Prof Muhammad: Saya Berani Ambil Risiko untuk Masuk Islam      [Dua
Kalimat Syahadat (ilustrasi).]                            Dua Kalimat
Syahadat (ilustrasi).
 
<http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/31/mqsba7-pr\
of-muhammad-saya-berani-ambil-risiko-untuk-masuk-islam#>
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Heri Purwata

Saat  akan merantau dari Pati, Jawa Tengah ke Yogyakarta sekitar tahun
1985,  Ma Xing Ping yang sekarang bernama Muhammad dipesan ayahnya boleh
pindah  agama apa saja, kecuali Islam. Sebab selama ini Islam dalam
konotasi  ayahnya  adalah agamanya yang identik dengan kemiskinan dan 
keterbelakangan.

Kemiskinan ditandai dengan banyaknya pengemis  yang ada di
perempatan-perempatan jalan, sandal banyak yang hilang  ketika shalat di
masjid-masjid. Sehingga ayahnya khawatir, jika Ma Xing  Ping atau
Muhammad masuk Islam akan menjadi orang miskin.

Namun  pesan ayahnya tersebut justru memicu keingintahuan Muhammad
terhadap  Islam. Ketika kuliah di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan
(IKIP)  Yogyakarta -- yang saat ini telah berubah menjadi Universitas
Negeri  Yogyakarta (UNY) -- memberanikan diri untuk belajar Agama Islam.

Keinginannya  dipicu oleh ceramah yang disampaikan dai sejuta umat
almarhum Zainuddin  MZ yang didengarnya melalui radio setiap pagi. Ia
kagum pada gaya  bahasa dan retorika almarhum sangat pas dalam
menyampaikan dakwahnya.

Kemudian  ada rasa tertarik untuk membaca Alquran. Pertama membaca
Alquran  terjemahan Departemen (kini Kementerian) Agama. Ia membaca
Surat Al  Ikhlas. Dari surat yang memurnikan Ke-Esa-an Allah SWT,
keimanan  Muhammad semakin bertambah.

Untuk lebih menyakinkan diri, ia   melakukan kontemplasi atau menyendiri
sambil merenung di sebuah tempat  pada malam Jumat sebanyak tiga kali.
Tepatnya, bulan September 1986.  Sebelum melakukan kontemplasi, hari
Kamis-nya berpuasa.



                                                                                
 
****


Pada  malam Jumat pertama, dalam ia melihat ada sinar yang jatuh dari
langit  dan mengenai dadanya. Muhammad terpental sejauh satu meter dari
tempat  duduknya akibat terterjang sinar.  Dalam peristiwa ini Muhammad
dalam  keadaan sadar sehingga membuatnya penasaran.

Kemudian malam Jumat  pekan kedua, ia melakukan lagi kontemplasi dan
diawali dengan berpuasa.  Kali ini ia mendapat pengalaman dirinya
seperti melayang dari tempat  duduk setinggi satu meter.  Ia merasakan
melayang dan turun lagi kurang  lebih 3-5 menit. Peristiwa ini membuat
Muhammad semakin penasaran.

Pada  pekan ketiga bulan September 1986, Muhammad kembali melakukan 
kontemplasi yang juga diawali dengan puasa. Posisi tidak duduk, tetapi 
berbaring. Di depannya ada api yang membara dan di dalam api itu ada 
orang yang terbakar dan ada yang tinggal tulang belulang. Ia berfikir 
apakah ini yang disebut neraka.


Setelah mengalami tiga  peristiwa tersebut, Muhammad semakin mantap
untuk masuk Islam. Kemudian  ia datang ke gurunya, Widodo yang juga
suami salah satu dosennya.
"Guru saya itu bukan ustad, tetapi ilmu agamanya luar biasa. Sebab 
ketika datang ke rumahnya dan saya belum cerita, beliau langsung 
berkata, ya, sudah kamu saya Islam-kan dan sekaligus memberi nama saya 
Muhammad," kata Muhammad, Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) 
Yogyakarta kepada //Republika// di ruang kerjanya Rabu (24/7).


Sebelumnya  berganti nama Muhammad nama pemberian orang tua adalah Ma
Xing Ping  beragama Katolik. Ma menunjukkan keluarga Cheng Hoo, sedang
Xing Ping  adalah sahabat Cheng Hoo yang ahli Kungfu. Ma adalah juga
nama marga  Islam di Cina. "Proses saya masuk Islam cepat
sekali," kata Muhammad  yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia
Daerah Istimewa Yogyakarta (DMI  DIY).

  Kemudian kepada Widodo, ia belajar untuk memperdalam agama  Islam
termasuk belajar membaca huruf hijaiyah. Ia juga ingin  membuktikan
apakah pernyataan bapaknya benar atau tidak.

"Ternyata  selama belajar tentang agama Islam, tidak ada ajaran yang
mendorong  umatnya untuk miskin. Sebab rukun Islam yang lima itu
semuanya  bersinggungan dengan harta," kata Muhammad yang beasal
dari Desa  Widorokandang, Pati, Jawa Tengah.

Paulus Anak Wedus.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke