baru sekali gue denger seorang logician ngomongin sesuatu yang ngga logic secara amat berantakan.. supaya keren pake nyeret nyeret David Hume segala, kalo ngerti yang dia omongin sih ngga apa apa
yang paling gue demen waktu si nub ngomong begini, cute banget dah " Kalau naturalisme itu benar, maka catatan perjanjian baru tentang kehidupan Yesus itu salah besar. Jika miracles itu tidak mungkin terjadi, maka konsekuensinya kekristenan tidak mungkin benar. Seperti kata Paulus, jika Kristus tidak bangkit dari kubur, maka iman kita itu sia-sia (1 Kor 15:14). " kocak.. dia mengukur kebenaran ajaran jesus dari mukjizatnya, kalau terbukti mukjizat jesus seperti hantu pocong yg bangkit dari kubur, atau bagi bagi roti bakar, pisang molen plus bubur kacang ijo sama 5000 orang ternyata cuma kibulan, berarti ajaran jesus itu ngga benar.. kalau cara itu yang dia pake, kristen susah dipanggil sebagai agama, kristen ngga beda dengan klenik. atau kepercayaan primitif di kalimantan sana yang beriman sama tahayul dan segala abakadabra mukjizat lainnya gue bukan pengikut muhammad, sepak terjang dia menurut gua tidak perlu ditiru, tapi perkara mukjizat dia jauh lebih jujur dari pada si paulus yang menghubungkan mukjizat dengan iman, muhammad ketika ditanya bukti mukjizat yang dia miliki ngga bisa jawab, yang dia punya ya itu al quran ya itu aja yang dia bisa tunjuk bukan fonemena yang melanggar hukum alam seperti membelah laut, ngidupin orang mati, jalan di atas air, niup burung mati jadi idup lagi soak mukjizat Muhammad membelah bulan, itu gue anggap cerita nonsen hasil olah pengikutnya yang keblinger mirip paulus ceritaa mengenai mukjizat Jesus yang kocak lagi si nub, the great logican ngomong begini "Banyak yang mengira kalau orang-orang dijaman Yesus itu adalah orang-orang yang bodoh, yang tidak mengerti hukum alam. Tapi ini adalah anggapan yang keliru. Lukas, salah satu penulis injil, selain seorang sejarahwan juga adalah seorang dokter yang terlatih dijamannya. Dia bercerita tentang seorang bernama Zakharia dan istrinya Elisabet yang tidak mempunyai anak karena Elisabet itu mandul dan keduanya juga sudah sangat tua. Lukas menceritakan bahwa ada malaikat Tuhan yang mendatangi pasangan ini dan bilang bahwa istrinya akan melahirkan seorang anak laki-laki. " masa dia ngga ngerti, jaman Jesus dokter itu bukan orang bodoh, tapi tidak well informed, alias pengetahuan mereka sangat terbatas, dokter jaman itu lebih mirip dukun, orang sakit jiwa misalnya dianggap kemasukan iblis jahat, mengobati sakit kepala dengan mengebor kepala pake pantek seperti dukun inca, mencegah infeksi pake amputasi mengenai cewek tua yang bisa melahirkan gue rasa itu bukan mukjizat, di inggris pernah seorang perempuan usia 59 melahirkan secara alamiah tanpa proses inseminasi, bayangkan umur 59 tahun di jaman jesus yang rata rata usia orang lebih pendek dari jaman modern, 59 itu jelas adalah umur nenek tua bangka jaman sekarang dengan kemajuan science, lebih gila lagi http://parenting.blogs.nytimes.com/2008/12/09/pregnant-at-70/ sepanjang gue hidup, gue baru sekali doang gue ketemu logician yang percaya dengan " kemujizatan yang masuk akal " bener bener udah sarap ni orang ________________________________ From: Nub <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, July 8, 2013 4:24 AM Subject: [proletar] Apakah keajaiban itu tidak mungkin? Kotbah lagi ahh, dah lama ga kotbah. Tobat, tobat...kerajaan Allah sudah dekat. warning: yg lemot harap baca minimal 100x per satu kalimat. Apakah keajaiban itu tidak mungkin? Naturalisme adalah paham yang mengatakan bahwa semua kejadian atau event didunia ini membutuhkan penjelasan yang natural. Kalau naturalisme itu benar, maka keajaiban (miracles) itu tidak mungkin terjadi. Yesus tidak mungkin bangkit dari kubur, penampakan Yesus hanya sekedar halusinasi. Yesus tidak mungkin memberi makan lima ribu orang, mereka pasti bawa makan siang mereka masing-masing. Yesus tidak mungkin berjalan diatas air, mungkin waktu itu lagi winter makanya airnya beku (LOL). Kalau naturalisme itu benar, maka catatan perjanjian baru tentang kehidupan Yesus itu salah besar. Jika miracles itu tidak mungkin terjadi, maka konsekuensinya kekristenan tidak mungkin benar. Seperti kata Paulus, jika Kristus tidak bangkit dari kubur, maka iman kita itu sia-sia (1 Kor 15:14). Tapi benarkah kita bisa menjelaskan semua kejadian yang terjadi diplanet ini secara natural? Konon, banyak orang berpikir bahwa David Hume sudah menghancurkan semua alasan rasional untuk percaya kepada miracles. Hume bilang bahwa kepercayaan itu harus berdasarkan pada kemungkinan; dan kemungkinan itu berdasarkan pada keseragaman atau konsistensi alam (nature). Kalau nature punya prilaku tertentu, maka menurut Hume, nature akan selalu berprilaku seperti itu. Secara probability, pelanggaran hukum natural itu sangat amat kecil kemungkinannnya, membuat hal itu menjadi tidak mungkin terjadi. Sebagai contoh, mana yang lebih mungkin terjadi: kesaksian bahwa kebangkitan Yesus itu salah, atau Yesus itu benar bangkit dari kubur? Menurut metode Hume, orang mati bangkit kembali itu kemungkinannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan beberapa orang salah memberi kesaksian. Tapi ini jelas ngawur, karena ada banyak event didunia ini terjadi walaupun kemungkinannya kecil sekali. Misalnya, kemungkinan seseorang mendapat royal flush itu 1:649,739 (http://en.wikipedia.org/wiki/Poker_probability). Walaupun sangat kecil, tapi kita tetap melihat seseorang kadang mendapat royal flush dalam satu game. Atau contoh lain, yaitu kemungkinan seseorang menang lotre itu kadang satu berbanding jutaan. Banyak yang mengira kalau orang-orang dijaman Yesus itu adalah orang-orang yang bodoh, yang tidak mengerti hukum alam. Tapi ini adalah anggapan yang keliru. Lukas, salah satu penulis injil, selain seorang sejarahwan juga adalah seorang dokter yang terlatih dijamannya. Dia bercerita tentang seorang bernama Zakharia dan istrinya Elisabet yang tidak mempunyai anak karena Elisabet itu mandul dan keduanya juga sudah sangat tua. Lukas menceritakan bahwa ada malaikat Tuhan yang mendatangi pasangan ini dan bilang bahwa istrinya akan melahirkan seorang anak laki-laki. Tapi apakah respon Zakharia? dengan sopan dia menolak untuk percaya dan ngadu argument dengan si malaikat : "bagaimana aku bisa tahu kalau hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya". Bagi Zakharia, istrinya bisa hamil pada saat itu melanggar semua hukum alam yang dia tahu. Dan yang menarik disini, Zakharia itu bukanlah seorang atheis. Dia seorang imam yang percaya kepada Tuhan, percaya adanya malaikat, dan percaya pentingnya berdoa. Tapi jika janji bahwa doanya dikabulkan itu melanggar semua hukum alam yang dia tahu, Zakharia tidak siap untuk percaya. Disini Lukas menunjukan kepada kita kalau orang-orang dijamannya itu bukanlah orang-orang yang tidak tahu hukum alam dan mau percaya semua cerita gaib tidak peduli betapa absurd. Mereka juga merasa keberatan untuk percaya cerita-cerita tersebut. Jika pada akhirnya mereka percaya bahwa suatu keajaiban terjadi, itu dikarenakan bukti-bukti yang kuat dihadapan mereka, bukan karena mereka tidak mengerti hukum alam. Contoh lain lagi, ketika Lukas menceritakan tentang bagaimana lahirnya kekristenan. Lukas menunjukan bahwa orang-orang yang pertama kali menentang cerita kebangkitan Yesus itu bukanlah para atheis, melainkan para imam imam saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat religious. Mereka percaya Tuhan. Mereka berdoa dan beribadah dikuil. Tapi mereka menganut paham yang menolak kemungkinan orang dibangkitkan dari kubur. Dan bukan hanya mereka saja. Paganisme kuno itu percaya banyak teori, tapi satu hal yang semua agama pagan percaya yaitu bahwa orang mati tidak bisa bangkit dari kubur (ini perlu ditekankan karena banyak orang jaman sekarang mengira bahwa manusia penganut pagan jaman dulu itu percaya segala macam hal aneh termasuk bangkitnya orang mati). Jadi dunia jaman kuno sudah tahu bahwa mayat itu tidak bisa bangkit dari kubur. Kalau jadinya banyak orang bertobat dan menjadi kristen itu karena memang adanya bukti-bukti yang sangat kuat yang mereka lihat langsung dengan mata kepada mereka sendiri. Kita sering mendengar bahwa miracles itu tidak mungkin terjadi, karena miracles itu adalah pelanggaran hukum alam. Tapi ini adalah fallacy. Ilustrasinya begini: "jika saya masukin $1000 minggu ini ke laci meja saya, $2000 minggu depan, dan $1000 lagi minggu berikutnya. Maka hukum aritmetik mengatakan bahwa kalau saya buka laci saya setelah itu maka saya akan menemukan ada $4000 didalam laci saya. Tapi, andai kata ketika saya buka lacinya, ternyata hanya ada $1000. Apa yang akan saya simpulkan? Apakah saya akan menyimpulkan bahwa hukum aritmetik sudah hancur (dilanggar)? Tentu tidak. Kesimpulan yang lebih masuk akal itu ada pencuri yang mengambil uang saya, dan kemungkinan pencuri itu adalah tukang semir sepatu saya, si hasan basri. Jadi seperti kita lihat, hukum aritmetik tidak membuat adanya pencuri (baca: pelanggar) itu menjadi tidak mungkin. Justru sebaliknya, hukum aritmetik malahan menunjukan kepada kita exsistensi si pencuri. Sama seperti hukum gravitasi newton. Hukum gravitasi bilang kalau saya menjatuhkan apel dari atas pohon, maka apel itu akan jatuh ke tanah. Tapi hukum gravitasi ini tidak mencegah adanya seseorang yang menangkap apel tersebut. Dengan kata lain, hukum itu memprediksi apa yang akan terjadi, dengan syarat tidak ada perubahan kondisi ketika experiment dilakukan. Dari perspektif kristen (atau theism secara general), hukum alam itu memprediksi apa yang akan terjadi jika Tuhan tidak mengintervensi. Tentunya kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah itu `pencuri' karena alam semesta ini adalah ciptaanNya dan milikNya semata. Jadi jika Allah mengintervensi dengan menaruh sperma ditubuh seorang perawan, kejadian selanjutnya tidak melanggar hukum alam. Hukum mengambil alih kembali dan kehamilan terjadi. Sembilan bulan kemudian lahirlah seorang anak. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
