REFLEKSI: Oh,  sudah ada calon kuat. Pak Amien sendiri bagaimana?

SUARA INDONESIA BARU
7 jANUARI 2006
Sabtu, 7  Januari  2006Sabtu, 7  Januari  2006Sabtu, 7  Januari  2006

Amien Rais : Sutanto Calon Kuat Presiden 2009

Jakarta (SIB) 

Gebrakan Kapolri Jenderal Pol Sutanto ternyata menimbulkan pujian. Bahkan 
Sutanto diprediksi menjadi calon terkuat pemilihan Presiden pada Pemilu 2009 
mendatang.     Pujian itu bukanlah suatu basa-basi. Karena dilontarkan mantan 
Ketua MPR Amin Rais! 

"Kapolri bukan menjadi kuda hitam. Tapi calon kuat Presiden di tahun 2009 
nanti," kata Amien di sela-sela acara Pesan Awal Tahun 2006 FPAN di Gedung 
DPR/MPR Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/1).     Menurut Amien, 
Sutanto usai menggantikan Dai Bachtiar, langsung melakukan 3 gebrakan yang 
cukup besar. Gebrakan pertama yang dilakukan Sutanto, lanjutnya, adalah dalam 
memberantas gembong teroris. 

"Perang terhadap teroris ini menyebabkan teroris sampai saat ini menjadi 
tersudut," jelas Amien. 

Gebrakan kedua Sutanto, tambahnya, adalah dalam memberantas perjudian di 
Indonesia. "Judi semakin kempes di bawah Sutanto," puji mantan Ketua Umum PAN 
itu.     Selain itu pula, lanjutnya, Sutanto berhasil melakukan gebrakan dalam 
membongkar pabrik narkotika. "Beliau juga berhasil melakukan perang terhadap 
narkotika," ujarnya. 

tanto tak enak dengan sby 

Pernyataan Amien Rais yang menyebut Jenderal Pol Sutanto menjadi calon presiden 
tahun 2009 dinilai wajar, karena reputasi Kapolri itu memang cukup menarik 
perhatian partai-partai politik. Kendati demikian, pernyataan Amien itu masih 
dipandang terlalu dini, dan bisa membuat Sutanto tidak enak dengan Presiden SBY 
yang ingin mempertahankan kedudukannya nanti. 

Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung yang diminta komentarnya soal statemen Amien 
Rais mengatakan, sebenarnya tidak perlu wacana itu dilontarkan saat ini. 
Soalnya, Pak Sutanto adalah Kapolri yang notabene adalah pembantunya  Presiden 
SBY. "Kalau itu dihembuskan sekarang, dikhawatirkan membuat Pak Sutanto menjadi 
tak enak dengan SBY.  Ini disebabkan Pak SBY ingin mempertahankan kedudukannya 
sebagai orang nomor satu di   Indonesia untuk kedua kalinya" kata Pram Kamis 
(5/1). 

"Siapa pun anak bangsa ini, termasuk Partai Amanat Nasional (PAN) atau Parpol 
lainnya, berhak mengajukan calon presiden. Karena itu, wacana yang dilontarkan 
Pak Amien Rais merupakan hal yang wajar" komentar salah satu fungsionaris DPP 
Partai Keadilan Sejahtera (PKS). H Jazuli Juwain di Jakarta, Kamis (5/1). 

Menurut Jazuli yang juga anggota Komisi II DPR RI ini, tentu tidak mudah buat 
Sutanto untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia pada pemilu mendatang. 
Tidak hanya karena banyak calon lain tapi juga partai mana yang bakal mengusung 
Sutanto pada pemilu nanti. 

Selain itu, kata Jazuli, gebrakan Sutanto memberantas judi, narkotika dan 
menangkap mati gerbong teroris Azhary belum dapat dijadikan ukuran bahwa dia 
layak menjadi presiden mendatang. "Ukurannya tidak sesederhana itu. Bukan tak 
mungkin keberhasilan itu karena tekanan dari atasan Sutanto". 

Jazuli mengacungkan jempol atas gebrakan Sutanto memberantas judi. Tetapi hal 
itu harus ditindaklanjuti. Artinya, Sutanto masih harus bekerja keras mengusut 
berbagai kasus yang terjadi di tanah air yang menjadi wewenang jajaran 
kepolisian. 

Dalam pemberantasan narkoba misalnya, Sutanto memang berhasil mengungkap pabrik 
ekstasi terbesar ketiga dunia di Banten beberapa waktu lalu. Tetapi, sampai 
saat ini belum jelas bagaimana kelanjutannya. "Harusnya hal ini diungkapkan. 
Pada  kesempatan terpisah, Wakil Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 
Imam Nahrowi mengaku bahwa Sutanto boleh dikatakan sukses dalam gebrakan awal. 
Namun, penilaian terhadap Jenderal Polisi itu tidak hanya sampai disitu, tapi 
juga mengenai tindakan selanjutnya. 

Dalam pemberantasan korupsi misalnya, kalau Sutanto mampu mengungkap kasus 
korupsi besar dan mengembalikan uang rakyat,  itu baru dikatakan bahwa yang 
bersangkutan benar-benar mempunyai kemampuan dan punya komitmen kuat dalam 
pemberantasan korupsi. "Saat ini yang diungkap dan ditangkap  itukan baru hanya 
yang kelas  teri saja. Kelas kakapnya kapan", kata Imam dengan nada bertanya. 

Nahrowi  menilai wajar diunggulkannya Sutanto sebagai bakal capres 2009. Namun 
ia mengingatkan, masalah itu terlalu dini dibicarakan. "Masih banyak persoalan 
bangsa yang harus diselesaikan", katanya. 

Sementara itu, Sekjen PDIP Pramono Anung mengatakan, boleh-boleh saja mantan 
Ketua MPR yang juga pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais melontarkan 
wacana demikian . Tetapi, hal itu terlalu pagi untuk dibicarakan karena pemilu 
masih jauh. 

"Memang, kami dari PDIP  mendukung gebrakan yang dilakukan Pak Sutanto sebagai 
Kapolri baik itu dalam memberantas, narkotika, judi maupun penangkapan gembong 
teroris  Azhary. Namun, kalau menjadi salah satu kandidat calon presiden pada 
pemilu 2009 sepertinya masih jauh. Tidak bisa cukup hanya sukses memberantas 
judi, narkotika dan menangkap  gembong teroris dijadikan alasan", kata Pramono. 

Tapi, Pramono menolak mengomentari bagaimana peluang Sutanto seandainya memang 
mencalonkan diri atau ada partai yang mengusung dia sebagai presiden mendatang. 
(detikcom/c) 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke