bukan buku arra ... tapi e-book.
saya pasti mau dunlut. gratis. 

he 

--- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote:
>
> 
> terharu sama bagian tausiah nya..
> jadi kapan nih ke tanah suci yg tanpa nungging2 dan nangis2..
> bisa nambah frase hidup yg " mengkaya kan "
> 
> satu yg saya yakin..
> bisa menghasilkan 1 atau lebih artikel bisa juga sebuah buku..
> saya jamin saya akan membeli nya 1..
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@> wrote:
> >
> > aha..dollarpun mengalami kenaikan lumayan terhadap rupiah
> > menandakan` kekayaan gue dalam rupiah juga mengalami gejala kenaikan yang 
> > sama
> > tanda tanda rejeki naik entah secara diduga atau tidak terduga
> > 
> > 
> > memandang ke belakang, satu setengah dekade yang lalu
> > sungguh amat lucu, 
> > 
> > saat itu gw nyaris tidak memiliki apa apa, kecuali mitsubishi galant butut
> > yang ac beltnya putus di oklahoma, dalam perjalanan ke missouri
> > yang namanya saving account hampir non eksis
> > jika masa depan bisa diukur dari ketebalan dompet
> > memerlukan mikroskop elektron untuk menemukan apa isi dompet  gw tersebut
> > 
> > menyedihkan? naaaah...jauh dari itu...
> > mengaysikan malah, hidup bokek dinegeri orang itu malah
> > frase hidup yang menegangkan sekaligus meng"kayakan" 
> > 
> > sebab bukan cuma keberuntungan  faktor yang dibutuhkan untuk survived dan 
> > sukses
> > di negeri orang, tapi keuletan, disiplin, cerdas cermat ( 100 untuk grup A 
> > dari sma 24
> > Jakarta, pertanyaan selanjutnya...)
> > 
> > sekarang, bukan cuma kenaikan dollar yang mengusung nilai kekayan habe
> > nilai 2 rumah yang baru beli 2 tahun terakhir disinipun mengalami 
> > peluncuran ke antariksa
> > dibandingkan 10 bulan yang lalu, property value di amerika naik diatas 30 
> > persen
> > yang bisa diterjemahkan dalam bahasa sunda sebagai " seberaha? gelo atuh 
> > naikna
> > kayak naik angkot ngepot ke cibiru... "
> > 
> > soal ongkos naik haji, si ajeg yang perlu curiga, gw pastikan sama dia, gue 
> > sanggup
> > naik haji kapan saja gua mau, tapi" kemauan " itu masalah dasarnya kenapa 
> > gua
> > sampai saat ini menolak jalan jalan ke sana, apalagi naik haji
> > 
> > kemauan untuk mengeluarkan duit cuma dalam rangka ibadah ke tempat 
> > historic, sambil
> > nangis nangis labaik alllahuma labaik ( seolah olah Allah markas besarnya 
> > disana ), muter muter ngga jelas, memuaskan kehausan spiritual  menurut gue 
> > adalah seremonial yang dibenturkan pada
> > teori cerdas cermat, teori nilai habe, the great mathematician, pengukur 
> > manfaat dan mudarat profesional- sebagai hal yang menjurus pada kemubaziran 
> > yang tidak masuk akal .
> > 
> > sebab sodara sodara, Allah ada dimana mana, ada dalam denyut nadi si arra, 
> > di kue bolen kiriman si pinpin,
> > ada di sepeda jengki jendral sudirman style si jusplik, ada dipucuk idung 
> > si reza, di apartement kosong johnindon
> > dan diwajah istri gua yang sedemikian sumringah dan cerah
> > 
> > dan sebab, kekayaan kelas menengah seperti gw  juga kekayaan  sekian ratus 
> > atau juta calon jemaah haji yang ngantri di indoneia adalah kekayaan yang 
> > labil, yang dalam waktu sekejab entah lantaran penurunan dollar atau
> > hentakan nasib bisa mendadak koit, oh malangnya entar mengalami tragedi  
> > lengser keprabon
> > 
> > dan sebab, orang orang seperti gua belum sanggup menghapuskan kemiskinan di 
> > keluarga jauh sendiri, jangankan di lingkungan tetangga sendiri di 
> > jakarta,serta  kemiskinan yang sering ditemui di bandung sana
> > 
> > kalau gua islam, gua mengkatagorikan naik haji itu hukumnya seperti merokok 
> > alias  mubbah
> > naik haji cuma ibadah kecil, mengentaskan kemiskinan adalah perkara ibadah 
> > besar
> > 
> > kalau punya duit, lebih bagus jalan jalan ke negeri yang peradabannya  
> > sudah maju, melihat dan mempelajari budaya mereka, kedisplinan mereka, adat 
> > istiadat mereka supaya suatu waktu bisa diadaptasi di Indonesia.
> > atau ke tempat yang peradabannya pernah maju , sambil mempelajari kenapa 
> > sekarang mereka bisa miskin dan gagal seperti yunani atau peru,  sambil 
> > tentu  tidak lupa besedakah sama tetangga miskin sebelum menjelajah ke sana 
> > dengan airbus A380
> > 
> >  kelas menengah diIndonesia seperti si johny dan  reza, lebih bermanfaat 
> > menggunakan uangnya untuk menyekolahkan anak mereka   ke universitas bagus 
> > di negara maju seperti australia, canada atau amerika
> > sebab pada umumnya lulusan amerika, atau negara barat lebih maju dan 
> > berhasil dari lulusan sekolah lokal,
> > lebih berwawasan, dan bermasa depan lebih cerah dari matahari  siang di 
> > padang arafah
> > 
> > Ibarat Allah dan manusia itu laksana kita dengan semut
> > tidak ada pengaruhnya ratusan ribu semut menggerombol  nungging nungging 
> > menghormtai kita atau 
> > atau nungging nungging memamerkan pantatnya meledek kita
> > 
> > urusan semut adalah cari makan, saling bantu dan menyelamatkan koloni 
> > mereka dari lengser keprabon
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke