--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/150331 > > Saya baru kembali dari Australia. > > Empat minggu lamanya kami berpakansi di sekitar Sidney. Hari > pertama kami tinggal di CBD (pusat kota) karena saya perlu ke > dokter-mata untuk cek-up, lalu tiga hari di Bundeena, di sebuah > bed & breakfast, kemudian di Schotland Island, bersama teman > lama kami; lalu kami kunjungi teman lain di tepi Lake Macquarie > yang tinggal tiap tahun selama enam bulan di negeri Belanda (bila > cuaca panas) dan setengah tahun di Austalia. Kemudian kami > kunjungi teman lain di Maitland, lalu kami nginap di Youth > Hostel di Pittwater dan akhirnya kembali ke CDB di hotel kecil > milik orang Taiwan di Glebe Street. > > (Di toko buku Glebe books saya beli beberapa buku tentang Islam). > > Kesan saya?
kelihatan banget kalau elo nddak punya duit. tidur di penginapan "back packer" dan numpang di rumah temen. Edan ! Saya pikir selama ini saya salah berpikiran bahwa orang belanda itu pelit. Ternyata bener bener pelit ! beberapa orang belanda secara rutin setiap ahun suka tinggal di rumah adik ipar saya. tinggal untuk jangka waktu yang lumayan lama. dan karena sudah semenjak SD deket dengan mereka, bahkan adik - adik nya istri adik saya apan pada tingal di belanda. Trus sampai ada juga yang akhirnya nikah sama orang Prancis. Apakah mereka kaya raya ? Yah .. sama aja dengan si uplik. Tapi lebih bermartabat. Trahir saya ketemu sama mereka, yang cewek kerjanya di taman kanak kanak. kerjanya bercerita. serius . kalau kata orang sunda mah "ngadongeng" buat anak anak usia Taman Kanak kanak. Sementara yang cowok nya pensiunan tentara. Makanan kesukaannya sambel dan jengkol. Aktifitas yang paling mereka sukai jalan jalan ke sawah dan ngambil kelapa di kebon. Jadi ... saya tahu pasti bagaimana definisi "liburan" versi londo. Saya tanya apan sama si monik yang lama tinggal di prancis. Boro boro punya pembantu apanan. buat ngebersihin rumah aja ngandelin tenaga sendiri. Die punya "robor" yang kerjanya muter muter ruangan sambil bersihin karpet. pakai batu battery. itu jauh lebih murah dibanding bayar pembantu katanya ... come on ... Jangan ngebual tentang "keliling dunia" dengan menggunakan tabungan jatah gembel sama sayah. Percuma ... Di negeri elo sendiri .. apan elo mah nddak mampu ngegaji pembantu dan jauh dari mampu untuk ngegaji sopir pribadi. Jangankan ngegaji sopir , apan kendaraan pribadi elomah cuman sepedah ontel pan ? Elo mau cerita liburan sampai ke ujung duniapun bagi ogut no meaning lah ... semua gembel penerima tunjangan gembel di negeri belanda memang bisa melakukan itu kok. dengan catatan ... tidur di "Bed & Breakfast" sambil sekali kali numpang di rumah temen ini dan temen itu ..." ah, nddak menarik. basi. > > Seperti tahun lalu, saya betul-betul merasa Australia itu > adalah sorga dunia. > > Tadinya saya kira, bila tahun yang lalu saya menganggap > Australia itu sorga dunia sebabnya juga karena kami baru habis > berkeliling India yang joroknya nggak ketulungan (boleh dibilang > tiap turis bakal kena diarhe) dan yang penuh calo mengerumuni > tiap turis... > > Tapi kali ini kami ke Australia tanpa melihat negeri jorok dan > penuh calo sebelumnya. > > Dan ya, saya tetap beranggapan bahwa Australia itu adalah sorga > dunia. > > Barang kebutuhan hidup melimpah ruah, bermacam makanan (Eropa, > Asia, Timur Tengah dll) juga ada dan melimpah ruah pula. > Transport umum teratur, walaupun tidak se frekwen di negeri > Belanda. Rawatan kesehatan kelihatan bagus. > > Dan negeri itu egalitarian. > > Boleh dikata tiap orang berkesempatan untuk bilang "Bin there, > done that). > > Serta multi-kulutral (Di rumah sakit mata di Sidney saya melihat > dokternya ada tiga orang, yang satu berasal dari Tiongkok, satu > lagi berasal dari Asia Selatan, yang ketiga dari Eropa. > Perawatnya juga berasal dari berbagai negeri.) > > Masaalah pelik yang masih dihadapi dan belum teratasi adalah > ketidak adilan yang dialami oleh orang asli - aborijin. > > Dan alamnya indah. > > Sorga. > > Dan sorga Australia yang terindah saya rasakan tahun ini di > Youth Hostel di Pittwater. > > Youth Hostel itu terletak di utara CBD di tengah Taman Nasional > tak jauh dari Teluk Morning (Mornig Bay) dan hanya bisa dicapai > dengan kapal motor, ferry atau water taxi. > > Disekelilingnya tidak ada rumah - jadi sepi betul. > > Malam hari terasa hening. > > Hening. > > Makan pagi kami dikelilingi burung kakak tua, burung murai dan > berbagai macam burung lain - yang telah rada jinak. Di meja > makan, beberapa burung kakak tua yang petatang petiting unjuk > jambulnya suka main cubit pakai paruhnya kalau tidak segera > dikasih makanan. > > Di malam hari suka ada possum yang naik ke meja makan dan yang > langsung nyerobot makanan di piring tanpa main cubit-cubit dulu > dan baru bersedia minggir kalau sudah dikasih sepotong makanan. > > Di siang hari disaping burung yang berkicau diatas pepohonan > ada wallabies yang loncat-loncat didepan Youth Hostel atau kadal > (guana) yang merayap di semak-semak. > > Dan selama beberapa hari saya baca kembali buku neuroscientist > Changeux yang berjudul L'homme neuronal. > > Sorga. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
