.."i would agree with an american friend who left russia for the u.s. many years ago. on the snowden story he told me, "of course snowden is a traitor. but all the same, after his leak i have to admit sadly that the country i moved to all those years ago was different - a different america" ...
Waktu baca kabar dari Russia itu saya jadi bertanya-tanya, apa alasan politis seseorang ketika dia pindah ke Eropa seusai Perang Dunia II? Karena alasan klasik bahwa Eropa lebih berbudaya dari Amerika yang membunuh manusia dengan 2 bom atom, atau percaya bahwa Eropa betul-betul menjunjung HAM setelah kapok menjadi bangsa kolonial? Boleh jadi kemungkinan kedua lebih masuk akal mengingat sepak-terjang penguasa Eropa terlihat lebih feminin dibanding penguasa Amerika yang terus-terusan sok maskulin. Tetapi dengan adanya program memata-matai rakyat begini, maka baik Eropa maupun Amerika seperti menampakkan wajah aslinya, kebengisan ala homoseksual yang tega melukai bahkan menghabisi orang-orang terdekat yang (harusnya) dicintai. --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > Kesimpulan bahwa pemerintahan Barat itu bangsat munafik > mustinya dipahat dan dibekukan di pegunungan Mont Blanc > untuk diingat sepanjang masa. Galak bicara HAM padahal > mereka juga yang membangun adab penjajahan terhebat dalam > sejarah manusia, baik penjajahan dalam arti klasik maupun > gaya baru seperti dinubuatkan Soekarno; nekolim. > > Malah, sebutan "bangsat munafik" itu sekarang perlu ditambah > dengan "bodoh" karena mereka memakai cara-cara fasis (yang > haram menurut mereka) untuk menertibkan dunia maya. Padahal, > internet adalah sebuah dunia baru bagi umat manusia. Dunia > yang menjanjikan kebebasan alternatif dari dunia nyata yang > keadaannya terus memburuk di tangan neocon. > > Dengan masuknya fasisme ke dunia maya jelas para munafik itu > memperlakukan dunia maya bak tribal conservation seperti > ketika mereka menyerbu tanah Indian tempohari. Atau, lebih > sopan lagi, sebagai penjara. Dan para fasis bodoh itu mengangkat > dirinya menjadi sipir dengan tugas mencurigai seluruh penghuni > di sana. Meronda facebook, tweeter, email, bahkan telepon / sms > dari penghuni dunia maya di Eropa. > > Alasan yang dilempar tentu saja dipilih yang enak dikunyah > publik Eropa. Yaitu, mencegah teroris berkomunikasi lewat internet. > Atau sekurangnya mencegah penyebaran anarki seperti yang terjadi > dalam Arab Spring. > > Masalahnya, ini adalah kebodohan di era internet. Dengan meronda > internet berarti mereka terang-terangan meludahi HAM rakyat Eropa. > Dari sisi keamanan pun ini langkah yang amat bodoh. Karena, apa > boleh buat, ini sama saja meminta teroris & pelaku kejahatan > untuk berkomunikasi lewat cara lain. Sangat tidak > berperikemanusiaan memperlakukan dunia maya sebagai penjara yang > penghuninya harus dicurigai. > > Itu pertama. > > Masalah kedua, fasisme berharga 600 juta euro ini didanai oleh > para "tahanan" sendiri. Diambil dari pajak mereka sambil > melakukan pengetatan di berbagai sektor termasuk pengurangan > pegawai (gaji) dan tunjangan pensiun. > > Ketiga, proyek keamanan serupa juga pernah dilakukan beberapa > tahun lalu dengan meraup dana masyarakat sebesar 1,5 milyar euro. > Waktu itu, katanya, untuk memperkuat polisi perbatasan (khususnya > dengan Eropa Timur, eks Soviet) dan membangun jaringan data > Europol. Keamanan, itulah jualan mereka kepada rakyat Eropa yang > dipaksa membeli dengan membayar pajak lebih tinggi. > > Tetapi ketika orang mempertanyakan angka kejahatan yang tidak > kunjung berkurang sementara kenyamanan hidupnya semakin terpangkas > lewat pajak, jajaran pemerintah Eropa pura-pura sibuk jogging.. > Bagusnya, atau cilakanya buat pemerintahan fasis Eropa, seekor > kucing tiba-tiba melompat keluar dari karung. Sewaktu dikejar > dan tertangkap, si kucing mengaku bahwa sebagian dari harga dirinya > yang 1,5 milyar euro mengalir ke Olimpiade London 2012. Belum lagi > yang dikorup para tukang jogging itu. Jelas & gamblang keamanan > yang dijual hanyalah karung bodol. Buktinya, si kucing pun bisa > melompat ke luar.. > > Lalu, apa pula artinya 400 ribu euro (dari 600 juta) yang > mengalir ke kerajaan yang di Indonesia dikenal pernah bangkrut > oleh korupsi? > > Boleh jadi kali ini tidak ada lagi kucing yang melompat karena > yang mereka jual cuma karung semata. Karung untuk membekuk rakyat > yang mereka curigai. > > Jadi geli, barusan sempat baca Kompas Minggu halaman 23. Seorang > Prancis menulis betapa bangganya dia ikut demo ini-itu sampai > ditangkap, diborgol, dan dipenjara polisi pemerintahan De Gaulle. > Dia bangga karena aksi demo itu berpihak kepada rakyat, dan > ditangkap polisi membuat dia merasa mewakili rakyat. Tetapi melihat > situasi dunia sekarang - yang menurut saya dikuasai pemerintahan > Kanan - si Prancis tidak percaya lagi bahwa rakyat masih ada. > > Separuhnya saya setuju. Di bawah sistem kekuasaan Kanan, rakyat > dibagi ke dalam kelas-kelas. Bukan rahasia lagi, pemerintah sebagai > bagian dari kelas atas membatasi ruang agar tidak penuh sesak. > Sementara, kelas menengah harus terus diperbanyak untuk dijadikan > sapi perahan. Adapun kelas bawah tetap diperlukan untuk menelan > janji-janji semasa musim kampanye. > > Ya, orang banyak hanyalah komoditas politik. Dibuat seperti > berkelas-kelas padahal semua dipukulrata sebagai alas kaki > kekuasaan. Karena itu, si Prancis harus percaya bahwa rakyat > sedunia perlu bersatu mengganyang pemerintahan Kanan di negara > masing-masing. Bersihkan dunia dari mereka yang anti-rakyat. > > Coba bayangkan, kurang biadab bagaimana lagi, rakyat di Eropa > sekarang cuma dianggap tahanan yang patut dicurigai. Tentu saja > cuma orang tolol yang menyangka keadaan ini sebagai aduhai mewah > karena tergila-gila hidup secara prodeo. > > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > Setelah tertunda pekan kemarin, akhirnya buka puasa bersama > > orang kantor terlaksana hari ini. > > > > Sebenarnya setiap puasa kami selalu menyelenggarakan acara > > berbuka bagi siapa saja yang berkenan mencicipi takjil ala > > kadarnya hasil olahan mbok yus, komandan dapur di rumah yang > > kelebihan energi untuk menggoyang lidah & menentramkan perut > > orang banyak. > > > > Ya, lidah & perut siapa saja. Bukan cuma anak-anak kantor tapi > > juga mereka yang kemaghriban di jalan dan kebetulan lewat di > > depan kantor. Puasa atau tidak, Islam maupun bukan (seperti > > beberapa satpam), silakan membasahi pencernaan dengan air segar, > > serta takjil yang disediakan di meja depan gerbang. Tentu saja > > menu di luar dan di dalam kantor 100% sama. Itu sebabnya, > > acara maghrib harian itu lebih pas disebut sama-sama berbuka. > > > > Sedangkan buka bersama yang dimaksud di sini, menu sedikit > > berbeda. Ada makan malam yang sedikit berat di dalam kantor. > > Maklum, ma'e sebagai yang punya hajat mengundang komisaris, > > klien, rekanan, serta anak yatim dari panti di sekitar yang > > setiap tahun diundang bergiliran. Dia tahu tidak semua undangan > > itu cukup berbuka hanya dengan diganjal takjil. Jadi, untuk buka > > bersama selalu ada karbohidrat yang lumayan dari keluarga > > berasnasi, lontong, beserta jajarannya. > > > > Memang, jalannya acara buka bersama ini jadi menyerupai kenduri > > kecil dengan tema wisata kuliner. Sebab, aneka penganan yang > > langka di hari biasa macam klepon, lemang tapai, sampai ongol- > > ongol, pada bulan puasa seolah menemukan momennya untuk menyapa > > penggemar. Begitu juga seruputan seperti setup jambu, bajigur, > > sampai ronde jahe, yang ternyata cocok dengan udara sexy sehabis > > hujan tadi. > > > > Semuanya hidangan itu bertambah sedap ketika dinikmati dalam > > suasana gembira. Suasana yang terlarang untuk dicampur dengan > > obrolan bisnis. Ini murni silaturahmi antarmanusia. Bincang sapa > > seputar hal-hal menyenangkan selama puasa atau malah sepanjang > > hidup. Lebih menggembirakan lagi adalah kehadiran seorang awak > > kami, sebut saja jeni, yang baru pulang mengemban tugas mengunyah > > Eropa. > > > > Setelah berbaur sejenak dengan para tetamu, silaturahmi dengan > > jen berlanjut di taman belakang dekat pantry. Sulit rupanya bagi > > dia untuk menahan keinginan ngemil jajanan pasar sembari bicara > > bisnis, hahaha... > > > > Setengah cangkir sekoteng dihabiskannya untuk roundup situasi di > > Eropa Barat yang menurut dia tanpa malu mengikuti jejak AS untuk > > memata-matai warganya sendiri. Eropa, katanya, sudah siap > > menghamburkan 600 juta euro untuk sebuah proyek raksasa berkode > > "Clean It". > > > > Sisa sekoteng yang separuhnya lagi bersih tandas sepanjang > > ceriwisnya mengurai angka dari proyek Clean It. Terutama > > tentang kengototan Belanda untuk ambil peran sebagai pimpro > > dengan harga lebih-kurang 400 ribu euro! Konon itu lantaran > > Belanda mengaku cuma merekalah yang bisa merangkul The Hague > > sebagai tim, ulang: sebagai 'tim' Clean It. > > > > Perlu 2-3 kali menguji kuping bagus ini untuk memastikan tidak > > salah tangkap cerita jen. Cewek indo itu pun mengangkat dua > > jarinya sambil menyedot rokok putih. Dia bersumpah bahwa betul > > Belanda menginginkan The Hague menjadi bagian dari proyek Clean > > It, bukan sekedar counterpart.. > > > > Dari mana kamu dapat kata 'tim' itu say? "Hatur nuhuuun..." kata > > jen mengedipkan mata pada Asep ob yang mengantarkan sepiring > > kue tradisional. "Sami-samiii..." jawab Asep nu kasep tak kalah > > gesit dengan kedipannya juga. Nyaris tidak ada batasan status > > yang menyekat kedua anak manusia itu. > > > > Kembali ke pertanyaan tadi, jen menghembus asap tipis dari bibir > > tipisnya. Tangannya meraih sesuatu dari dompet, menjepitnya > > dengan dua jari lalu menyorongnya di atas meja dengan telunjuknya > > yang runcing. Sebuah kartu nama, dengan logo singa jingkrak di > > atas nama si sontoloyo, But Klaasen... Lalu, selembar foto > > disorong dengan telunjuk itu lagi. Isinya, adegan jen bersalaman > > akrab dengan si sontoloyo! > > > > Wah, kalau begitu cukup dululah obrolan bisnis malam ini. Simpan > > cerita detilnya untuk besok. Dua lembar bukti di tangan ini sudah > > menjanjikan detil berikutnya bakal seru. Jelas, ini borok Belanda > > paling fresh! jen membunuh rokoknya di dalam asbak lalu pamit ke > > dalam menemui ma'e. Tentu. Selalu ada bonus ekstra untuk > > informasi A1. Terlebih yang didapat dari jarak sedekat ini dengan > > sumber. > > > > Masih senyum-senyum di meja pantry. Samasekali tidak menyangka > > informasi kakap ini didapat langsung dari si sontoloyo! Terkemas > > rapi dalam kepala jen kemudian diselundupkannya keluar Eropa. > > Pikir-pikir sudah saatnya nih pensiun dan menyerahkan tongkat > > estafet ke angkatan jen dkk, hehe.. > > > > Dari informasi awal ini bisa disimpulkan sementara bahwa > > pemerintahan Barat memang bangsat munafik. Siapapun yang waras > > pasti setuju terorisme harus dilawan, dibersihkan. Tetapi kalau > > pembersihannya dilakukan dengan memata-matai warga sendiri ya > > jelas bangsat-bangsat Barat itu bukan cuma ganti menjadi teroris > > bagi warganya tapi juga menunjukkan bahwa mereka memang anti-HAM. > > Memata-matai rakyat jelas pelanggaran atas HAM rakyat. Terlebih > > lagi pelanggaran itu mau dibumper dengan Mahkamah Internasional.. > > > > Sejenak pikiran melayang ke dalam negeri. Di Indonesia sini siapa > > kira-kira antek Barat yang sepaham dengan brutalisme legal > > seperti ini? Banyak. Antara lain lahirnya beberapa undang-undang > > keamanan negara bikinan DPR. Atau, lihat juga kelompok yang getol > > mengusulkan pemberian wewenang kepada KPK & Kominfo untuk > > menyadap telepon & mengawasi email. Ini lebih gawat dari > > "pembinaan teritorial" era Orde Baru. > > > > Tidak salah analisis yang menyebut pemerintahan Kanan di muka > > bumi adalah perwujudan setan dalam menindas rakyat. Bukan > > mustahil 10-20 tahun ke depan sejarah kebangkitan rakyat seperti > > di Prancis, Rusia, Cina, dan Indonesia, akan berulang. Hanya saja > > dalam gerakan yang lebih masif & serempak, rakyat sedunia bersatu > > mengganyang pemerintahan di negara masing-masing. > > > > Clean it! Kata si sontoloyo sambil menyebar tudingan ke > > rakyat Eropa. > > > > Ya, kenapa tidak. Ayo bersihkan pemerintahan di dunia dari > > kaki-tangan kegelapan! Kata kita. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
