Mungkin ybs itu pedophile, ngeliat Islam ngehalalin pedophilia maka dia masuk Islam.
Si habe, udh tau QUran ngehalalin pedophilia, dia terus aja ngebela Islam mati2an, bisa jadi dia jg pedophile, bukan? 2013/8/3 Tawangalun <[email protected]> > ** > > > Fiq daya rembes Islam itu memang ngedap edapi. > > Keyakinan bisa mengetuk hati siapa saja, termasuk seorang atheis, sipir > penjara > Guantanamo, Terry Holdbrook Jr. Bertugas di penjara tersebut 10 tahun lalu, > Terry mengaku mendapatkan hidayah setelah melihat tindak-tanduk para > tahanan - > yang kebanyakan tidak bersalah. > > Sejak bergabung di kemiliteran dan ditugaskan di Guantanamo dari 2003-2004, > Holdbrook dicekoki paham bahwa Islam sama dengan terorisme, kejam, tidak > berperikemanusiaan dan sadis - berkaca pada peristiwa 9/11. 'Ingat apa yang > Muslim lakukan pada kita. Ingat siapa yang kalian lindungi,' kata sersan > kala > itu pada para prajurit. > > Berbicara di Islamic Center Huntsville Sabtu pekan lalu, dilansir Al.Com, > Holdbrooks mengatakan bahwa dia merasa dibohongi saat bertugas di > Guantanamo. > Yang dia bayangkan saat itu, para napi berwajah gahar dan beringas. Tapi > tidak. > Dia malah menemukan para dokter, supir taksi, profesor, dan bahkan seorang > bocah > berusia 12 tahun, sama sekali tidak berbahaya namun dilabeli 'teroris'. > > 'Saya mulai berpikir, 'Apakah saya dibohongi?'' kata pria 29 tahun ini. > > Dia menyaksikan sendiri, para tahanan bertolak belakang dari apa yang > selama ini > diajarkan. Mereka tertib membaca al-Quran, melakukan shalat lima waktu, dan > tetap tenang walaupun mendapatkan tekanan terberat sekalipun. > > Salah satu tugas Holdbrooks saat itu adalah mengantarkan para tahanan ke > ruang > interogasi. Di tempat ini, dia tahu bahwa mereka akan disiksa dan ditanya > dengan > pertanyaan yang sama setiap harinya, sampai mengaku atau terpaksa mengakui > apa > yang tidak mereka lakukan. Beberapa sangat tersiksa, beberapa lainnya > menerima > dengan sabar. Inilah yang membuat heran Holdbrooks. > > 'Bagaimana kau bisa bangun di Guantanamo dan tetap tersenyum? Bagaimana kau > percaya ada Tuhan yang peduli padamu?' tanya Holdbrooks pada para tahanan. > > Seorang dari mereka menjawab, 'Saya senang menghabiskan waktu di > Guantanamo. > Allah sedang menguji keimanan saya. Kapan lagi saya bisa menghabiskan lima > tahun > tanpa melakukan apapun, hanya membaca Al-Quran, saya bisa membacanya dan > belajar > bahasa Arab serta melatih mental?' > > Sejak itulah Holdbrooks mulai berbincang-bincang dengan mereka. Beberapa > orang > bahkan mengajarkannya tentang etika, filosofi, sejarah dan agama. Banyak > dari > tahanan bahkan menafikan peristiwa 9/11, menurut mereka itu melanggar > ajaran > Islam. > > 'Saya punya semua kebebasan di dunia, tapi saya malah menderita. Di sini > mereka > tidak punya apa-apa, tapi bahagia. Tidak perlu ilmuwan roket untuk mencari > tahu > apa yang terjadi dalam hati mereka,' kata Holdbrooks. > > Memeluk Islam > > Akhirnya Holdbrooks mulai mempelajari Islam. Selama ini dia mengaku atheis > karena seluruh agama yang dia pelajari tidak mampu menenangkannya. Dia > menganggap kala itu, Monotheisme adalah akar dari seluruh kesengsaraan, > karena > itu dia pilih tidak beragama. > > Tapi ketika membaca Al-Quran untuk pertama kalinya, dia menemukan banyak > pemikiran yang masuk dalam logikanya. 'Kitab ini semua masuk akal dari awal > hingga akhir. Tidak bertentangan satu sama lain. Ini bukan sihir. Ini > hanyalah > petunjuk sederhana tentang bagaimana menjalani kehidupan,' kata dia. > > Setelah tiga bulan belajar secara intens, akhirnya dia memutuskan memeluk > Islam. > Dia mengatakannya pada salah satu napi. Tapi jawabannya adalah 'tidak', > Holdbrooks terkejut. Akhirnya napi Guantanamo itu menjelaskannya. > > Menjadi seorang Muslim, kata napi itu, berarti Holdbrooks harus mengubah > gaya > hidupnya. Mengatur makan, berhenti minum alkohol, stop bicara kasar dan > menghapus tato yang dia miliki. Selain itu, dia harus siap menghadapi > perubahan > dalam kehidupan sosialnya, termasuk di ketentaraan, keluarga > dan pemerintahan. > > Tapi tekadnya sudah bulat dan dia akhirnya mengucapkan dua kalimat > syahadat. Dia > mengaku menemukan kesehatan, kedisiplinan dan kedamaian pikiran, hal-hal > yang > tidak didapatinya sebelum ini. > > 'Setiap langkah kecil saya menuju Islam, Islam berlari menuju saya,' kata > Holdbrooks. > > Dipecat dari militer > > Barulah pada 2009, Holdbrooks memutuskan menjadi Muslim sejati. Dia > melakukan > seluruh perintah dan larangan Allah, termasuk melakukan puasa sunnah setiap > minggunya. > > Dia akhirnya dipecat dari kemiliteran dengan dalih mengalami gangguan > kepribadian. Istrinya menceraikannya setelah mengetahui suaminya masuk > Islam. > > Dia menikah dengan seorang suster yang ditemuinya di sebuah mesjid melalui > proses ta'aruf. Kini, dia tergabung dalam Muslim Legal Fund of America, > sebuah > organisasi Islam Amerika yang mendorong perubahan dalam kebijakan > pemerintah. > Berkeliling, dia menceritakan kisahnya. > > Kepada Muslim di negara tersebut, dia berpesan untuk tidak takut. 'Jangan > takut > menjadi Muslim di depan publik. Katakan pada tetanggamu kau Muslim. Undang > mereka ke rumahmu. Undang mereka ke mesjid untuk melihat apa benar itu > pabrik > pembuat bom,' kata dia. > > Paulus Anak Wedus > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
