Anda itu sungguh dungu Tawang

Sama dungunya dengan tu mualaf..

Seperti tu mualaf, tahun 2013 ini anda juga masih bersedia melahap bualan orang 
Arab primitif penyusun khurafah najis al-Mushaf yang ngibul bilang:
 
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang 
bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu 
mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15) "


--- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
>
> Makane itu kalau bukan daya rembesnya Islam gak tinggi gak mungkin,wong dg 
> converse harus tahan cemohan dari lu.
> 
> Paulus anak wedus.
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Bodoh betul tu orang.
> > 
> > Kayak Tawang aja.
> > 
> > Dungu betul tu orang.
> > 
> > Kayak Tawang aja.
> > 
> > Goblok betul tu orang.
> > 
> > Kayak Tawang aja.
> > 
> > Pandir betul tu orang.
> > 
> > Kayak Tawang aja.
> > 
> > Dungu kayak anjing.
> > 
> > Tahun 2013 dia masih bersedia melahap bualan orang Arab primitif penyusun 
> > khurfah najis al-Mushaf yang ngibul bilang:
> > 
> > "Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang 
> > bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu 
> > mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15) "
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> > >
> > > Fiq daya rembes Islam itu memang ngedap edapi.
> > > 
> > > Keyakinan bisa mengetuk hati siapa saja, termasuk seorang atheis, sipir 
> > > penjara
> > > Guantanamo, Terry Holdbrook Jr. Bertugas di penjara tersebut 10 tahun 
> > > lalu,
> > > Terry mengaku mendapatkan hidayah setelah melihat tindak-tanduk para 
> > > tahanan -
> > > yang kebanyakan tidak bersalah.
> > > 
> > > Sejak bergabung di kemiliteran dan ditugaskan di Guantanamo dari 
> > > 2003-2004,
> > > Holdbrook dicekoki paham bahwa Islam sama dengan terorisme, kejam, tidak
> > > berperikemanusiaan dan sadis - berkaca pada peristiwa 9/11. 'Ingat apa 
> > > yang
> > > Muslim lakukan pada kita. Ingat siapa yang kalian lindungi,' kata sersan 
> > > kala
> > > itu pada para prajurit.
> > > 
> > > Berbicara di Islamic Center Huntsville Sabtu pekan lalu, dilansir Al.Com,
> > > Holdbrooks mengatakan bahwa dia merasa dibohongi saat bertugas di 
> > > Guantanamo.
> > > Yang dia bayangkan saat itu, para napi berwajah gahar dan beringas. Tapi 
> > > tidak.
> > > Dia malah menemukan para dokter, supir taksi, profesor, dan bahkan 
> > > seorang bocah
> > > berusia 12 tahun, sama sekali tidak berbahaya namun dilabeli 'teroris'.
> > > 
> > > 'Saya mulai berpikir, 'Apakah saya dibohongi?'' kata pria 29 tahun ini.
> > > 
> > > Dia menyaksikan sendiri, para tahanan bertolak belakang dari apa yang 
> > > selama ini
> > > diajarkan. Mereka tertib membaca al-Quran, melakukan shalat lima waktu, 
> > > dan
> > > tetap tenang walaupun mendapatkan tekanan terberat sekalipun.
> > > 
> > > Salah satu tugas Holdbrooks saat itu adalah mengantarkan para tahanan ke 
> > > ruang
> > > interogasi. Di tempat ini, dia tahu bahwa mereka akan disiksa dan ditanya 
> > > dengan
> > > pertanyaan yang sama setiap harinya, sampai mengaku atau terpaksa 
> > > mengakui apa
> > > yang tidak mereka lakukan. Beberapa sangat tersiksa, beberapa lainnya 
> > > menerima
> > > dengan sabar. Inilah yang membuat heran Holdbrooks.
> > > 
> > > 'Bagaimana kau bisa bangun di Guantanamo dan tetap tersenyum? Bagaimana 
> > > kau
> > > percaya ada Tuhan yang peduli padamu?' tanya Holdbrooks pada para tahanan.
> > > 
> > > Seorang dari mereka menjawab, 'Saya senang menghabiskan waktu di 
> > > Guantanamo.
> > > Allah sedang menguji keimanan saya. Kapan lagi saya bisa menghabiskan 
> > > lima tahun
> > > tanpa melakukan apapun, hanya membaca Al-Quran, saya bisa membacanya dan 
> > > belajar
> > > bahasa Arab serta melatih mental?'
> > > 
> > > Sejak itulah Holdbrooks mulai berbincang-bincang dengan mereka. Beberapa 
> > > orang
> > > bahkan mengajarkannya tentang etika, filosofi, sejarah dan agama. Banyak 
> > > dari
> > > tahanan bahkan menafikan peristiwa 9/11, menurut mereka itu melanggar 
> > > ajaran
> > > Islam.
> > > 
> > > 'Saya punya semua kebebasan di dunia, tapi saya malah menderita. Di sini 
> > > mereka
> > > tidak punya apa-apa, tapi bahagia. Tidak perlu ilmuwan roket untuk 
> > > mencari tahu
> > > apa yang terjadi dalam hati mereka,' kata Holdbrooks.
> > > 
> > > Memeluk Islam
> > > 
> > > Akhirnya Holdbrooks mulai mempelajari Islam. Selama ini dia mengaku atheis
> > > karena seluruh agama yang dia pelajari tidak mampu menenangkannya. Dia
> > > menganggap kala itu, Monotheisme adalah akar dari seluruh kesengsaraan, 
> > > karena
> > > itu dia pilih tidak beragama.
> > > 
> > > Tapi ketika membaca Al-Quran untuk pertama kalinya, dia menemukan banyak
> > > pemikiran yang masuk dalam logikanya. 'Kitab ini semua masuk akal dari 
> > > awal
> > > hingga akhir. Tidak bertentangan satu sama lain. Ini bukan sihir. Ini 
> > > hanyalah
> > > petunjuk sederhana tentang bagaimana menjalani kehidupan,' kata dia.
> > > 
> > > Setelah tiga bulan belajar secara intens, akhirnya dia memutuskan memeluk 
> > > Islam.
> > > Dia mengatakannya pada salah satu napi. Tapi jawabannya adalah 'tidak',
> > > Holdbrooks terkejut. Akhirnya napi Guantanamo itu menjelaskannya.
> > > 
> > > Menjadi seorang Muslim, kata napi itu, berarti Holdbrooks harus mengubah 
> > > gaya
> > > hidupnya. Mengatur makan, berhenti minum alkohol, stop bicara kasar dan
> > > menghapus tato yang dia miliki. Selain itu, dia harus siap menghadapi 
> > > perubahan
> > > dalam kehidupan sosialnya, termasuk di ketentaraan, keluarga
> > > dan pemerintahan.
> > > 
> > > Tapi tekadnya sudah bulat dan dia akhirnya mengucapkan dua kalimat 
> > > syahadat. Dia
> > > mengaku menemukan kesehatan, kedisiplinan dan kedamaian pikiran, hal-hal 
> > > yang
> > > tidak didapatinya sebelum ini.
> > > 
> > > 'Setiap langkah kecil saya menuju Islam, Islam berlari menuju saya,' kata
> > > Holdbrooks.
> > > 
> > > Dipecat dari militer
> > > 
> > > Barulah pada 2009, Holdbrooks memutuskan menjadi Muslim sejati. Dia 
> > > melakukan
> > > seluruh perintah dan larangan Allah, termasuk melakukan puasa sunnah 
> > > setiap
> > > minggunya.
> > > 
> > > Dia akhirnya dipecat dari kemiliteran dengan dalih mengalami gangguan
> > > kepribadian. Istrinya menceraikannya setelah mengetahui suaminya masuk 
> > > Islam.
> > > 
> > > Dia menikah dengan seorang suster yang ditemuinya di sebuah mesjid melalui
> > > proses ta'aruf. Kini, dia tergabung dalam Muslim Legal Fund of America, 
> > > sebuah
> > > organisasi Islam Amerika yang mendorong perubahan dalam kebijakan 
> > > pemerintah.
> > > Berkeliling, dia menceritakan kisahnya.
> > > 
> > > Kepada Muslim di negara tersebut, dia berpesan untuk tidak takut. 'Jangan 
> > > takut
> > > menjadi Muslim di depan publik. Katakan pada tetanggamu kau Muslim. Undang
> > > mereka ke rumahmu. Undang mereka ke mesjid untuk melihat apa benar itu 
> > > pabrik
> > > pembuat bom,' kata dia.
> > > 
> > > Paulus Anak Wedus
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke