Kotbah lagi ahh, dah lama ga kotbah.
Tobat, tobat...kerajaan Allah sudah dekat.
warning: yg lemot harap baca minimal 100x per satu kalimat.
Apakah keajaiban itu tidak mungkin?
Naturalisme adalah paham yang mengatakan bahwa semua kejadian atau event
didunia ini membutuhkan penjelasan yang natural. Kalau naturalisme itu benar,
maka keajaiban (miracles) itu tidak mungkin terjadi. Yesus tidak mungkin
bangkit dari kubur, penampakan Yesus hanya sekedar halusinasi. Yesus tidak
mungkin memberi makan lima ribu orang, mereka pasti bawa makan siang mereka
masing-masing. Yesus tidak mungkin berjalan diatas air, mungkin waktu itu lagi
winter makanya airnya beku (LOL). Kalau naturalisme itu benar, maka catatan
perjanjian baru tentang kehidupan Yesus itu salah besar. Jika miracles itu
tidak mungkin terjadi, maka konsekuensinya kekristenan tidak mungkin benar.
Seperti kata Paulus, jika Kristus tidak bangkit dari kubur, maka iman kita itu
sia-sia (1 Kor 15:14).
Tapi benarkah kita bisa menjelaskan semua kejadian yang terjadi diplanet ini
secara natural? Konon, banyak orang berpikir bahwa David Hume sudah
menghancurkan semua alasan rasional untuk percaya kepada miracles. Hume bilang
bahwa kepercayaan itu harus berdasarkan pada kemungkinan; dan kemungkinan itu
berdasarkan pada keseragaman atau konsistensi alam (nature). Kalau nature punya
prilaku tertentu, maka menurut Hume, nature akan selalu berprilaku seperti itu.
Secara probability, pelanggaran hukum natural itu sangat amat kecil
kemungkinannnya, membuat hal itu menjadi tidak mungkin terjadi.
Sebagai contoh, mana yang lebih mungkin terjadi: kesaksian bahwa kebangkitan
Yesus itu salah, atau Yesus itu benar bangkit dari kubur? Menurut metode Hume,
orang mati bangkit kembali itu kemungkinannya jauh lebih kecil dibandingkan
dengan beberapa orang salah memberi kesaksian. Tapi ini jelas ngawur, karena
ada banyak event didunia ini terjadi walaupun kemungkinannya kecil sekali.
Misalnya, kemungkinan seseorang mendapat royal flush itu 1:649,739
(http://en.wikipedia.org/wiki/Poker_probability). Walaupun sangat kecil, tapi
kita tetap melihat seseorang kadang mendapat royal flush dalam satu game. Atau
contoh lain, yaitu kemungkinan seseorang menang lotre itu kadang satu
berbanding jutaan.
Banyak yang mengira kalau orang-orang dijaman Yesus itu adalah orang-orang yang
bodoh, yang tidak mengerti hukum alam. Tapi ini adalah anggapan yang keliru.
Lukas, salah satu penulis injil, selain seorang sejarahwan juga adalah seorang
dokter yang terlatih dijamannya. Dia bercerita tentang seorang bernama Zakharia
dan istrinya Elisabet yang tidak mempunyai anak karena Elisabet itu mandul dan
keduanya juga sudah sangat tua. Lukas menceritakan bahwa ada malaikat Tuhan
yang mendatangi pasangan ini dan bilang bahwa istrinya akan melahirkan seorang
anak laki-laki.
Tapi apakah respon Zakharia? dengan sopan dia menolak untuk percaya dan ngadu
argument dengan si malaikat : "bagaimana aku bisa tahu kalau hal ini akan
terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya". Bagi Zakharia,
istrinya bisa hamil pada saat itu melanggar semua hukum alam yang dia tahu. Dan
yang menarik disini, Zakharia itu bukanlah seorang atheis. Dia seorang imam
yang percaya kepada Tuhan, percaya adanya malaikat, dan percaya pentingnya
berdoa. Tapi jika janji bahwa doanya dikabulkan itu melanggar semua hukum alam
yang dia tahu, Zakharia tidak siap untuk percaya.
Disini Lukas menunjukan kepada kita kalau orang-orang dijamannya itu bukanlah
orang-orang yang tidak tahu hukum alam dan mau percaya semua cerita gaib tidak
peduli betapa absurd. Mereka juga merasa keberatan untuk percaya cerita-cerita
tersebut. Jika pada akhirnya mereka percaya bahwa suatu keajaiban terjadi, itu
dikarenakan bukti-bukti yang kuat dihadapan mereka, bukan karena mereka tidak
mengerti hukum alam.
Contoh lain lagi, ketika Lukas menceritakan tentang bagaimana lahirnya
kekristenan. Lukas menunjukan bahwa orang-orang yang pertama kali menentang
cerita kebangkitan Yesus itu bukanlah para atheis, melainkan para imam imam
saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat religious. Mereka percaya Tuhan.
Mereka berdoa dan beribadah dikuil. Tapi mereka menganut paham yang menolak
kemungkinan orang dibangkitkan dari kubur. Dan bukan hanya mereka saja.
Paganisme kuno itu percaya banyak teori, tapi satu hal yang semua agama pagan
percaya yaitu bahwa orang mati tidak bisa bangkit dari kubur (ini perlu
ditekankan karena banyak orang jaman sekarang mengira bahwa manusia penganut
pagan jaman dulu itu percaya segala macam hal aneh termasuk bangkitnya orang
mati). Jadi dunia jaman kuno sudah tahu bahwa mayat itu tidak bisa bangkit dari
kubur. Kalau jadinya banyak orang bertobat dan menjadi kristen itu karena
memang adanya bukti-bukti yang sangat kuat yang mereka lihat langsung dengan
mata kepada mereka sendiri.
Kita sering mendengar bahwa miracles itu tidak mungkin terjadi, karena miracles
itu adalah pelanggaran hukum alam. Tapi ini adalah fallacy. Ilustrasinya
begini: "jika saya masukin $1000 minggu ini ke laci meja saya, $2000 minggu
depan, dan $1000 lagi minggu berikutnya. Maka hukum aritmetik mengatakan bahwa
kalau saya buka laci saya setelah itu maka saya akan menemukan ada $4000
didalam laci saya. Tapi, andai kata ketika saya buka lacinya, ternyata hanya
ada $1000. Apa yang akan saya simpulkan? Apakah saya akan menyimpulkan bahwa
hukum aritmetik sudah hancur (dilanggar)? Tentu tidak. Kesimpulan yang lebih
masuk akal itu ada pencuri yang mengambil uang saya, dan kemungkinan pencuri
itu adalah tukang semir sepatu saya, si hasan basri.
Jadi seperti kita lihat, hukum aritmetik tidak membuat adanya pencuri (baca:
pelanggar) itu menjadi tidak mungkin. Justru sebaliknya, hukum aritmetik
malahan menunjukan kepada kita exsistensi si pencuri. Sama seperti hukum
gravitasi newton. Hukum gravitasi bilang kalau saya menjatuhkan apel dari atas
pohon, maka apel itu akan jatuh ke tanah. Tapi hukum gravitasi ini tidak
mencegah adanya seseorang yang menangkap apel tersebut. Dengan kata lain, hukum
itu memprediksi apa yang akan terjadi, dengan syarat tidak ada perubahan
kondisi ketika experiment dilakukan.
Dari perspektif kristen (atau theism secara general), hukum alam itu
memprediksi apa yang akan terjadi jika Tuhan tidak mengintervensi. Tentunya
kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah itu `pencuri' karena alam semesta ini
adalah ciptaanNya dan milikNya semata. Jadi jika Allah mengintervensi dengan
menaruh sperma ditubuh seorang perawan, kejadian selanjutnya tidak melanggar
hukum alam. Hukum mengambil alih kembali dan kehamilan terjadi. Sembilan bulan
kemudian lahirlah seorang anak.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/