Kenapa ya semua masalah kalian terima sebagai 
ancaman buat Kresten? 

Ketauan nih, kalian lagi berebut jadi biarawati. 


--- itemabu2 <itemabu2@...> wrote:

> Nyatanya, Amrik dan Eropa pada anjing buduk penjilat pantat 
> pejihad2 Islam spt Ikhwanul Muslim dan pejihad2 di Suriah, Libya 
> dll yg jadi tukang bantai orang Kristen dan orang Islam lainnya yg 
> ga sejalan dgn pejihad2 tsb
> 
> 
> 
> SA <susan_th45@...>
> 
> > **
> >
> > Opini dibawah ini hemat saya lebih banyak didasarkan atas: 
> > pertama, kecurigaan berlebihan; kedua, generalisasi konyol.
> > Barat yang dimaksudkan di sini saya yakin Eropa dan Amerika.
> > Uni Eropa adalah sebuah unifikasi negara2 Eropa yang memiliki 
> > konstitusi serta aturan main yang apik,
> > dengan sangat menghormati HAM, demokrasi dan kebebasan.
> > Amerika pun tak bisa dipukulrata karena serangan2 mereka ke Irak,
> > Afrghanistan, Pakistan, dll,
> > tetapi perlu diingat, mereka berdiskusi dan berdebat sengit 
> > hingga diambil keputusan agresi militer itu.
> > Tujuan mereka cuma satu: Membebaskan rakyat sipil dari tirani 
> > otoriter dan diktator tanpa perikemanusiaan.
> > Banyak umat Muslim di Irak, Afghanistan dan Pakistan merasa bebas 
> > oleh karena intervensi USA.
> >
> > Jadi kalau mengutuk-ngutuk Eropa dan USA masa kini, harus 
> > dipikirkan dengan matang.
> > Pertanyaannya: Apa yang melatarbelakangi kebencian berlebihan 
> > terhadap Eropa dan USA?
> > Kalau dendam terhadap kolonialisme, itu cerita masa lalu. Sejarah
> > memberikan kesempatan untuk itu.
> > Manusia2 zaman itu masih belum se-human sekarang.
> >
> > Siapa yang sungguh2 bersih di dunia ini? Muslim2 mengutuk 
> > kolonialisme barat.
> > Tetapi pernahkah kalian Muslim berpikir secara serius dan dalam 
> > ketenangan, bahwa generasi Muslim awal melakukan sebuah ekspansi 
> > yang lebih jahat dari kolonialisme barat?
> > Tanyakan saja penduduk2 asli di Afrika utara dan Afrika Sub 
> > Sahara..
> >
> > Islam lalu mengembangkan sayap kolonialisme ke Eropa,
> > ke Spanyol dan masuk hingga ke Prancis.
> >
> > Apa yang dicari Islam hingga ke sana hingga peperangan2 tidak 
> > terelakan?
> >
> > Sudah sering ane melihat bahwa opini2 menentang Barat dan Kristen 
> > hanya berasas pada kecurigaan yang berlebihan dan generalisasi 
> > yang konyol.
> >
> > 
> > Dari: ajeg <ajegilelu@...>
> >
> > > Kesimpulan bahwa pemerintahan Barat itu bangsat munafik
> > > mustinya dipahat dan dibekukan di pegunungan Mont Blanc
> > > untuk diingat sepanjang masa. Galak bicara HAM padahal
> > > mereka juga yang membangun adab penjajahan terhebat dalam
> > > sejarah manusia, baik penjajahan dalam arti klasik maupun
> > > gaya baru seperti dinubuatkan Soekarno; nekolim.
> > >
> > > Malah, sebutan "bangsat munafik" itu sekarang perlu ditambah
> > > dengan "bodoh" karena mereka memakai cara-cara fasis (yang
> > > haram menurut mereka) untuk menertibkan dunia maya. Padahal,
> > > internet adalah sebuah dunia baru bagi umat manusia. Dunia
> > > yang menjanjikan kebebasan alternatif dari dunia nyata yang
> > > keadaannya terus memburuk di tangan neocon.
> > >
> > > Dengan masuknya fasisme ke dunia maya jelas para munafik itu
> > > memperlakukan dunia maya bak tribal conservation seperti
> > > ketika mereka menyerbu tanah Indian tempohari. Atau, lebih
> > > sopan lagi, sebagai penjara. Dan para fasis bodoh itu mengangkat
> > > dirinya menjadi sipir dengan tugas mencurigai seluruh penghuni
> > > di sana. Meronda facebook, tweeter, email, bahkan telepon / sms
> > > dari penghuni dunia maya di Eropa.
> > >
> > > Alasan yang dilempar tentu saja dipilih yang enak dikunyah
> > > publik Eropa. Yaitu, mencegah teroris berkomunikasi lewat 
> > > internet. Atau sekurangnya mencegah penyebaran anarki seperti 
> > > yang terjadi dalam Arab Spring.
> > > 
> > > Masalahnya, ini adalah kebodohan di era internet. Dengan meronda
> > > internet berarti mereka terang-terangan meludahi HAM rakyat 
> > > Eropa. Dari sisi keamanan pun ini langkah yang amat bodoh. 
> > > Karena, apa boleh buat, ini sama saja meminta teroris & pelaku 
> > > kejahatan untuk berkomunikasi lewat cara lain. Sangat tidak 
> > > berperikemanusiaan memperlakukan dunia maya sebagai penjara 
> > > yang penghuninya harus dicurigai.
> > >
> > > Itu pertama.
> > >
> > > Masalah kedua, fasisme berharga 600 juta euro ini didanai oleh
> > > para "tahanan" sendiri. Diambil dari pajak mereka sambil
> > > melakukan pengetatan di berbagai sektor termasuk pengurangan
> > > pegawai (gaji) dan tunjangan pensiun.
> > >
> > > Ketiga, proyek keamanan serupa juga pernah dilakukan beberapa
> > > tahun lalu dengan meraup dana masyarakat sebesar 1,5 milyar 
> > > euro. Waktu itu, katanya, untuk memperkuat polisi perbatasan 
> > > (khususnya dengan Eropa Timur, eks Soviet) dan membangun 
> > > jaringan data Europol. Keamanan, itulah jualan mereka kepada 
> > > rakyat Eropa yang dipaksa membeli dengan membayar pajak lebih 
> > > tinggi.
> > >
> > > Tetapi ketika orang mempertanyakan angka kejahatan yang tidak
> > > kunjung berkurang sementara kenyamanan hidupnya semakin 
> > > terpangkas lewat pajak, jajaran pemerintah Eropa pura-pura 
> > > sibuk jogging.. Bagusnya, atau cilakanya buat pemerintahan 
> > > fasis Eropa, seekor kucing tiba-tiba melompat keluar dari 
> > > karung. Sewaktu dikejar dan tertangkap, si kucing mengaku bahwa 
> > > sebagian dari harga dirinya yang 1,5 milyar euro mengalir ke 
> > > Olimpiade London 2012. Belum lagi yang dikorup para tukang 
> > > jogging itu. Jelas & gamblang keamanan yang dijual hanyalah 
> > > karung bodol. Buktinya, si kucing pun bisa melompat ke luar..
> > > 
> > > Lalu, apa pula artinya 400 ribu euro (dari 600 juta) yang
> > > mengalir ke kerajaan yang di Indonesia dikenal pernah bangkrut
> > > oleh korupsi?
> > >
> > > Boleh jadi kali ini tidak ada lagi kucing yang melompat karena
> > > yang mereka jual cuma karung semata. Karung untuk membekuk 
> > > rakyat yang mereka curigai.
> > >
> > > Jadi geli, barusan sempat baca Kompas Minggu halaman 23. Seorang
> > > Prancis menulis betapa bangganya dia ikut demo ini-itu sampai
> > > ditangkap, diborgol, dan dipenjara polisi pemerintahan De 
> > > Gaulle. Dia bangga karena aksi demo itu berpihak kepada rakyat, 
> > > dan ditangkap polisi membuat dia merasa mewakili rakyat. Tetapi 
> > > melihat situasi dunia sekarang - yang menurut saya dikuasai 
> > > pemerintahan Kanan - si Prancis tidak percaya lagi bahwa rakyat 
> > > masih ada.
> > >
> > > Separuhnya saya setuju. Di bawah sistem kekuasaan Kanan, rakyat
> > > dibagi ke dalam kelas-kelas. Bukan rahasia lagi, pemerintah 
> > > sebagai bagian dari kelas atas membatasi ruang agar tidak penuh 
> > > sesak. Sementara, kelas menengah harus terus diperbanyak untuk 
> > > dijadikan sapi perahan. Adapun kelas bawah tetap diperlukan 
> > > untuk menelan janji-janji semasa musim kampanye.
> > > 
> > > Ya, orang banyak hanyalah komoditas politik. Dibuat seperti
> > > berkelas-kelas padahal semua dipukulrata sebagai alas kaki
> > > kekuasaan. Karena itu, si Prancis harus percaya bahwa rakyat
> > > sedunia perlu bersatu mengganyang pemerintahan Kanan di negara
> > > masing-masing. Bersihkan dunia dari mereka yang anti-rakyat.
> > > 
> > > Coba bayangkan, kurang biadab bagaimana lagi, rakyat di Eropa
> > > sekarang cuma dianggap tahanan yang patut dicurigai. Tentu saja
> > > cuma orang tolol yang menyangka keadaan ini sebagai aduhai mewah
> > > karena tergila-gila hidup secara prodeo.
> > >
> > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> > > 
> > > > Setelah tertunda pekan kemarin, akhirnya buka puasa bersama
> > > > orang kantor terlaksana hari ini.
> > > >
> > > > Sebenarnya setiap puasa kami selalu menyelenggarakan acara
> > > > berbuka bagi siapa saja yang berkenan mencicipi takjil ala
> > > > kadarnya hasil olahan mbok yus, komandan dapur di rumah yang
> > > > kelebihan energi untuk menggoyang lidah & menentramkan perut
> > > > orang banyak.
> > > >
> > > > Ya, lidah & perut siapa saja. Bukan cuma anak-anak kantor tapi
> > > > juga mereka yang kemaghriban di jalan dan kebetulan lewat di
> > > > depan kantor. Puasa atau tidak, Islam maupun bukan (seperti
> > > > beberapa satpam), silakan membasahi pencernaan dengan air 
> > > > segar, serta takjil yang disediakan di meja depan gerbang. 
> > > > Tentu saja menu di luar dan di dalam kantor 100% sama. Itu 
> > > > sebabnya, acara maghrib harian itu lebih pas disebut 
> > > > sama-sama berbuka.
> > > >
> > > > Sedangkan buka bersama yang dimaksud di sini, menu sedikit 
> > > > berbeda. Ada makan malam yang sedikit berat di dalam kantor. 
> > > > Maklum, ma'e sebagai yang punya hajat mengundang komisaris, 
> > > > klien, rekanan, serta anak yatim dari panti di sekitar yang 
> > > > setiap tahun diundang bergiliran. Dia tahu tidak semua 
> > > > undangan itu cukup berbuka hanya dengan diganjal takjil. 
> > > > Jadi, untuk buka bersama selalu ada karbohidrat yang lumayan 
> > > > dari keluarga berasnasi, lontong, beserta jajarannya.
> > > >
> > > > Memang, jalannya acara buka bersama ini jadi menyerupai 
> > > > kenduri kecil dengan tema wisata kuliner. Sebab, aneka 
> > > > penganan yang langka di hari biasa macam klepon, lemang 
> > > > tapai, sampai ongol-ongol, pada bulan puasa seolah menemukan 
> > > > momennya untuk menyapa penggemar. Begitu juga seruputan 
> > > > seperti setup jambu, bajigur, sampai ronde jahe, yang 
> > > > ternyata cocok dengan udara sexy sehabis hujan tadi.
> > > >
> > > > Semuanya hidangan itu bertambah sedap ketika dinikmati dalam
> > > > suasana gembira. Suasana yang terlarang untuk dicampur dengan
> > > > obrolan bisnis. Ini murni silaturahmi antarmanusia. Bincang 
> > > > sapa seputar hal-hal menyenangkan selama puasa atau malah 
> > > > sepanjang hidup. Lebih menggembirakan lagi adalah kehadiran 
> > > > seorang awak kami, sebut saja jeni, yang baru pulang 
> > > > mengemban tugas mengunyah Eropa.
> > > >
> > > > Setelah berbaur sejenak dengan para tetamu, silaturahmi dengan
> > > > jen berlanjut di taman belakang dekat pantry. Sulit rupanya 
> > > > bagi dia untuk menahan keinginan ngemil jajanan pasar sembari 
> > > > bicara bisnis, hahaha...
> > > >
> > > > Setengah cangkir sekoteng dihabiskannya untuk roundup situasi 
> > > > di Eropa Barat yang menurut dia tanpa malu mengikuti jejak AS 
> > > > untuk memata-matai warganya sendiri. Eropa, katanya, sudah 
> > > > siap menghamburkan 600 juta euro untuk sebuah proyek raksasa 
> > > > berkode "Clean It".
> > > >
> > > > Sisa sekoteng yang separuhnya lagi bersih tandas sepanjang
> > > > ceriwisnya mengurai angka dari proyek Clean It. Terutama
> > > > tentang kengototan Belanda untuk ambil peran sebagai pimpro
> > > > dengan harga lebih-kurang 400 ribu euro! Konon itu lantaran
> > > > Belanda mengaku cuma merekalah yang bisa merangkul The Hague
> > > > sebagai tim, ulang: sebagai 'tim' Clean It.
> > > >
> > > > Perlu 2-3 kali menguji kuping bagus ini untuk memastikan tidak
> > > > salah tangkap cerita jen. Cewek indo itu pun mengangkat dua
> > > > jarinya sambil menyedot rokok putih. Dia bersumpah bahwa betul
> > > > Belanda menginginkan The Hague menjadi bagian dari proyek 
> > > > Clean It, bukan sekedar counterpart..
> > > >
> > > > Dari mana kamu dapat kata 'tim' itu say? "Hatur nuhuuun..." 
> > > > kata jen mengedipkan mata pada Asep ob yang mengantarkan 
> > > > sepiring kue tradisional. "Sami-samiii..." jawab Asep nu 
> > > > kasep tak kalah gesit dengan kedipannya juga. Nyaris tidak 
> > > > ada batasan status yang menyekat kedua anak manusia itu.
> > > >
> > > > Kembali ke pertanyaan tadi, jen menghembus asap tipis dari 
> > > > bibir tipisnya. Tangannya meraih sesuatu dari dompet, 
> > > > menjepitnya dengan dua jari lalu menyorongnya di atas meja 
> > > > dengan telunjuknya yang runcing. Sebuah kartu nama, dengan 
> > > > logo singa jingkrak di atas nama si sontoloyo, But Klaasen... 
> > > > Lalu, selembar foto disorong dengan telunjuk itu lagi. 
> > > > Isinya, adegan jen bersalaman akrab dengan si sontoloyo!
> > > >
> > > > Wah, kalau begitu cukup dululah obrolan bisnis malam ini. 
> > > > Simpan cerita detilnya untuk besok. Dua lembar bukti di 
> > > > tangan ini sudah menjanjikan detil berikutnya bakal seru. 
> > > > Jelas, ini borok Belanda paling fresh! jen membunuh rokoknya 
> > > > di dalam asbak lalu pamit ke dalam menemui ma'e. Tentu. 
> > > > Selalu ada bonus ekstra untuk informasi A1. Terlebih yang 
> > > > didapat dari jarak sedekat ini dengan sumber. 
> > > >
> > > > Masih senyum-senyum di meja pantry. Samasekali tidak menyangka
> > > > informasi kakap ini didapat langsung dari si sontoloyo! 
> > > > Terkemas rapi dalam kepala jen kemudian diselundupkannya 
> > > > keluar Eropa. Pikir-pikir sudah saatnya nih pensiun dan 
> > > > menyerahkan tongkat estafet ke angkatan jen dkk, hehe..
> > > >
> > > > Dari informasi awal ini bisa disimpulkan sementara bahwa
> > > > pemerintahan Barat memang bangsat munafik. Siapapun yang waras
> > > > pasti setuju terorisme harus dilawan, dibersihkan. Tetapi 
> > > > kalau pembersihannya dilakukan dengan memata-matai warga 
> > > > sendiri ya jelas bangsat-bangsat Barat itu bukan cuma ganti 
> > > > menjadi teroris bagi warganya tapi juga menunjukkan bahwa 
> > > > mereka memang anti-HAM. Memata-matai rakyat jelas pelanggaran 
> > > > atas HAM rakyat. Terlebih lagi pelanggaran itu mau dibumper 
> > > > dengan Mahkamah Internasional..
> > > >
> > > > Sejenak pikiran melayang ke dalam negeri. Di Indonesia sini 
> > > > siapa kira-kira antek Barat yang sepaham dengan brutalisme 
> > > > legal seperti ini? Banyak. Antara lain lahirnya beberapa 
> > > > undang-undang keamanan negara bikinan DPR. Atau, lihat juga 
> > > > kelompok yang getol mengusulkan pemberian wewenang kepada KPK 
> > > > & Kominfo untuk menyadap telepon & mengawasi email. Ini lebih 
> > > > gawat dari "pembinaan teritorial" era Orde Baru.
> > > >
> > > > Tidak salah analisis yang menyebut pemerintahan Kanan di muka 
> > > > bumi adalah perwujudan setan dalam menindas rakyat. Bukan 
> > > > mustahil 10-20 tahun ke depan sejarah kebangkitan rakyat 
> > > > seperti di Prancis, Rusia, Cina, dan Indonesia, akan 
> > > > berulang. Hanya saja dalam gerakan yang lebih masif & 
> > > > serempak, rakyat sedunia bersatu mengganyang pemerintahan di 
> > > > negara masing-masing.
> > > >
> > > > Clean it! Kata si sontoloyo sambil menyebar tudingan ke
> > > > rakyat Eropa.
> > > >
> > > > Ya, kenapa tidak. Ayo bersihkan pemerintahan di dunia dari
> > > > kaki-tangan kegelapan! Kata kita.
> > > >
> > >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke