kalo udah di jogja, skalian ke daerah wonosari, Gunung Kidul..
ada obyek menarik buat keluarga, Goa-Pindul ama rafting, obyek
wisata ini satu lokasi..

Goa Pindul: sungai yang mengalir dibawah tanah sepanjang 300 meter..
Pengunjung cukup naek pakai 'ban-dalam mobil' masing2 dipandu guide..
Katanya ini lokasi yang dipakai shooting iklan rokok Jarum

Raftingnya juga aman.. anak2 bakalan nyaman meski perahu karetnya cuma
dari ban-dalam mobil dan selalu didampingi pemandu lokal

Menariknya, obyek wisata itu dikelola masyarakat setempat pakai management:
"Rukun, Guyub lan Mukti Bareng" (Rukun, Kebersamaan dan Sejahtera Bersama)

Denger2 pemda mo bantuin modal tapi masyarakat setempat menolak.. 



________________________________
 From: pinpinyuliansyah <[email protected]>
  
 


  
setelah 2 malam di Solo, malam ini kami kembali menikmati suasana Yogyakarta.

"Pusat kerajinan rakyat Yogyakarta" yang jadi "Trade Mark" ini pusat 
perbelanjaan menurut saya konsepnya nddak jalan. Secara lokasi emang bagus, 
ruangan outdoor nya juga cukup luas, bangunan cukup bagus, lighting lumayan, 
dan - cita - cita - untuk "memindahkan" para pengrajin dari Malioboro untuk 
jualan di sini juga sebenernya masih masuk akal, cuman kayaknya pengelola 
bertindak setengah setengah ... nddak sepenuh hati.

beberapa counter yang mewakili kerajinan dari setiap kecamatan di Yogyakarta 
terlihat sepi dan sebagian besar masih tutup. Malahan di bangunan sebelah 
dibuat "Pusat penjualan gadget" , belum lagi bangunan satu lagi yang belum 
jelas mau difungsikan sebagai apa. Ide besar untuk menjadikan lokasi ini 
sebagai "Pusat kerajinan Yogyakarta" kayaknya bakal kandas ditelan waktu. Brand 
Image Yogyakarta apanan Malioboro. dan  "cita - cita" memindahkan Malioboro ke 
sini jelas bukan pekerjaan mudah.

Saya malah mikir daripada dibuat pusat perdagangan kerajinan mendingan 
dijadikan pusat pertunjukan budaya. Ini pan bisa jadi pembeda dari Malioboro. 
Secara periodik dipentaskan wayang kek ... kesenian tradisional kek ... atau 
event - event yang berbau Yogyakarta.

Tapi sudahlah. Saya masih di sini gara gara Bandung express telat kirim barang. 
Besok saya mosti ke Tangerang, terus melanjutkan perjalanan ke Bali untuk 
setting alat sekalian liburan sama anak - anak.

Saya mau cerita tempat nginep.

Tadi sambil nunggu saat berbuka puasa saya jalan sama si kecil menyusuri jalan 
Veteran dan .. ketemulah tempat "Penginapan Muslim". Saya masuk, lihat - lihat 
kamar, ... sangat bersih meskipun sederhana. hanya ada 6 kamar, kamar mandi di 
dalam, TV, alas tidur yang sangat bersih, lantai yang bersih ( saya sempet 
lihat di bawah tempat tidur pun nddak ada debu ) kamar mandi bersih, depan 
kamar ada taman, dengan Musholla dengan gaya outdoor. Harga satu kamar ? 50 
ribu saja ! ya ! cuma Goban Broo .... :-)

Saya pesan 2 kamar, si ibu yang kelihatan orang Melayu bertanya " Buat siapa 
pak ?" Saya jawap "Buat saya dan Istri serta anak - anak" si ibu bilang "Kalau 
bawa anak - anak nddak usah pakai surat nikah, tapi kalau hanya berdua harus 
menunjukkan surat nikah atau KTP dengan alamat yang sama Pak ..." Saya 
tersenyum dan mengangguk.

Saat meninggalkan penginapan untuk menyusul istri dan anak - anak yang sudah 
pada nongkrong di pasar ramadhan saya melihat tulisan besar di pintu " MAAF 
TIDAK TERIMA TAMU KENCAN, Bukan Muhrim dilarang 1 Kamar "

Saya inget Karang Layung Citra Buana Suara ( KLCBS - FM ) sebah radio di 
Bandung yang berbasis Islam, memutarkan lagu lagu Jazz, namun punya prinsip 
teguh untuk menolak iklan iklan rokok -- apalagi -- iklan tentang dukun yang 
bisa memperbesar alat vital :-)  Dan radio itu menjadi satu satuya radio kelas 
"A" yang tidak hanya didengar oleh Muslim, namun juga disukai oleh Non Muslim.

Saya inget, dulu saya suka nginep di depan taman budaya Dago, pemiliknya bu 
haji, dan itu guest House apanan tidak menerima tamu kencan. Sama juga dengan 
satu hotel lagi yang dimiliki bu haji di jalan geger kalong girang. Beberpa 
kali saya melihat pasangan muda dengan kecewa harus meninggalkan resepsionis 
dengan muka murem karena si ibu dengan teges menolak tamu yang bukan muhrim.

come on ... orang akan berpikir bahwa jangankan tamu "beneran", untuk merangkul 
tamu "jam jam an " aja apan susah ... namun, justru di sini saya sangat nyaman. 
saya nddak khawatir anak anak saya yang masih kecil melihat pemandangan yang 
"aneh - aneh" saat kami menginap di sini.

Tentu saja, judul "penginapan Muslim" bukan berarti orang kristen atau hindu 
atau budha atau atheis atawa agnostic tidak boleh nginep di sini ... ini lebih 
kepada menjaga agar tempat penginapan ini tidak dijadikan tempat prostitusi 
atau tempat kencan.

di penginapan ini, jangankan lelaki sama lelaki yang homreng semacam si uplik, 
item atawa susan waria. Hubungan laki perempuan pun nddak diperbolehkan 1 kamar 
jika belum menikah.

Subhanallah apanan ya ...

:-)


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke