Buset, lu nggak tau kalo SBY antek Barat? Gua sih tau, elu antek Arab, hahaha...
--- itemabu2 <itemabu2@...> wrote: > Hehehe... apa pemerintah Indonesia di bawah SBY itu ga bajingan? > Mana yg lbh bejad, pemerintah Indonesia atau negara barat? > > Lalu, pejihad2 Islam di bawah PKS yg ngeronda internet di Indonesia > itu lu sebut apa? > > > > ajeg <ajegilelu@...> > > > ** > > > > Kesimpulan bahwa pemerintahan Barat itu bangsat munafik > > mustinya dipahat dan dibekukan di pegunungan Mont Blanc > > untuk diingat sepanjang masa. Galak bicara HAM padahal > > mereka juga yang membangun adab penjajahan terhebat dalam > > sejarah manusia, baik penjajahan dalam arti klasik maupun > > gaya baru seperti dinubuatkan Soekarno; nekolim. > > > > Malah, sebutan "bangsat munafik" itu sekarang perlu ditambah > > dengan "bodoh" karena mereka memakai cara-cara fasis (yang > > haram menurut mereka) untuk menertibkan dunia maya. Padahal, > > internet adalah sebuah dunia baru bagi umat manusia. Dunia > > yang menjanjikan kebebasan alternatif dari dunia nyata yang > > keadaannya terus memburuk di tangan neocon. > > > > Dengan masuknya fasisme ke dunia maya jelas para munafik itu > > memperlakukan dunia maya bak tribal conservation seperti > > ketika mereka menyerbu tanah Indian tempohari. Atau, lebih > > sopan lagi, sebagai penjara. Dan para fasis bodoh itu mengangkat > > dirinya menjadi sipir dengan tugas mencurigai seluruh penghuni > > di sana. Meronda facebook, tweeter, email, bahkan telepon / sms > > dari penghuni dunia maya di Eropa. > > > > Alasan yang dilempar tentu saja dipilih yang enak dikunyah > > publik Eropa. Yaitu, mencegah teroris berkomunikasi lewat > > internet. Atau sekurangnya mencegah penyebaran anarki seperti > > yang terjadi dalam Arab Spring. > > > > Masalahnya, ini adalah kebodohan di era internet. Dengan meronda > > internet berarti mereka terang-terangan meludahi HAM rakyat Eropa. > > Dari sisi keamanan pun ini langkah yang amat bodoh. Karena, apa > > boleh buat, ini sama saja meminta teroris & pelaku kejahatan > > untuk berkomunikasi lewat cara lain. Sangat tidak > > berperikemanusiaan memperlakukan dunia maya sebagai penjara yang > > penghuninya harus dicurigai. > > > > Itu pertama. > > > > Masalah kedua, fasisme berharga 600 juta euro ini didanai oleh > > para "tahanan" sendiri. Diambil dari pajak mereka sambil > > melakukan pengetatan di berbagai sektor termasuk pengurangan > > pegawai (gaji) dan tunjangan pensiun. > > > > Ketiga, proyek keamanan serupa juga pernah dilakukan beberapa > > tahun lalu dengan meraup dana masyarakat sebesar 1,5 milyar euro. > > Waktu itu, katanya, untuk memperkuat polisi perbatasan (khususnya > > dengan Eropa Timur, eks Soviet) dan membangun jaringan data > > Europol. Keamanan, itulah jualan mereka kepada rakyat Eropa yang > > dipaksa membeli dengan membayar pajak lebih tinggi. > > > > Tetapi ketika orang mempertanyakan angka kejahatan yang tidak > > kunjung berkurang sementara kenyamanan hidupnya semakin terpangkas > > lewat pajak, jajaran pemerintah Eropa pura-pura sibuk jogging.. > > Bagusnya, atau cilakanya buat pemerintahan fasis Eropa, seekor > > kucing tiba-tiba melompat keluar dari karung. Sewaktu dikejar > > dan tertangkap, si kucing mengaku bahwa sebagian dari harga > > dirinya yang 1,5 milyar euro mengalir ke Olimpiade London 2012. > > Belum lagi yang dikorup para tukang jogging itu. Jelas & gamblang > > keamanan yang dijual hanyalah karung bodol. Buktinya, si kucing > > pun bisa melompat ke luar.. > > > > Lalu, apa pula artinya 400 ribu euro (dari 600 juta) yang > > mengalir ke kerajaan yang di Indonesia dikenal pernah bangkrut > > oleh korupsi? > > > > Boleh jadi kali ini tidak ada lagi kucing yang melompat karena > > yang mereka jual cuma karung semata. Karung untuk membekuk rakyat > > yang mereka curigai. > > > > Jadi geli, barusan sempat baca Kompas Minggu halaman 23. Seorang > > Prancis menulis betapa bangganya dia ikut demo ini-itu sampai > > ditangkap, diborgol, dan dipenjara polisi pemerintahan De Gaulle. > > Dia bangga karena aksi demo itu berpihak kepada rakyat, dan > > ditangkap polisi membuat dia merasa mewakili rakyat. Tetapi > > melihat situasi dunia sekarang - yang menurut saya dikuasai > > pemerintahan Kanan - si Prancis tidak percaya lagi bahwa rakyat > > masih ada. > > > > Separuhnya saya setuju. Di bawah sistem kekuasaan Kanan, rakyat > > dibagi ke dalam kelas-kelas. Bukan rahasia lagi, pemerintah > > sebagai bagian dari kelas atas membatasi ruang agar tidak penuh > > sesak. Sementara, kelas menengah harus terus diperbanyak untuk > > dijadikan sapi perahan. Adapun kelas bawah tetap diperlukan untuk > > menelan janji-janji semasa musim kampanye. > > > > Ya, orang banyak hanyalah komoditas politik. Dibuat seperti > > berkelas-kelas padahal semua dipukulrata sebagai alas kaki > > kekuasaan. Karena itu, si Prancis harus percaya bahwa rakyat > > sedunia perlu bersatu mengganyang pemerintahan Kanan di negara > > masing-masing. Bersihkan dunia dari mereka yang anti-rakyat. > > > > Coba bayangkan, kurang biadab bagaimana lagi, rakyat di Eropa > > sekarang cuma dianggap tahanan yang patut dicurigai. Tentu saja > > cuma orang tolol yang menyangka keadaan ini sebagai aduhai mewah > > karena tergila-gila hidup secara prodeo. > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > Setelah tertunda pekan kemarin, akhirnya buka puasa bersama > > > orang kantor terlaksana hari ini. > > > > > > Sebenarnya setiap puasa kami selalu menyelenggarakan acara > > > berbuka bagi siapa saja yang berkenan mencicipi takjil ala > > > kadarnya hasil olahan mbok yus, komandan dapur di rumah yang > > > kelebihan energi untuk menggoyang lidah & menentramkan perut > > > orang banyak. > > > > > > Ya, lidah & perut siapa saja. Bukan cuma anak-anak kantor tapi > > > juga mereka yang kemaghriban di jalan dan kebetulan lewat di > > > depan kantor. Puasa atau tidak, Islam maupun bukan (seperti > > > beberapa satpam), silakan membasahi pencernaan dengan air segar, > > > serta takjil yang disediakan di meja depan gerbang. Tentu saja > > > menu di luar dan di dalam kantor 100% sama. Itu sebabnya, > > > acara maghrib harian itu lebih pas disebut sama-sama berbuka. > > > > > > Sedangkan buka bersama yang dimaksud di sini, menu sedikit > > > berbeda. Ada makan malam yang sedikit berat di dalam kantor. > > > Maklum, ma'e sebagai yang punya hajat mengundang komisaris, > > > klien, rekanan, serta anak yatim dari panti di sekitar yang > > > setiap tahun diundang bergiliran. Dia tahu tidak semua undangan > > > itu cukup berbuka hanya dengan diganjal takjil. Jadi, untuk > > > buka bersama selalu ada karbohidrat yang lumayan dari keluarga > > > berasnasi, lontong, beserta jajarannya. > > > > > > Memang, jalannya acara buka bersama ini jadi menyerupai kenduri > > > kecil dengan tema wisata kuliner. Sebab, aneka penganan yang > > > langka di hari biasa macam klepon, lemang tapai, sampai ongol- > > > ongol, pada bulan puasa seolah menemukan momennya untuk menyapa > > > penggemar. Begitu juga seruputan seperti setup jambu, bajigur, > > > sampai ronde jahe, yang ternyata cocok dengan udara sexy sehabis > > > hujan tadi. > > > > > > Semuanya hidangan itu bertambah sedap ketika dinikmati dalam > > > suasana gembira. Suasana yang terlarang untuk dicampur dengan > > > obrolan bisnis. Ini murni silaturahmi antarmanusia. Bincang sapa > > > seputar hal-hal menyenangkan selama puasa atau malah sepanjang > > > hidup. Lebih menggembirakan lagi adalah kehadiran seorang awak > > > kami, sebut saja jeni, yang baru pulang mengemban tugas > > > mengunyah Eropa. > > > > > > Setelah berbaur sejenak dengan para tetamu, silaturahmi dengan > > > jen berlanjut di taman belakang dekat pantry. Sulit rupanya bagi > > > dia untuk menahan keinginan ngemil jajanan pasar sembari bicara > > > bisnis, hahaha... > > > > > > Setengah cangkir sekoteng dihabiskannya untuk roundup situasi di > > > Eropa Barat yang menurut dia tanpa malu mengikuti jejak AS untuk > > > memata-matai warganya sendiri. Eropa, katanya, sudah siap > > > menghamburkan 600 juta euro untuk sebuah proyek raksasa berkode > > > "Clean It". > > > > > > Sisa sekoteng yang separuhnya lagi bersih tandas sepanjang > > > ceriwisnya mengurai angka dari proyek Clean It. Terutama > > > tentang kengototan Belanda untuk ambil peran sebagai pimpro > > > dengan harga lebih-kurang 400 ribu euro! Konon itu lantaran > > > Belanda mengaku cuma merekalah yang bisa merangkul The Hague > > > sebagai tim, ulang: sebagai 'tim' Clean It. > > > > > > Perlu 2-3 kali menguji kuping bagus ini untuk memastikan tidak > > > salah tangkap cerita jen. Cewek indo itu pun mengangkat dua > > > jarinya sambil menyedot rokok putih. Dia bersumpah bahwa betul > > > Belanda menginginkan The Hague menjadi bagian dari proyek Clean > > > It, bukan sekedar counterpart.. > > > > > > Dari mana kamu dapat kata 'tim' itu say? "Hatur nuhuuun..." kata > > > jen mengedipkan mata pada Asep ob yang mengantarkan sepiring > > > kue tradisional. "Sami-samiii..." jawab Asep nu kasep tak kalah > > > gesit dengan kedipannya juga. Nyaris tidak ada batasan status > > > yang menyekat kedua anak manusia itu. > > > > > > Kembali ke pertanyaan tadi, jen menghembus asap tipis dari bibir > > > tipisnya. Tangannya meraih sesuatu dari dompet, menjepitnya > > > dengan dua jari lalu menyorongnya di atas meja dengan > > > telunjuknya yang runcing. Sebuah kartu nama, dengan logo singa > > > jingkrak di atas nama si sontoloyo, But Klaasen... Lalu, > > > selembar foto disorong dengan telunjuk itu lagi. Isinya, adegan > > > jen bersalaman akrab dengan si sontoloyo! > > > > > > Wah, kalau begitu cukup dululah obrolan bisnis malam ini. Simpan > > > cerita detilnya untuk besok. Dua lembar bukti di tangan ini > > > sudah menjanjikan detil berikutnya bakal seru. Jelas, ini borok > > > Belanda paling fresh! jen membunuh rokoknya di dalam asbak lalu > > > pamit ke dalam menemui ma'e. Tentu. Selalu ada bonus ekstra > > > untuk informasi A1. Terlebih yang didapat dari jarak sedekat > > > ini dengan sumber. > > > > > > Masih senyum-senyum di meja pantry. Samasekali tidak menyangka > > > informasi kakap ini didapat langsung dari si sontoloyo! Terkemas > > > rapi dalam kepala jen kemudian diselundupkannya keluar Eropa. > > > Pikir-pikir sudah saatnya nih pensiun dan menyerahkan tongkat > > > estafet ke angkatan jen dkk, hehe.. > > > > > > Dari informasi awal ini bisa disimpulkan sementara bahwa > > > pemerintahan Barat memang bangsat munafik. Siapapun yang waras > > > pasti setuju terorisme harus dilawan, dibersihkan. Tetapi kalau > > > pembersihannya dilakukan dengan memata-matai warga sendiri ya > > > jelas bangsat-bangsat Barat itu bukan cuma ganti menjadi teroris > > > bagi warganya tapi juga menunjukkan bahwa mereka memang > > > anti-HAM. Memata-matai rakyat jelas pelanggaran atas HAM > > > rakyat. Terlebih lagi pelanggaran itu mau dibumper dengan > > > Mahkamah Internasional.. > > > > > > Sejenak pikiran melayang ke dalam negeri. Di Indonesia sini > > > siapa kira-kira antek Barat yang sepaham dengan brutalisme > > > legal seperti ini? Banyak. Antara lain lahirnya beberapa undang- > > > undang keamanan negara bikinan DPR. Atau, lihat juga kelompok > > > yang getol mengusulkan pemberian wewenang kepada KPK & Kominfo > > > untuk menyadap telepon & mengawasi email. Ini lebih gawat dari > > > "pembinaan teritorial" era Orde Baru. > > > > > > Tidak salah analisis yang menyebut pemerintahan Kanan di muka > > > bumi adalah perwujudan setan dalam menindas rakyat. Bukan > > > mustahil 10-20 tahun ke depan sejarah kebangkitan rakyat > > > seperti di Prancis, Rusia, Cina, dan Indonesia, akan berulang. > > > Hanya saja dalam gerakan yang lebih masif & serempak, rakyat > > > sedunia bersatu mengganyang pemerintahan di negara masing- > > > masing. > > > > > > Clean it! Kata si sontoloyo sambil menyebar tudingan ke > > > rakyat Eropa. > > > > > > Ya, kenapa tidak. Ayo bersihkan pemerintahan di dunia dari > > > kaki-tangan kegelapan! Kata kita. > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
