Krisis ekonomi global berkepanjangan meskipun katanya Indonesia tidak terkena pengaruhnya, tetap saja investasi perlu membuka lapangan keja padahal investorpun ditarik dari luar negeri untuk. Demikianlah investasi menurun lapangan kerja menurun tapi pengangguran meningkat.
Bagi pengangguran cuma ada satu jalan pintas yang bisa ditempuhnya, jadi maling, jadi rampok, atau jadi preman pemeras rakyat jelata. Ini termasuk juga pionir yaitu membuka usaha sendiri meskipun usaha dibidang pencolengan yang kodratnya tidak lebih rendah daripada koruptor, jadi cukup terhormat. Cuma kalo kerja jadi maling atau rampok hanya sendirian, tentu bahayanya besar kalo tertangkap rakyat digebukin rame2 kena biaya rumah sakit belum lagi kalo sampai cacat maka seumur hidup enggak bisa jadi rampok atau maling lagi. Inipun tidak susah jalan keluarnya, yaitu jadilah maling yang gotong royong bukan sendirian, yaitu maling atau rampok secara berjamaah. Namun etika moral menjadi perampok atau maling dianggap berdosa, dan kita tidak mau masuk neraka karena berbuat dosa tentunya, oleh karena itulah cara2 permalingan dan perampokan harus bisa disesuaikan dengan etika moral tadi. Bagaimana kata merampok bisa kita ganti namanya menjadi "Sweeping", dan kelompok gotong royong berjamaah ini kita namakan "Front Pembela Islam", maka lengkaplah kebutuhan hidup ini keluar dari definisi "Pengangguran". Perampok atau maling tentunya rendah derajatnya, lain kalo kita dinamakan "mujahidin", atau "pembela Islam" yang tergabung dalam organisasi "Front Pembela Islam", maka derajatnya jauh lebih tinggi dan lebih terhormat, bahkan perbuatan kita ini dilindungi polisi, dilindungi negara, dihalalkan MUI. Jadi banyak yang belum paham bentuk sesungguhnya organisasi FPI, disangkanya sama seperti PSSI, sama seperti organisasi PNS dlsb. pemahaman ini jelas salah 180 derajat, karena pemain PSSI digaji, anggauta PNS juga digaji, sedangkan FPI hanyalah organisasi amal yang tidak digaji, memang tidak ada gajinya. Mereka anggauta2nya bergabung dalam FPI se-mata2 sebagai tempat berlindung untuk mencari nafkah sesuai dengan nama organisasinya. Kalo ketua FPI menyatakan tidak ada sweeping selama bulan Ramadhan, maka kata2 itu bukanlah perintah, bagaimana bisa memerintah orang2 yang tidak pernah kita gaji. Kalo ketua PSSI bisa memerintahkan kepada pemain untuk walk-out disuatu pertandingan besar maka para pemain akan mematuhinya karena ketua PSSI memang yang mengaji mereka sehingga wajar kalo perintahnya dipatuhi. Begitulah antara ketua FPI dan anggauta2nya terikat hubungan persaudaraan bukan hubungan antara pemilik perusahaan dengan pegawai2nya, juga bukan hubungan atasan dengan bawahan seperti di PNS. Sebagai anggauta FPI wajib harus berkumpul setiap harinya disuatu tempat yang biasanya mesjid2 tertentu, untuk mendengarkan ceramah2 agama yang terkait tentunya dengan nafkah setiap anggautanya. Kalo dikaitkan dengan ajaran Islamnya juga sejalan, yaitu "apabila kau mengikuti jalan yang ditunjukkan Allah, tak perlu lagi takut kelaparan karena Allah sudah tahu akan kebutuhan umatnya." Begitulah apa yang terjadi di Kendal, ribuan anggauta FPI tidak mungkin digaji ketuanya, juga tidak mungkin diberi pembagian nasi bungkus oleh ketuanya, karena nafkah maupun nasi bungkus pun harus dibeli dengan uang, lalu dari mana ketua FPI bisa dapat uang untuk membiayai semua ini ??? Bacalah alQuran, pahamilah firman Allah, dan terlihatlah jalan yang ditunjukkan Allah, yaitu "Sweeping Ramadhan." Bulan Ramadhan dalam Islam adalah kewajiban muslimin untuk berpuasa tapi ada kekecualian tentunya. Mereka yang masuk dalam kategori kekecualian ini dibolehkan tidak berpuasa. Inilah jalan yang ditunjukkan Allah, mereka yang tidak berpuasa karena adanya kekecualian ini tentu tidak ragu2 untuk tidak berpuasa. Meskipun ada kewajiban berpuasa, tapi ada kekecualian yang membolehkan tidak berpuasa, maka dimana salahnya kita manfaatkan mereka yang tidak berpuasa kita sweeping rampas apapun milikinya tanpa perlu memikirkan kekecualian apa yang menyebabkan mereka tidak berpuasa. Dan inilah berkah dari Allah bagi mereka yang jadi pengangguran, bisa mencatut nama Allah dan agamanya untuk memenuhi nafkahnya. Selanjutnya, sweeping di Kendal sama dengan merampoki semua orang baik yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa, tidak ada yang bisa menyanggah apa yang jadi alasan kita karena kita itu rame2 dan mereka itu sendirian ter-pecah2 tidak diorganisir dalam kelompok yang bisa membela diri. Setelah sweeping berhasil, beberapa preman yang marah karena rumah tangganya juga dijarah oleh FPI yang melakukan sweeping ini. Mulailah mereka menghimpun masa untuk membalas dendam kepada anggauta2 FPI yang ketinggalan, digebukin rame2, dan kemudian sisa2 FPI melarikan diri memanggil teman2nya. Kembali teman2 FPI ini datang mau membalaskan dendam saudara2nya yang digebukin tadi, mereka pake mobil menabraki siapa saja dijalanan sehingga banyak yang jadi korban luka2 dan ada yang mati. Setelah korban2 yang bukan FPI ini banyak berjatuhan, barulah polisi turun tangan agar jangan ada lagi yang membalaskan dendam kepada FPI, kira2 semuanya sudah lunas, dan didamaikan sajalah. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
