, gereja kosong itu dibeli oleh komunitas > Muslim yang tinggal di kota itu, yang juga sedang membutuhkan tempat > untuk melaksanakan ibadah. > > Saat itu jumlah komunitas ini mencapai 250 orang, "gereja bekas" > itu merupakan tempat yang sesuai, karena mampu menampung 300 > jama'ah. Tidak banyak dilakukan perubahan pada bentuk bangunan yang > telah berumur 100 tahun lebih itu, hanya perlu menambah tempat untuk > berwudhu dan sebuah menara. > Tawangalun. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
