Si keparat pedophile aj ga sampe terpental kena sinar, ga sampe melayang, cuma dicekek sampe ga bs nafas. Mendingan lu angkat si Prof Muhammad ini jadi nabi lu ketimbang nabi arab lu yg sekarang itu. Jin di sekitar si prof ini pasti lbh banyak dan lbh sakti dr jin nabi lu yg ga bs ngejaga nabi dr timpukan batu.
2013/8/4 Tawangalun <[email protected]> > ** > > > Prof Muhammad: Saya Berani Ambil Risiko untuk Masuk Islam [Dua > Kalimat Syahadat (ilustrasi).] Dua Kalimat > Syahadat (ilustrasi). > > <http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/31/mqsba7-pr\ > of-muhammad-saya-berani-ambil-risiko-untuk-masuk-islam#<http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/31/mqsba7-prof-muhammad-saya-berani-ambil-risiko-untuk-masuk-islam#> > > > REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Heri Purwata > > Saat akan merantau dari Pati, Jawa Tengah ke Yogyakarta sekitar tahun > 1985, Ma Xing Ping yang sekarang bernama Muhammad dipesan ayahnya boleh > pindah agama apa saja, kecuali Islam. Sebab selama ini Islam dalam > konotasi ayahnya adalah agamanya yang identik dengan kemiskinan dan > keterbelakangan. > > Kemiskinan ditandai dengan banyaknya pengemis yang ada di > perempatan-perempatan jalan, sandal banyak yang hilang ketika shalat di > masjid-masjid. Sehingga ayahnya khawatir, jika Ma Xing Ping atau > Muhammad masuk Islam akan menjadi orang miskin. > > Namun pesan ayahnya tersebut justru memicu keingintahuan Muhammad > terhadap Islam. Ketika kuliah di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan > (IKIP) Yogyakarta -- yang saat ini telah berubah menjadi Universitas > Negeri Yogyakarta (UNY) -- memberanikan diri untuk belajar Agama Islam. > > Keinginannya dipicu oleh ceramah yang disampaikan dai sejuta umat > almarhum Zainuddin MZ yang didengarnya melalui radio setiap pagi. Ia > kagum pada gaya bahasa dan retorika almarhum sangat pas dalam > menyampaikan dakwahnya. > > Kemudian ada rasa tertarik untuk membaca Alquran. Pertama membaca > Alquran terjemahan Departemen (kini Kementerian) Agama. Ia membaca > Surat Al Ikhlas. Dari surat yang memurnikan Ke-Esa-an Allah SWT, > keimanan Muhammad semakin bertambah. > > Untuk lebih menyakinkan diri, ia melakukan kontemplasi atau menyendiri > sambil merenung di sebuah tempat pada malam Jumat sebanyak tiga kali. > Tepatnya, bulan September 1986. Sebelum melakukan kontemplasi, hari > Kamis-nya berpuasa. > > **** > > Pada malam Jumat pertama, dalam ia melihat ada sinar yang jatuh dari > langit dan mengenai dadanya. Muhammad terpental sejauh satu meter dari > tempat duduknya akibat terterjang sinar. Dalam peristiwa ini Muhammad > dalam keadaan sadar sehingga membuatnya penasaran. > > Kemudian malam Jumat pekan kedua, ia melakukan lagi kontemplasi dan > diawali dengan berpuasa. Kali ini ia mendapat pengalaman dirinya > seperti melayang dari tempat duduk setinggi satu meter. Ia merasakan > melayang dan turun lagi kurang lebih 3-5 menit. Peristiwa ini membuat > Muhammad semakin penasaran. > > Pada pekan ketiga bulan September 1986, Muhammad kembali melakukan > kontemplasi yang juga diawali dengan puasa. Posisi tidak duduk, tetapi > berbaring. Di depannya ada api yang membara dan di dalam api itu ada > orang yang terbakar dan ada yang tinggal tulang belulang. Ia berfikir > apakah ini yang disebut neraka. > > Setelah mengalami tiga peristiwa tersebut, Muhammad semakin mantap > untuk masuk Islam. Kemudian ia datang ke gurunya, Widodo yang juga > suami salah satu dosennya. > "Guru saya itu bukan ustad, tetapi ilmu agamanya luar biasa. Sebab > ketika datang ke rumahnya dan saya belum cerita, beliau langsung > berkata, ya, sudah kamu saya Islam-kan dan sekaligus memberi nama saya > Muhammad," kata Muhammad, Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) > Yogyakarta kepada //Republika// di ruang kerjanya Rabu (24/7). > > Sebelumnya berganti nama Muhammad nama pemberian orang tua adalah Ma > Xing Ping beragama Katolik. Ma menunjukkan keluarga Cheng Hoo, sedang > Xing Ping adalah sahabat Cheng Hoo yang ahli Kungfu. Ma adalah juga > nama marga Islam di Cina. "Proses saya masuk Islam cepat > sekali," kata Muhammad yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia > Daerah Istimewa Yogyakarta (DMI DIY). > > Kemudian kepada Widodo, ia belajar untuk memperdalam agama Islam > termasuk belajar membaca huruf hijaiyah. Ia juga ingin membuktikan > apakah pernyataan bapaknya benar atau tidak. > > "Ternyata selama belajar tentang agama Islam, tidak ada ajaran yang > mendorong umatnya untuk miskin. Sebab rukun Islam yang lima itu > semuanya bersinggungan dengan harta," kata Muhammad yang beasal > dari Desa Widorokandang, Pati, Jawa Tengah. > > Paulus Anak Wedus. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
