http://www.antara.co.id/seenws/?id=25860

      Jan 06 23:15


     
        
      TNI DUKUNG PENGUATAN BUMN INDUSTRI STRATEGIS 
        
        
      Jakarta (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mendukung 
pemberdayaan dan penguatan BUMN Industris Strategis seperti PT Dirgantara 
Indonesia (DI), PT PAL dan PT Pindad.

      "Pada prinsipnya, kami mendukung kebijakan pemerintah untuk penguatan 
industri pertahanan dalam negeri," kata Kepala Dinas Penerangan Umum 
(Kadispenum) Mabes TNI Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki di Jakarta, Jumat.

      Ia mengatakan, TNI telah banyak menggunakan produk-produk dalam negeri 
seperti senjata ringan, amunisi kaliber kecil dan sebagainya.

      Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI-Angkatan Udara 
(AU) Marsekal Pertama Sagom Tamboen, yang mengatakan, sebagian pesawat angkut 
ringan dan helikopter telah dapat dipenuhi oleh PT DI.

      "Untuk mendukung industri strategis dalam negeri, kita menetapkan bahwa 
untuk pesawat angkut ringan seperti CN-235 helikopter Pumma dan Super Pumma 
harus dapat dipenuhi oleh PT DI," katanya.

      Ia mengakui, ada beberapa kekurangan pada BUMN itu, yakni terkadang belum 
tepat jumlah dan tepat waktu. Hal itu, tambah dia, dikarenakan terbatasnya 
anggaran yang dimiliki oleh BUMN bersangkutan. 

      "Tetapi kekurangan-kekurangan tersebut, masih dalam batas-batas yang 
dapat ditolerir, tidak sampai mempengaruhi pola operasi TNI AU," tutur Sagom.

      Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI-Angkatan Laut (AL) Laksamana 
Pertama Abdul Malik Yusuf mengatakan, untuk mendukung penguatan industri 
strategis dalam negeri TNI AL menetapkan pengadaan kapal jenis LPD dan LST 
(landing ship tank) serta kapal patroli harus dapatdipenuhi oleh PT PAL.

      "Untuk jenis kapal-kapal tersebut, kami ingin PT PAL dapat memenuhinya 
sedangkan kapal-kapal combatan, seperti Korvet masih harus didatangkan dari 
luar, karena PT PAL tidak dapat memenuhinya tepat waktu, sesuai perkembangan 
lingkungan strategis yang ada," ujarnya.

      TNI AL, tambah dia, komit untuk mendukung penguatan BUMN-IS seperti 
memesan dua kapal korvet yang melibatkan industri dalam negeri. "Namun, PT PAL 
belum mampu untuk mengadakannya dalam waktu cepat, padahal kondisi lingkungan 
strategis saat ini membutuhkan pengadaan alutsista yang memadai, cepat dan 
tepat," katanya.

      "Jadi, dari segi kualitas dan kemampuan, industri pertahanan nasional 
tidak kalah dengan negara lain, namun dari segi ketepatan waktu atau jadwal, 
belum dapat dipenuhi perusahaan bersangkutan. Kita kan butuh alutsista yang 
tersedia untuk mengantisipasi setiap perkembangan lingkungan strategis di 
sekitar kita," ujarnya.(*)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke