Bagi warga kampung petar yang udah bosen sama ceramah ala ustat item abu,
ijinkan sesaat saya ceramah "ala ustat" di bulan puasa ini ya ... ( hehehe )
( Heyyyy penontooon ! Alhamduuuuu... (lilllah )
Salam dan keselamatan semoga dilimpahkan pada warga kampung petar yang pada
waras, dan pencerahan semoga disegerakan bagi para warga kampung petar yang
pada belum sampai pada tahap bisa disebut sebagai manusia seutuhnya semisal :
Uplik, item, susan, nub ...Si Mumus ... (amin )
Sebagai warga kampung petar, seringkali kita lebih memilih topik - topik
pembicaraan yang nampak "hebat", yang nampak "luar biasa" . hampir semua
didasari orientasi jangka pendek, untuk tidak menyebut tidak berorientasi sama
sekali. ( Betuuul buuu. ? Betuul paaakkk ? Alhamduuuuu... (lillahhh !)
Saya pengen ngomongin masalah bulan puasa sebentar neh ...
( Hey...penontooonnnnn ! .... Alhamduuuu.... (lillah .... ) )
Bagi yang sedang rajin mengerjakan ibadah puasa di bulan ramadhan ( boleh pakai
istilah "Shaum" )maka orang tersebut dapat diibaratkan seperti seekor ulat yang
memutuskan untuk memasuki tahap kepompong dengan berpuasa. Ia lakukan
susah-payah itu demi dorongan untuk mengubah dirinya, dari hewan perusak
tumbuhan yang amat menjengkelkan menjadi kupu-kupu yang bertugas memperluas
penyebaran tumbuh-tumbuhan. contoh ulat di kampung petar ( Uplik ...item,
susan, nub ...Si Mumus ...)
Jelas bukan sekedar puasa makan-minum yang akan mengubah si ulat perusak
menjadi kupu-kupu yang produktif dan bermanfaat bagi dunia. Tapi puasa yang
diwarnai oleh `penglihatan (baca: tujuan) jarak jauh'. Karena dengan kemampuan
melihat hidup kita sendiri dalam bentangan yang luas (i have a dream .... :-)
), kita akan memiliki ketangguhan untuk berkata tidak pada dorongan untuk
menyerah dan kepuasan sesaat.( Meskipun habe pernah bilang "Cita cita gue
banyaaak, tapi apanan hidup ii dibatasi oleh sesuatu : Usia ).
berusaha berubah menjadi kupu - kupu yang mengambil seperlunya dan melakukan
konservasi sebanyak-banyaknya. Bukan seperti ulat yang mengambil
sebanyak-banyaknya, seolah dunia adalah tempat yang tak berarti . ( Contoh :
Uplik )
Penglihatan jarak pendek ala si ulat hanya akan membuat kita merasa sudah
melakukan semuanya, tapi belum memiliki banyak ( contoh : uplik ).
Heyyy penontooooonnn ...
Lain dengan ulat uplik, penglihatan jarak jauh ala kupu-kupu akan membuat kita
merasa sudah memiliki semuanya, tapi belum berbuat banyak. Jadi bekerjalah
dengan seluruh hidup kita ( Misalnya : Membuat seneng ibu kita dengan membeli
Audi Seperti yang dilakukan Teddy ), karena sebenarnya setiap diri sudah
memiliki semua yang diperlukannya
Sejarah menunjukkan, manusia dengan mental kupu-kupu itulah yang selama ini
menghiasi dunia (baca: hidupnya) dengan karya yang tak lekang oleh waktu.Namun
sebenarnya karya mereka yang terbesar adalah hidup mereka sendiri. ( bukan
seperti uplik yang selama hidupnya tak berkarya apapun ! )
Kerja keras mereka dalam berbagai terapi jiwa itu kelak akan menjadikan diri
mereka bagaikan `alat peraga sempurna yang mengkonfirmasi berbagai sifat-sifat
Tuhan'.
Mereka di antaranya adalah para Nabi, Saladin, Gandhi, Abraham Lincoln,
Muhammad Yunus, dan sebagainya selalu mempesona dunia dengan karakter mulia
seperti kebesaran hati, rasa keadilan, daya juang, keberanian, kekuatan,
konsistensi, kreativitas, dan sebagainya.
Karya maupun karakter yang mulia itulah yang akan membuat mereka abadi. ("Tapi
kita memang merupakan bagian dari keabadian, terbukti dengan adanya informasi
sepanjang riwayat Bumi di catatan DNA kita. Kita adalah mahluk abadi yang
sedang bermain-main di ruang kesementaraan," .)
( Ustat Pinpin berhenti sebentar, minum kopi diki, terus ngisep udud dikit...
terus bicara lagi )
Hey penontooonnnn ...... ! Alhamduuuuuu ..... ( Semua warga kampung petar yang
ikut pengajian kompak berteriak ( Lilllllaaahhhhhh ! ) si uplik bersila di
pojok paling belakang, sementara si item sesekali curi pandang pada kekasihnya
itu.
...
Pertanyaannya, bagaimana cara mencapai keabadian seperti mereka? Bagaimana cara
menjadi jiwa yang akan selalu eksis, sekalipun raga sudah berpulang kepada
tanah?
Kisah sukses itu tercatat dalam sel-sel tubuh kita sendiri (bangunkan "sel -
sel" itu dengan berdoa ! ). Sekitar 3 milyar tahun lalu, sel-sel pertama mulai
berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan Bumi yang luar biasa keras pada
masa itu. Kita tidak akan membicarakan rincian perjuangan mereka yang panjang
itu di sini. Kita tahu bahwa di balik kisah kehidupan mahluk Bumi yang begitu
beragam dan menakjubkan, ada sumbangan yang luar biasa besar dari sel-sel
primitif yang akhirnya berhasil menemukan rahasia bertahan hidup. Salah satu
rahasia sukses sel tersebut adalah bekerja-sama sebagai sebuah badan yang satu.
Bagi sebuah badan bernama planet Bumi, kitalah unit-unit sel itu. ( Uplik DKK
adalah terjemahan dari sel "jahat" atawa Cancer Sel ) Selama ini berbagai
kekusutan dan kerusakan seringkali disebabkan oleh penglihatan jangka pendek
yang hanya memunculkan rasa `ke-unitan' atau `keakuan'. ("Dan rasa keakuan yang
sempit ini membuat kita mengira Bumi tidak cukup luas untuk dihuni bersama
mahluk Tuhan yang lain",.) Padahal solusi kekusutan itu selalu ada di balik
bentangan penglihatan jauh yang membangkitkan rasa `kekitaan'.
Jelas kita perlu mengaktifkan penglihatan jauh dan membangkitkan rasa kekitaan
ini melalui olah mental atau terapi jiwa, sebagaimana ulat dengan rasa keakuan
tadi perlu puasa demi mendapatkan rasa kekitaan.
Rasa kekitaan inilah yang ada di balik pembangunan Borobudur dan Tembok China
yang berlangsung ratusan tahun itu. Tidak masalah jika `aku' tak cukup umur
untuk menikmati hasil karya besarku ... karena ada `kita' ...yang merupakan
perluasan dari tubuhku. Anak-anakku, cucu-cucuku, tetangga-tetanggaku, saudara
sebangsa, sesama manusia, bahkan segala mahluk sesama hamba Tuhan, semua adalah
`kita' bagiku.
`Aku' mungkin saja besok atau lusa akan mati, tapi akan selalu ada kesempatan
bagi `kita' untuk terus melanjutkan dan melanjutkan. Sejarah telah membuktikan,
bahwa karya yang lahir dari `mimpi jauh' yang melampaui keakuan, pasti akan
mempunyai kekuatan dan pesona yang melampaui batas umur manusia, alias tidak
pernah mati. Akan selalu ada yang terinspirasi dan meneruskan, membuat siapapun
yang `menanam'nya akan hidup dalam Keabadian yang memuaskan.
( Ustat pinpin udud lagi ... ngisep asep marlbro putih dalem dalem.... terus
berbicara lagi )
Heyy penontooooonnnnn .... ( "Iyeeeee !" Terdengar jawapan rada beda dari si
Nub yang bandel dengerin ceramah sambil bikin kopi buat warga kampung petar )
Selamat Menjalankan ibadah puasa bagi yang akan menunaikannya ... Sepanjang
pemahaman saya, orang yang sedang berpuasa sama sekali tidak perlu untuk
"menuntut" apalagi "memaksa" untuk dihormati oleh orang yang (sedang) tidak
berpuasa ... karena dengan ke-berpuasa-annya ia akan bisa menghormati siapapun
yang (sedang) tidak menunaikannya ... :-)
Semoga Bermanfaat,
Pinpin.
Warga kampung petar.
Ustat tanpa amplop.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/