http://www.gatra.com/artikel.php?id=91281



Soros Bantah Jadi Biang Keladi Krisis Ekonomi Indonesia



Jakarta, 6 Januari 2006 08:50
George Soros, pimpinan Soros Fund Management, membantah jadi biang keladi 
krisis ekonomi Asia tahun 1998, yang menyebabkan lengsernya Soeharto dari 
tampuk kepresidenan.

"Itu (tuduhan) yang betul-betul omong kosong. Saya tidak punya hak untuk 
menggunakan uang saya untuk kepentingan politik," katanya dalam pertemuan 
dengan para pemimpin redaksi yang tergabung dalam Editor`s Club di Jakarta, 
Kamis malam.

Soros yang untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dan menyatakan terkesan 
dengan perkembangan Indonesia pascakrisis ekonomi mengatakan kunjungannya ke 
Jakarta tidak punya agenda politik terselubung.

"Agenda politik saya sangat jelas. Yaitu mendorong terciptanya masyarakat yang 
terbuka dan demokratisasi. Di Indonesia, itu dilakukan melalui Yayasan Tifa," 
katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Sebagai pemilik modal, Soros mengaku hanya mencari uang. Uang yang didapatnya 
itu dipergunakan untuk mendukung masyarakat yang terbuka dan demokratisasi. Ia 
membentuk jaringan global yayasan-yayasan yang dibantunya untuk mendorong 
masyarakat yang terbuka (open society).

Pernah mengalami masa-masa kediktatoran Nazi dan Komunis pada masa kecilnya, 
Soros mengaku sangat penting untuk mengembangkan nilai-nilai dari sebuah 
masyarakat yang terbuka, yakni nilai-nilai yang menjadi fondasi masayarakat dan 
demokrasi Amerika.

Soros membantah berada dibelakang krisis ekonomi Asia sebagaimana yang 
dituduhkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad.

"Mahathir adalah mesin publikasi saya. Ia telah membuat kesalahan, karena 
tuduhannya justeru mempopulerkan saya," katanya dalam acara yang dihadiri para 
tokoh pers seperti Jacob Oetama, Sabam Siagian, Emil Salim, dan Sukamdani Sahid 
Gitosardjono.

Menurut Soros yang bisa mengontrol sistem keuangan adalah otoritas yang 
berwenang, sedangkan dia hanya pelaku pasar. Tanggungjawab untuk mengontrol 
keuangan ada pada otoritas, sedangkan dia hanya melihat dan bertindak atas 
dasar perkembangan pasar.

"Kalau saya melihat pasar dengan baik, maka saya akan untung. Kalau saya salah 
lihat, saya rugi," katanya berkilah.

Menjawab pertanyaan apakah dirinya puas dengan pemerintahan Indonesia sekarang 
ini, Soros mengatakan sebagai orang luar yang baru pertama kali ke Indonesia ia 
merasa senang dengan penyelesaian masalah Aceh dan penangkapan teroris yang 
meresahkan dunia internasional.

"Saya kira dia (Presiden Yudhoyono) telah berhasil dan publik harus 
mendukungnya," demikian George Soros. [TMA, Ant] 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke