http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/150331
Saya baru kembali dari Australia. Empat minggu lamanya kami berpakansi di sekitar Sidney. Hari pertama kami tinggal di CBD (pusat kota) karena saya perlu ke dokter-mata untuk cek-up, lalu tiga hari di Bundeena, di sebuah bed & breakfast, kemudian di Schotland Island, bersama teman lama kami; lalu kami kunjungi teman lain di tepi Lake Macquarie yang tinggal tiap tahun selama enam bulan di negeri Belanda (bila cuaca panas) dan setengah tahun di Austalia. Kemudian kami kunjungi teman lain di Maitland, lalu kami nginap di Youth Hostel di Pittwater dan akhirnya kembali ke CDB di hotel kecil milik orang Taiwan di Glebe Street. (Di toko buku Glebe books saya beli beberapa buku tentang Islam). Kesan saya? Seperti tahun lalu, saya betul-betul merasa Australia itu adalah sorga dunia. Tadinya saya kira, bila tahun yang lalu saya menganggap Australia itu sorga dunia sebabnya juga karena kami baru habis berkeliling India yang joroknya nggak ketulungan (boleh dibilang tiap turis bakal kena diarhe) dan yang penuh calo mengerumuni tiap turis... Tapi kali ini kami ke Australia tanpa melihat negeri jorok dan penuh calo sebelumnya. Dan ya, saya tetap beranggapan bahwa Australia itu adalah sorga dunia. Barang kebutuhan hidup melimpah ruah, bermacam makanan (Eropa, Asia, Timur Tengah dll) juga ada dan melimpah ruah pula. Transport umum teratur, walaupun tidak se frekwen di negeri Belanda. Rawatan kesehatan kelihatan bagus. Dan negeri itu egalitarian. Boleh dikata tiap orang berkesempatan untuk bilang "Bin there, done that). Serta multi-kulutral (Di rumah sakit mata di Sidney saya melihat dokternya ada tiga orang, yang satu berasal dari Tiongkok, satu lagi berasal dari Asia Selatan, yang ketiga dari Eropa. Perawatnya juga berasal dari berbagai negeri.) Masaalah pelik yang masih dihadapi dan belum teratasi adalah ketidak adilan yang dialami oleh orang asli - aborijin. Dan alamnya indah. Sorga. Dan sorga Australia yang terindah saya rasakan tahun ini di Youth Hostel di Pittwater. Youth Hostel itu terletak di utara CBD di tengah Taman Nasional tak jauh dari Teluk Morning (Mornig Bay) dan hanya bisa dicapai dengan kapal motor, ferry atau water taxi. Disekelilingnya tidak ada rumah - jadi sepi betul. Malam hari terasa hening. Hening. Makan pagi kami dikelilingi burung kakak tua, burung murai dan berbagai macam burung lain - yang telah rada jinak. Di meja makan, beberapa burung kakak tua yang petatang petiting unjuk jambulnya suka main cubit pakai paruhnya kalau tidak segera dikasih makanan. Di malam hari suka ada possum yang naik ke meja makan dan yang langsung nyerobot makanan di piring tanpa main cubit-cubit dulu dan baru bersedia minggir kalau sudah dikasih sepotong makanan. Di siang hari disaping burung yang berkicau diatas pepohonan ada wallabies yang loncat-loncat didepan Youth Hostel atau kadal (guana) yang merayap di semak-semak. Dan selama beberapa hari saya baca kembali buku neuroscientist Changeux yang berjudul L'homme neuronal. Sorga. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
