> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Dicky bukan bohong hanya dapat
> laporan palsu dari Imam Safary
> makane yo kurang logis nek
> dipateni Allah, la Imam
> safarylah yg harusnya dipateni
> sebab dia gawe2

Enggak ada yang bohong, kalopun berbohong demi Islam halal, semua itu tak perlu 
disebut bohong, tapi kita namakan "scenario" yang disutradarai oleh MUI.  
Segala macam kontroversi yang terjadi se-mata2 kesalahan "scenario"-nya ini.

Sutradara sudah menjalani sesuai scenario jalan ceritanya, tetapi ditengah 
jalan ada hambatan sehingga harus ada tambahan adegan dimana Irena Handono 
merasa dirugikan akibat adanya tambahan itu.  Akibatnya Irene Handono 
menyalahkan Diky cs, tapi Diky cs sendiri tidak merasa salah karena dia cuma 
menjalankan perintah scenario.

Penyelesaiannya gampang, fokus dipusatkan kepada satu pelaku yang namanya Imam 
Safari, sedangkan Imam Safari juga ada orangnya juga dia tidak berbohong, namun 
laporannya itulah yang merugikan Irena, dan kalo laporannya itu dianggab 
bohong, maka terjadilah kebohongan yang betul2 bohong karena laporan itu sudah 
dipastikan benar tidak bisa diralat yang sudah diakui benar tidak boleh diralat 
bohong sehingga mencurigakan pemirsa.  Itulah jalan keluarnya, si Diky yang 
mewakili semua tangung jawab terhadap semua tuduhan Irena Handono yang oleh 
Diky cukup memuutuskan peranan Imam Safari dengan mencoret alamatnya dalam 
surat laporan tsb sehingga laporan tsb tidak syah, dan Imam Safari tidak perlu 
hadir.

Kemudian Diky menyalahkan ketidak hadiran Imam Safari kepada tanggung jawab 
Irena Handono.

Mubahalah selesai, Irena Handono karena berbohong demi membela Islam yaitu 
secenario yang diciptakan suradaranya itu tidak bisa dianggap berbohong, 
sedangkan Diky cs karena mematuhi scenario itu secara tak terduga menyebabkan 
kerugian Irena Handono.

Demikianlah, mubahalah itu bukan se-benar2nya konflik Irena dan Diky tapi 
merupakan jembatan penyelesaian untuk menutup kerugian Irena Handono.

Ibaratnya sebuah perusahaan yang mempoduksi dua macam produk, masing2 produk 
dipasarkan oleh marketing manager yang berbeda.  Iklan produk pertama ternyata 
merugikan produk kedua, akibatnya marketing manager produk pertama disalahkan 
oleh marketing manager produk kedua.  Tapi marketing manager pertama tidak 
merasa bersalah karena memang scenario iklannya harus demikian, jadi konfliknya 
bukan terletak pada kesalahan marketing manager yang manapun melainkan 
kesalahan dari pembuat scenario-nya itu sendiri.

Konflik scenario ini merupakan kesalahan satu orang saja sehingga perbaikannya 
engak susah yaitu mubahalah yaitu karena kedua produk itu sama2 dibuat oleh 
pabrik yang sama, maka iklannya tidak perlu saling merugikan dan iklan produk 
pertama juga digunakan iklan yang sama untuk produk kedua, sedangkan iklan 
untuk produk kedua dibatalkan karena digantikan iklan produk pertama.

Begitulah kira2 perumpamaannya, Imam Safari tidak salah, tidak bohong, 
dialah yang merupakan iklan untuk produk kedua yang dibatalkan peredarannya 
agar jangan bertabrakan dengan kepentingan iklan produk pertama yang sudah 
beredar diedarkan oleh Irena Handono.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke