Setelah tertunda pekan kemarin, akhirnya buka puasa bersama 
orang kantor terlaksana hari ini. 

Sebenarnya setiap puasa kami selalu menyelenggarakan acara 
berbuka bagi siapa saja yang berkenan mencicipi takjil ala 
kadarnya hasil olahan mbok yus, komandan dapur di rumah yang 
kelebihan energi untuk menggoyang lidah & menentramkan perut 
orang banyak. 

Ya, lidah & perut siapa saja. Bukan cuma anak-anak kantor tapi 
juga mereka yang kemaghriban di jalan dan kebetulan lewat di 
depan kantor. Puasa atau tidak, Islam maupun bukan (seperti 
beberapa satpam), silakan membasahi pencernaan dengan air segar, 
serta takjil yang disediakan di meja depan gerbang. Tentu saja 
menu di luar dan di dalam kantor 100% sama. Itu sebabnya, 
acara maghrib harian itu lebih pas disebut sama-sama berbuka. 

Sedangkan buka bersama yang dimaksud di sini, menu sedikit berbeda. 
Ada makan malam yang sedikit berat di dalam kantor. Maklum, ma'e sebagai yang 
punya hajat mengundang komisaris, klien, rekanan, 
serta anak yatim dari panti di sekitar yang setiap tahun diundang 
bergiliran. Dia tahu tidak semua undangan itu cukup berbuka hanya 
dengan diganjal takjil. Jadi, untuk buka bersama selalu ada 
karbohidrat yang lumayan dari keluarga berasnasi, lontong, 
beserta jajarannya. 

Memang, jalannya acara buka bersama ini jadi menyerupai kenduri
kecil dengan tema wisata kuliner. Sebab, aneka penganan yang 
langka di hari biasa macam klepon, lemang tapai, sampai ongol-ongol, 
pada bulan puasa seolah menemukan momennya untuk menyapa penggemar. 
Begitu juga seruputan seperti setup jambu, bajigur, sampai ronde 
jahe, yang ternyata cocok dengan udara sexy sehabis hujan tadi. 

Semuanya hidangan itu bertambah sedap ketika dinikmati dalam suasana 
gembira. Suasana yang terlarang untuk dicampur dengan obrolan bisnis. 
Ini murni silaturahmi antarmanusia. Bincang sapa seputar hal-hal 
menyenangkan selama puasa atau malah sepanjang hidup. Lebih 
menggembirakan lagi adalah kehadiran seorang awak kami, sebut saja 
jeni, yang baru pulang mengemban tugas mengunyah Eropa. 

Setelah berbaur sejenak dengan para tetamu, silaturahmi dengan 
jen berlanjut di taman belakang dekat pantry. Sulit rupanya bagi 
dia untuk menahan keinginan ngemil jajanan pasar sembari bicara 
bisnis, hahaha... 

Setengah cangkir sekoteng dihabiskannya untuk roundup situasi di 
Eropa Barat yang menurut dia tanpa malu mengikuti jejak AS untuk 
memata-matai warganya sendiri. Eropa, katanya, sudah siap 
menghamburkan 600 juta euro untuk sebuah proyek raksasa berkode 
"Clean It". 

Sisa sekoteng yang separuhnya lagi bersih tandas sepanjang 
ceriwisnya mengurai angka dari proyek Clean It. Terutama 
tentang kengototan Belanda untuk ambil peran sebagai pimpro 
dengan harga lebih-kurang 400 ribu euro! Konon itu lantaran 
Belanda mengaku cuma merekalah yang bisa merangkul The Hague 
sebagai tim, ulang: sebagai 'tim' Clean It. 

Perlu 2-3 kali menguji kuping bagus ini untuk memastikan tidak 
salah tangkap cerita jen. Cewek indo itu pun mengangkat dua 
jarinya sambil menyedot rokok putih. Dia bersumpah bahwa betul 
Belanda menginginkan The Hague menjadi bagian dari proyek Clean It, 
bukan sekedar counterpart.. 

Dari mana kamu dapat kata 'tim' itu say? "Hatur nuhuuun..." kata 
jen mengedipkan mata pada Asep ob yang mengantarkan sepiring 
kue tradisional. "Sami-samiii..." jawab Asep nu kasep tak kalah 
gesit dengan kedipannya juga. Nyaris tidak ada batasan status 
yang menyekat kedua anak manusia itu. 

Kembali ke pertanyaan tadi, jen menghembus asap tipis dari bibir 
tipisnya. Tangannya meraih sesuatu dari dompet, menjepitnya dengan 
dua jari lalu menyorongnya di atas meja dengan telunjuknya yang 
runcing. Sebuah kartu nama, dengan logo singa jingkrak di atas nama 
si sontoloyo, But Klaasen... Lalu, selembar foto disorong dengan 
telunjuk itu lagi. Isinya, adegan jen bersalaman akrab dengan si 
sontoloyo! 

Wah, kalau begitu cukup dululah obrolan bisnis malam ini. Simpan 
cerita detilnya untuk besok. Dua lembar bukti di tangan ini sudah 
menjanjikan detil berikutnya bakal seru. Jelas, ini borok Belanda 
paling fresh! jen membunuh rokoknya di dalam asbak lalu pamit ke 
dalam menemui ma'e. Tentu. Selalu ada bonus ekstra untuk informasi 
A1. Terlebih yang didapat dari jarak sedekat ini dengan sumber. 

Masih senyum-senyum di meja pantry. Samasekali tidak menyangka 
informasi kakap ini didapat langsung dari si sontoloyo! Terkemas 
rapi dalam kepala jen kemudian diselundupkannya keluar Eropa. 
Pikir-pikir sudah saatnya nih pensiun dan menyerahkan tongkat 
estafet ke angkatan jen dkk, hehe.. 

Dari informasi awal ini bisa disimpulkan sementara bahwa 
pemerintahan Barat memang bangsat munafik. Siapapun yang waras 
pasti setuju terorisme harus dilawan, dibersihkan. Tetapi kalau 
pembersihannya dilakukan dengan memata-matai warga sendiri ya 
jelas bangsat-bangsat Barat itu bukan cuma ganti menjadi teroris 
bagi warganya tapi juga menunjukkan bahwa mereka memang anti-HAM. 
Memata-matai rakyat jelas pelanggaran atas HAM rakyat. Terlebih 
lagi pelanggaran itu mau dibumper dengan Mahkamah Internasional.. 

Sejenak pikiran melayang ke dalam negeri. Di Indonesia sini siapa 
kira-kira antek Barat yang sepaham dengan brutalisme legal seperti 
ini? Banyak. Antara lain lahirnya beberapa undang-undang keamanan 
negara bikinan DPR. Atau, lihat juga kelompok yang getol mengusulkan 
pemberian wewenang kepada KPK & Kominfo untuk menyadap telepon & 
mengawasi email. Ini lebih gawat dari "pembinaan teritorial" era Orde 
Baru. 

Tidak salah analisis yang menyebut pemerintahan Kanan di muka bumi 
adalah perwujudan setan dalam menindas rakyat. Bukan mustahil 10-20 
tahun ke depan sejarah kebangkitan rakyat seperti di Prancis, Rusia, 
Cina, dan Indonesia, akan berulang. Hanya saja dalam gerakan yang 
lebih masif & serempak, rakyat sedunia bersatu mengganyang 
pemerintahan di negara masing-masing. 

Clean it! Kata si sontoloyo sambil menyebar tudingan ke 
rakyat Eropa. 

Ya, kenapa tidak. Ayo bersihkan pemerintahan di dunia dari 
kaki-tangan kegelapan! Kata kita. 








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke