REFLEKSI:  Kepada yang meyarakan : "Selamat Tahun Baru!"

http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/012006/08/0105.htm


Siapa yang Tahu, Hari Ini Tahun Baru Sunda? 

APAKAH Anda tahu kalau hari ini, Minggu, 8 Januari 2006, merupakan tahun baru 
Sunda? Tahun baru yang berdasarkan sistem penanggalan (kalender) Sunda. 

Mungkin mayoritas masyarakat Sunda sendiri yang hidup di tatar Pasundan, tidak 
tahu kalau hari ini, berdasarkan sistem penanggalan Sunda (Kala Sunda) 
merupakan tahun baru Sunda yang jatuh pada dinten Radite Pahing, ping 1 Sukla 
Paksa, sasih Kartika, Tahun 1942 Caka Sunda.

Memang, selama ini urang Sunda menjadi subordinat pelaku budaya lain. Padahal, 
400 tahun masa kejayaan Sultan Agung Mataram suku Sunda menjadi bagian dari 
pelaku sejarah, tapi orang Sunda justru lebih akrab dan banyak menggunakan 
sistem penanggalan Masehi, Hijriah, atau Jawa.

Adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Drs. H.I. Budhyana, 
M.Si., yang mencoba ngageuingkeun jajarannya bahwa Minggu (8/1), merupakan 
tahun baru Sunda. "Tolong sosialisasikan bahwa kita pun punya sistem 
penanggalan (kalender) sendiri, merupakan warisan leluhur Ki Sunda yang harus 
kita lestarikan," ujar Budhyana. 

Sistim penanggalan atau Kala Sunda, sudah dipergunakan sejak zaman kerajaan 
Mataram dipimpin Sultan Agung 1633 Masehi lalu.

Berdasarkan Kala Sunda, nama hari terdiri dari, Dite atau Radite (Minggu), Soma 
(Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat), dan 
Tumpek (Sabtu). 

Tapi, hal ini merupakan hal yang wajar, karena keberadaan Kala Sunda menurut 
penelitinya, Ali Sastramidjaja (70), sudah lebih dari 500 tahun sistem 
penanggalan Sunda tak lagi akrab dengan masyarakatnya. 

Selama ini, hitung-menghitung hari baik yang dilakukan orang tua, seperti 
ketika akan mengadakan pernikahan, sunatan, membangun atau pindah rumah, merasa 
hal itu dilakukan berdasarkan penanggalan Sunda. Padahal, proses tersebut 
berdasarkan penanggalan Jawa dan merupakan pengaruh penanggalan India. 

Keinginan menyosialisasikan kalender Sunda (Kala Sunda) berawal dari tekad 
Yayasan Candra Sangkala menerbitkan kalender Sunda hasil penelitian Abah Ali, 
panggilan akrab Ali Sastramidjaja, yang telah melakukan penelitian selama 9 
tahun. 

Untuk pertama kalinya, penerbitan Kala Sunda dilakukan 18 Januari 2005 di 
Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, bertepatan dengan tahun baru Sunda, 
tanggal 1 Suklapaksa (parocaang) bulan Kartika tahun 1941 Caka Sunda.

Waktu itu dikatakan Abah Ali, penelitian yang dilakukannya bisa berdampak pada 
perubahan tahun yang menandai peristiwa sejarah yang terkait dengan manusia 
Sunda. Pasalnya, kata penyusun naskah "Sunda Kalangider" (terdiri dari sembilan 
jilid dan memuat lima penanggalan Caka, Masehi, Caka Sunda, dan Caka Jawa), 
tahun-tahun peristiwa sejarah Sunda telah dipersepsi secara salah.

"Tahun-tahun yang termuat dalam prasasti maupun artefak itu selalu dipersepsi 
sebagai tahun Saka India karena merunut pada pengaruh Hindu. Sehingga, kalau 
dialihkan menjadi tahun Masehi tinggal ditambah 78 tahun saja (1 Saka:78 
Masehi)," ujar Abah Ali waktu itu.

Hal ini, menurutnya, tidak lepas dari pengaruh budaya Mataram Jawa yang juga 
memasukkan sistem penanggalannya. Sistem penanggalan Jawa Mataram itu disebut 
kala pranata mangsa yang jauh berbeda dengan sistem penanggalan Sunda. Kalender 
Mataram Jawa mencampurkan sistem Caka Sunda, Saka Sunda, dan Hijriah.

Kelahiran kalender Sunda dilakukan oleh Sultan Agung Mataram pada 1633 Masehi. 
"Lagi pula dari bukti tertulis, pada saat diberlakukan seiring pendirian 
Kerajaan Mataram, sistem ini tidak diawali dengan tahun ke-1 tapi langsung 
1555. Kalau dihitung lagi, usianya tidak lebih dari 400 tahun," tuturnya.

Sistem penanggalan Sunda mengenal dua macam tahun, yakni Tahun Surya dan Tahun 
Candra. Masing-masing tahun juga mengenal tahun pendek (Surya 365 hari Candra 
354 hari) dan tahun panjang (Surya 366 hari Candra 355 hari). Kala Surya Saka 
Sunda (Tahun Surya) mengenal aturan, tiga tahun pendek, keempatnya tahun 
panjang. Akan tetapi, setiap tahun yang habis dibagi 128, dijadikan tahun 
pendek. Akhir tahun Surya adalah ketika matahari berada di titik paling selatan.

Kala Candra Caka Sunda (Tahun Candra) mempunyai aturan bahwa dalam sewindu (8 
tahun), tahun ke-2, ke-5, dan ke-8 adalah tahun panjang, sisanya tahun pendek. 
Setiap tahun ke-120 dijadikan tahun pendek. Setiap tahun yang habis dibagi 
2.400 dijadikan tahun panjang. Kala Candra (yang dipakai dalam sistem 
penanggalan Sunda) memiliki keistimewaan tersendiri yakni "ciples". Artinya, 
jika awal windu (biasa disebut indung poe) Senen Manis, maka akhirnya adalah 
Ahad Kaliwon. Keistimewaan lainnya, indung poe baru berganti setelah 120 tahun, 
mulai dari Senen Manis, Ahad Kaliwon, Saptu Wage, Jumaah Pon, Kemis Pahing, 
Rebo Manis, Salasa Kaliwon, hingga terakhir Rebo Pahing. 

Seperti halnya tahun Masehi, di Sunda-pun mengenal 12 bulan. Bulan pertama 
Kartika memiliki 30 hari, Margatira (29), Posya (30), Maga (29), Palguna (30), 
Setra (29), Wesaka (30), Yesta (29), Asada (30), Srawana (29), Badra (30), dan 
Asuji (29/30).

Bagea rampah milangkala pabaru Sunda 1942 Caka Sunda, dinten Radite Pahing, 
ping 1 Sukla Paksa, sasih Kartika, taun 1942. (Retno HY/"PR") *


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke